Banyumas Targetkan Jadi Sentra Ekspor Gula Kelapa

  • 02 Feb 2026 21:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan penguatan posisi sebagai sentra ekspor gula kelapa melalui program budidaya kelapa genjah yang mulai dijalankan tahun ini. Program ini difokuskan untuk memperkuat produksi dari hulu sekaligus menjaga keberlanjutan sektor gula kelapa yang menjadi komoditas andalan Banyumas Raya.

Program tersebut akan melibatkan sekitar 6.000 rumah tangga petani, termasuk perempuan dan petani muda. Kelapa genjah dipilih karena lebih cepat berproduksi dan dinilai lebih efisien untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan proyek ini merupakan kerja sama Kementerian Pertanian RI, Pemkab Banyumas, PT IMC, dan lembaga kerja sama Jerman GIZ. Kegiatan meliputi pelatihan petani, penguatan kelembagaan, perbaikan rantai nilai, dan pembukaan akses pasar.

Baca juga: Pemkab Banyumas Jaring Aspirasi untuk Rencana Pembangunan 2027

Menurutnya, peluang pasar gula kelapa masih terbuka lebar. Sekitar 90 persen kebutuhan gula kelapa dunia dipasok Indonesia, dan sekitar 80 persen di antaranya berasal dari Banyumas Raya.

“Potensinya besar. Banyumas kami dorong menjadi pusat eksportir gula kelapa agar dampaknya langsung ke ekonomi desa,” ujarnya saat peluncuran program.

Program ini juga diarahkan menjawab masalah regenerasi penderes dan tingginya risiko kecelakaan kerja. Data lapangan menunjukkan sebagian besar penderes kini berusia lanjut, sementara minat generasi muda rendah.

Managing Director PT IMC, Mario Ngensowidjaja, mengatakan rata-rata usia penderes pada survei 2012 sudah 45–55 tahun. Saat ini banyak yang sudah di atas 60 tahun dan tidak lagi produktif memanjat pohon.

Baca juga: DKUKMP Banyumas Hidupkan Kembali Ikon Kuliner Pasar Pereng

“Berarti sekarang umur mereka sudah 60 tahun ke atas. Apakah 10 tahun kedepan mereka masih dapat memanjat pohon? Tentu tidak,” ucapnya.

Proyek yang berjalan hingga 2028 ini mencakup penyediaan varietas kelapa genjah sesuai lokasi, pendampingan budidaya, serta fasilitasi sertifikasi organik untuk menembus pasar ekspor, terutama Eropa. Program juga menggandeng perguruan tinggi lokal untuk pendampingan teknis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....