Pedagang Jalan Vihara Purwokerto Harap Penataan Dilakukan Serentak
- 02 Feb 2026 10:21 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Aktivitas perdagangan di kawasan Jalan Vihara, Purwokerto Timur, Senin (2/2/2026), masih berjalan normal di tengah wacana penataan lokasi berjualan di luar kompleks Pasar Wage. Lapak-lapak pedagang berdiri berdampingan dengan arus lalu lintas kendaraan, menciptakan kondisi semrawut yang kerap menimbulkan kemacetan.
Arti, salah seorang pedagang, mengatakan bahwa aktivitas berdagang di kawasan tersebut telah berlangsung sejak lama dan berjalan secara alami tanpa perubahan berarti. Ia mengakui bahwa bahwa pihak terkait kerap memberikan imbauan maupun melakukan penertiban.
Namun, menurutnya, karena pola berjualan sudah berlangsung lama, penataan dinilai tidak mudah diterapkan. Arti juga menyebutkan bahwa keberadaan kendaraan bermotor di sekitar lokasi berjualan sudah menjadi hal biasa dan tidak terlalu memengaruhi aktivitas jual beli.
“Kalau sedang ramai ya ramai, kalau sedang sepi ya sepi. Dari dulu memang sudah seperti ini,” ujar Arti kepada RRI.
Baca juga: Cuaca Pengaruhi Harga Cabai dan Bawang di Purwokerto
Sementara itu, pedagang lainnya, Tini, yang telah berjualan selama 30 tahun di kawasan tersebut, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pasar. Ia menilai kondisi perdagangan kini jauh lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu ramai sekali, sekarang susah. Penghasilan juga menurun,” ucapnya.
Menurut Tini, penataan lokasi berjualan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas perdagangan, terutama karena berada di badan jalan dengan lalu lintas kendaraan yang cukup padat.
Terkait rencana penataan ulang, ia menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kebijakan pemerintah, asalkan dilakukan secara serentak dan melibatkan seluruh pedagang. Ia juga mengaku terbuka apabila harus dipindahkan ke lokasi lain, selama dilakukan bersama-sama.
Baca juga: Seni Berburu Barang Antik Murah di Pasar Wage
“Saya ikut saja, yang penting dilakukan secara bersama-sama dan jelas penataannya,” ujar Tini.
Para pedagang berharap, pemerintah daerah dan pengelola pasar dapat memberikan solusi terbaik melalui penataan yang lebih tertib dan adil, tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut.
Adapun berdasarkan keterangan resmi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas, penataan di Jalan Vihara merupakan upaya untuk memaksimalkan fungsi pasar sebagai tempat transaksi jual beli kebutuhan masyrakat, sehingga diharapkan tidak ada aktivitas jual beli yang dilakukan di luar pasar.
Penataan pedagang di sekitar Jalan Vihara Pasar Wage ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam memfasilitasi pedagang agar lebih tertata dan pembeli akan lebih nyaman dalam berbelanja.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Paguyuban Pedagang Pagi Pasar Wage Purwokerto (P4WP) saat ini terdapat 244 pedagang yang menggelar lapak di Jalan Vihara. Sementara, ketersediaan lapak untuk berjualan di Pasar Wage saat ini sebanyak 276. (FR/Liina).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....