Aturan Minum Obat, Kenali Jarak Aman setelah Konsumsi Herbal dan Minuman Tertentu

  • 15 Sep 2026 18:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURWOKERTO- Mengonsumsi obat bersamaan atau terlalu berdekatan dengan makanan, minuman, maupun herbal tertentu dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan pengobatan. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kemungkinan interaksi sebelum mengonsumsi obat.

Mengutip artikel yang dimuat laman klikdokter.com, artikel yang ditulis Christovel Ramot dan ditinjau dr. Atika pada 24 Juli 2026 membahas sejumlah herbal, tumbuhan, dan minuman yang berpotensi berinteraksi dengan obat. Jarak konsumsi yang disarankan dapat berbeda, tergantung jenis bahan dan obat yang digunakan.

Susu dan Teh Perlu Diperhatikan

Salah satu minuman yang perlu diperhatikan adalah susu. Kandungan tertentu dalam susu dapat memengaruhi penyerapan beberapa jenis obat. KlikDokter menyebut, pada obat tertentu, masyarakat umumnya disarankan memberikan jeda sekitar dua jam setelah mengonsumsi susu sebelum minum obat .

Sementara itu, konsumsi teh hijau dianjurkan memiliki jarak sekitar satu hingga dua jam dengan obat karena kandungan katekin di dalamnya berpotensi memengaruhi enzim yang berperan dalam metabolisme obat. Untuk teh hitam, jeda minimal sekitar satu jam disebut sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan interaksi dengan obat tertentu.

Herbal Juga Bisa Berinteraksi dengan Obat

Tidak hanya minuman, sejumlah herbal juga perlu diperhatikan ketika seseorang sedang menjalani pengobatan. Jahe, misalnya, disebut dapat memengaruhi kecepatan penyerapan obat. KlikDokter menyarankan jeda sekitar satu hingga dua jam, terutama terkait obat yang bekerja pada sistem pencernaan atau obat antikoagulan.

Sementara kunyit disebut berpotensi memengaruhi efektivitas obat antiinflamasi nonsteroid atau AINS. Jeda sekitar dua hingga tiga jam disarankan sebagai langkah pencegahan.

Bahan herbal lain seperti sereh dan temulawak juga disebut berpotensi memengaruhi proses tubuh dalam mengeliminasi maupun memproses obat. Untuk keduanya, artikel tersebut menyebut jeda sekitar satu hingga dua jam.

Selain itu, ginkgo biloba, ginseng, echinacea, bawang putih, lidah buaya, kamomil, valerian root, milk thistle, saw palmetto, hawthorn, dan daun kelor juga dibahas karena memiliki potensi interaksi dengan obat tertentu.

Alkohol Sebaiknya Dihindari Saat Minum Obat

KlikDokter secara khusus mengingatkan mengenai konsumsi alkohol saat sedang menjalani pengobatan. Alkohol dapat berinteraksi dengan berbagai jenis obat dan berpotensi meningkatkan atau menurunkan efek obat maupun risiko efek samping.

Karena itu, konsumsi alkohol dianjurkan untuk dihindari selama menjalani pengobatan. Untuk kondisi tertentu, konsultasi dengan dokter atau apoteker diperlukan guna mengetahui keamanan penggunaan obat dan bahan yang dikonsumsi.

Jangan Hanya Mengandalkan Jeda Waktu

Meski artikel memberikan sejumlah panduan mengenai jarak waktu konsumsi, jeda beberapa jam tidak selalu berarti interaksi obat otomatis menjadi aman. Jenis obat, dosis, kondisi kesehatan, serta jenis dan jumlah herbal atau minuman yang dikonsumsi dapat memengaruhi risikonya.

Karena itu, masyarakat yang sedang menjalani pengobatan, terutama pengobatan rutin atau jangka panjang, sebaiknya menyampaikan kepada dokter atau apoteker mengenai herbal, suplemen, maupun minuman tertentu yang biasa dikonsumsi. Langkah tersebut penting agar penggunaan obat tetap efektif sekaligus meminimalkan risiko interaksi yang tidak diinginkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....