UMP dan Perpusnas Perkuat Literasi Melalui Politik Bahasa
- 22 Jan 2026 15:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Program Prioritas Literasi Nasional dan Politik Bahasa Negara”. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP pada Senin (19/1/2026).
Seminar nasional ini diikuti oleh civitas akademika UMP, mahasiswa, dosen, serta peserta dari berbagai institusi pendidikan dan komunitas literasi. Acara ini menghadirkan Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminudin Aziz, sebagai pembicara utama.
“Seminar ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat literasi nasional sekaligus memperdalam pemahaman tentang kebijakan bahasa negara,” ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Saefurrohman dalam keterangan yang diterima RRI, Kamis (22/1/2026).
Dalam sambutannya, Saefurrohman menjelaskan bahwa politik bahasa negara tidak dapat disamakan dengan politik praktis. Menurutnya, politik bahasa merupakan strategi kebahasaan nasional yang dirancang untuk menjaga keberlangsungan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Baca juga: UMP Lanjutkan Program Kampung Inggris di Kecamatan Banyumas
Ia mengatakan bahwa politik bahasa memiliki peran penting dalam menjaga identitas, kedaulatan, dan persatuan bangsa, terutama di tengah arus globalisasi yang semakin kuat dan kompetitif.
| Baca juga: UMP Perkuat Ekosistem Riset Bersama BRIN |
“Politik bahasa negara bukan urusan politik praktis, melainkan strategi negara dalam melindungi, membina, dan mengembangkan bahasa Indonesia,” katq Saefurrohman.
Selain membahas politik bahasa, ia juga menyoroti menurunnya kesantunan berbahasa di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital turut memengaruhi pola komunikasi sehari-hari.
Ia menilai bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi dan membangun karakter kebahasaan agar penggunaan bahasa tetap santun, kritis, dan bertanggung jawab.
Baca juga: UMP Gelar Tes Baca Al-Qur'an untuk Mahasiwa Baru
“Kesantunan berbahasa harus terus ditanamkan agar generasi muda mampu berkomunikasi secara etis, baik di ruang publik maupun ruang digital,” tuturnya.
Kepala Perpusnas RI, Prof. E. Aminudin Aziz, menjelaskan bahwa kesantunan berbahasa bukan sekadar persoalan etika komunikasi, melainkan cerminan budaya dan cara berpikir suatu bangsa. Ia menambahkan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam membentuk peradaban.
“Strategi politik bahasa negara harus diarahkan pada pembentukan karakter penutur bahasa yang santun, kritis, dan bertanggung jawab, terutama di ruang publik dan digital,” ucap Prof. Aminudin Aziz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....