MPI Muhammadiyah Siapkan Pedoman Etika Penggunaan AI

  • 02 Agt 2026 21:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendorong penguatan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab di lingkungan Persyarikatan. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MPI PP Muhammadiyah 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Karena itu, organisasi perlu menyesuaikan strategi komunikasi agar mampu menghadirkan informasi yang kredibel sekaligus menjangkau generasi muda.

Menurutnya, MPI memiliki peran penting dalam memperkuat literasi digital, mengembangkan perpustakaan berbasis digital, meningkatkan kualitas media Muhammadiyah, hingga menyusun pedoman etika penggunaan AI di lingkungan Persyarikatan.

"AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman, tetapi harus dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan," ujarnya.

Selain pemanfaatan AI, Rakernas juga membahas percepatan transformasi digital melalui pengembangan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM). Ketua MPI PP Muhammadiyah Muchlas mengatakan sistem tersebut disiapkan untuk memperkuat tata kelola organisasi berbasis data menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-49 pada 2027.

Hingga pertengahan 2026, pendataan organisasi di tingkat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah telah mencapai 100 persen, Pimpinan Daerah Muhammadiyah 88 persen, Pimpinan Cabang Muhammadiyah 31 persen, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah 17 persen. Ia berharap proses pendataan dapat rampung sebelum Muktamar sehingga menjadi basis pengambilan kebijakan organisasi.

Muchlas menjelaskan Rakernas dimanfaatkan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan selama hampir tiga tahun sekaligus menyusun rencana kerja hingga akhir masa bakti kepengurusan.

"Rakernas ini kita gunakan sebagai wahana untuk melakukan evaluasi terhadap program-program MPI PP Muhammadiyah yang telah berlangsung selama hampir tiga tahun, sekaligus menyusun program kerja untuk satu tahun ke depan," katanya.

Selain rapat kerja, kegiatan juga diisi dengan Silaturahmi Pegiat Pustaka Muhammadiyah, Lokakarya Penulisan Sejarah Lokal, dan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi, dokumentasi, komunikasi, dan pengelolaan media.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Saefurrohman, mengatakan kampus mendukung berbagai program penguatan literasi. Salah satunya melalui pengembangan perpustakaan digital yang ditargetkan menjangkau lebih banyak sekolah Muhammadiyah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Menurutnya, program tersebut telah dimulai melalui peluncuran 500 titik baca perpustakaan digital dan akan terus diperluas secara bertahap hingga mencapai 10.000 titik baca di berbagai daerah di Indonesia.

Rakernas MPI PP Muhammadiyah 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi yang memperkuat pengembangan literasi, transformasi digital, tata kelola informasi, serta pemanfaatan teknologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....