Perkuat Ekosistem Halal, BI Purwokerto Gandeng UMP Latih Penyelia Halal

  • 07 Agt 2026 23:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Kemampuan pendamping usaha dalam memahami sistem jaminan produk halal terus diperkuat untuk mendorong semakin banyak UMKM memperoleh sertifikasi halal. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Penyelia Halal yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Purwokerto.

Pelatihan ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas Pendamping Proses Produk Halal (P3H), pendamping UMKM, penyuluh, hingga perwakilan berbagai lembaga yang bergerak dalam pengembangan industri halal di wilayah Eks Karesidenan Banyumas. Peserta berasal dari Halal Centre UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Halal Centre Universitas Jenderal Soedirman, ASPIKMAS, Kantor Urusan Agama (KUA), Kementerian Agama, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Universitas Telkom, LP3H Ya Bakii, serta sejumlah instansi lainnya.

Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Lintang Anggareni, mengatakan penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, pendamping, dan pelaku usaha menjadi kunci agar implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dapat berjalan optimal.

Ia menilai penyelia halal memiliki peran penting dalam memastikan setiap tahapan produksi memenuhi ketentuan halal secara konsisten. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap produk halal dapat meningkat, sekaligus memperluas daya saing UMKM di pasar yang lebih luas.

"Kami berharap pelatihan ini mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dalam mendampingi pelaku usaha memenuhi standar halal, sehingga semakin banyak produk UMKM yang memiliki sertifikat halal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya.

Selain membahas peran penyelia halal, peserta juga mendapatkan materi mengenai kontribusi Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem halal. Materi tersebut disampaikan oleh M. Ikhwan Cahyono dari Unit Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah Bank Indonesia Purwokerto.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa Bank Indonesia tidak hanya berperan menjaga stabilitas moneter, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui peningkatan kapasitas UMKM, penguatan halal value chain, perluasan literasi ekonomi syariah, hingga pengembangan industri halal yang terintegrasi.

Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali berbagai materi yang menjadi kompetensi dasar seorang penyelia halal. Materi tersebut meliputi konsep halal dan haram, regulasi Jaminan Produk Halal, penyusunan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), audit internal, pengawasan bahan baku dan proses produksi, penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria halal, evaluasi hasil audit, hingga tata cara pengajuan sertifikasi melalui aplikasi SiHalal.

Materi disampaikan oleh para akademisi dan praktisi di bidang halal, yakni Dr. Apt. Diniatik, M.Sc., Dr. Ade Rusma, S.Pt., M.M., M.Si., Arif Mulyanto, S.Si., M.Si., Dr. Asmiyenti Djaliasrin Djalil, M.Si., serta Dr. Apt. Wiranti Sri Rahayu, M.Si. Selama pelatihan, narasumber tidak hanya membahas aspek regulasi, tetapi juga berbagi pengalaman penerapan Sistem Jaminan Produk Halal di berbagai sektor usaha.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan pembahasan berbagai tantangan yang dihadapi saat mendampingi pelaku usaha. Diskusi mencakup kelengkapan dokumen, pengendalian bahan baku, penerapan Sistem Jaminan Produk Halal, hingga proses sertifikasi halal. Sejumlah studi kasus yang diangkat memberikan gambaran mengenai persoalan yang kerap ditemui di lapangan beserta solusi yang dapat diterapkan.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti sesi berbagi pengalaman penyelia halal dalam mendampingi UMKM, Rumah Potong Unggas (RPU), dan Rumah Potong Hewan (RPH). Forum tersebut menjadi wadah bertukar praktik baik untuk memperkuat pendampingan sertifikasi halal di berbagai sektor usaha.

Melalui pelatihan ini, Bank Indonesia Purwokerto dan Lembaga Pelatihan Sentra Halal UMP berharap semakin banyak penyelia halal yang memiliki kompetensi dalam mendampingi pelaku usaha menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat ekosistem halal di wilayah Eks Karesidenan Banyumas sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....