Terlalu Lama Menatap Layar Picu Computer Vision Syndrome, Ini Cara Mencegahnya

  • 26 Agt 2026 07:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Penggunaan komputer, laptop, tablet, dan telepon genggam dalam waktu lama dapat memicu Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom kelelahan mata akibat penggunaan layar digital. Kondisi ini dapat ditandai dengan mata lelah, kering, perih, pandangan kabur, sakit kepala, hingga keluhan pada leher dan bahu. CVS kini semakin sering dialami seiring meningkatnya aktivitas kerja dan belajar berbasis teknologi.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Computer Vision Syndrome atau digital eye strain merupakan kumpulan keluhan pada mata, penglihatan, leher, dan bahu akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Keluhan tersebut dapat dialami siapa saja yang sering menggunakan perangkat digital, termasuk pekerja kantor, programmer, desainer grafis, guru, dosen, mahasiswa, dan kelompok lain yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.

CVS terjadi karena mata bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus saat melihat tulisan, gambar, cahaya, dan kontras pada layar. Selain itu, seseorang cenderung lebih jarang berkedip saat menatap layar sehingga mata menjadi lebih mudah kering. Sejumlah faktor juga dapat memperberat keluhan, seperti durasi penggunaan layar yang terlalu lama tanpa jeda, jarak pandang yang tidak sesuai, posisi layar yang kurang ergonomis, pencahayaan yang tidak nyaman, serta ukuran huruf yang terlalu kecil.

Gejala yang umum dirasakan meliputi mata lelah, mata kering atau perih, pandangan kabur, sulit fokus, mata merah atau berair, sakit kepala, serta nyeri pada leher, bahu, dan punggung. Meski umumnya tidak menyebabkan kerusakan mata permanen, keluhan CVS dapat mengganggu kenyamanan, konsentrasi, dan produktivitas apabila terjadi berulang.

Untuk mengurangi risiko CVS, masyarakat dapat menerapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter. Selain itu, pengguna perangkat digital dianjurkan untuk lebih sering berkedip, menggunakan kacamata sesuai kebutuhan, mengatur ukuran huruf agar mudah dibaca, serta menyesuaikan pencahayaan ruangan dan tingkat kecerahan layar.

Posisi layar juga perlu diperhatikan. Layar sebaiknya ditempatkan sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata, dengan bagian atas monitor sedikit lebih rendah dari tinggi mata.

Sementara itu, tempat kerja juga memiliki peran dalam mencegah keluhan akibat penggunaan layar digital. Penyediaan meja dan kursi ergonomis, pencahayaan yang nyaman, serta kesempatan untuk beristirahat secara berkala dapat membantu mengurangi risiko kelelahan mata dan gangguan otot. Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami mata merah yang tidak membaik, pandangan kabur terus-menerus, nyeri mata hebat, sakit kepala berulang, atau keluhan yang tetap muncul meski penggunaan layar telah dikurangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....