Banjoemas Heritage Week Ungkap Jejak 130 Tahun Kereta SDS
- 14 Sep 2026 14:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pameran Arsip bertajuk Banjoemas Heritage Week telah berakhir Minggu 13 September 2026 malam. Ratusan pengunjung mengikuti pameran yang dilaksanakan sejak Kamis lalu di Hetero Space Purwokerto itu, meninggalkan decak kagum atas nostalgia 130 tahun Kereta Api Lembah Sungai Serayu atau Seranoedal Stoomtram Matshcapij (SDS). Harapannya tidak berhenti pada level kagum, namun ada tindak lanjut yang lebih dari gelaran yang digelar oleh Banjoemas History Heritage Comunity (BHHC) itu.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara Heni Purwono saat mengunjungi pameran mengatakan harapannya kegiatan itu menjadi pintu masuk agar arsip SDS dapat menjadi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dan objek-objek peninggalan SDS dapat dijadikan Cagar Budaya Peringkat Nasional (CBPN).
"Arsip kemarin sangat menarik, mulai dari pendirian SDS, pembangunan jalur, sampai SDS beroperasi. Kita jadi cukup utuh dalam menarik kembali memori tentang kereta itu. Beberapa foto menunjukkan jika kondisi saat ini ada yang masih utuh bangunannya, ada yang sudah hilang maupun rusak. Saya kira ketika ini menjadi MKB, akan memantik penelitian lanjutan tentang sejarah SDS, terutama dari generasi muda di Banyumas. Kita jadi tergugah bahwa SDS ternyata sangat menarik untuk dikaji," ujar Heni.
Untuk menuju ke arah itu, tambah Heni, perlu kolaborasi antar komunitas antar wilayah termasuk bantuan dari pemerintah dalam hal ini ANRI dan Kementerian Kebudayaan. Menurutnya, kemungkinan masih banyak juga Arsip SDS yang dimiliki perorangan yang terkait dengan SDS.
"Pemerintah dapat memfasilitasi komunitas untuk menyusun khasanah arsip ini menjadi lebih tertata dan lengkap. Keberadaan arsip ini juga akan mempermudah dalam kajian dan penetapan cagar budaya terkait SDS. Karena jejak peninggalannya meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Wonosobo hingga Banjarnegara, maka saya rasa tepat jika peringkat cagar budaya terkait SDS minimal provinsi atau nasional karena dampaknya mencakup banyak wilayah," tambah Heni.
Kurator pameran Jatmiko Wicaksono mengungkapkan, jalur kereta api SDS selain memiliki keindahan panorama, kerumitan teknis pembuatan juga menyangkut sejarah transportasi dan juga komoditas perkebunan di Banyumas Raya yang sangat penting.
"Ternyata hasil penelitian saya tiga bulan di Belanda, banyak menemukan fakta yang sangat menarik terkait SDS. Proses pembangunan juga sangat alot, menunjukkan tarik ulur kepentingan politik dan ekonomi Belanda saat itu. Bahkan jalur SDS ini harusnya menjadi penghubung antara jalur Staatsspoorwegen (SS) di Magelang dan Purwokerto. Namun tidak jadi dan akhirnya dibangun oleh SDS yang swasta. SDS sangat berperan bagi pengangkutan komoditas perkebunan di pedalaman Banyumas Raya dan juga pabrik gula yang ada di sana," jelas Jatmiko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....