7 Risiko Minuman Energi bagi Tubuh jika dikonsumsi dalam Jangka Panjang

  • 17 Jun 2026 08:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Minuman energi (energy drink) kerap menjadi pilihan instan bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja dewasa, untuk meningkatkan stamina, kewaspadaan, dan konsentrasi. Namun, di balik popularitasnya, para ahli kesehatan mengingatkan adanya risiko besar yang mengintai tubuh jika minuman ini dikonsumsi secara berlebihan.

Dilansir dari laman KlikDokter, minuman energi umumnya mengandung kombinasi bahan aktif seperti kafein stimulan, gula tinggi sebagai sumber kalori, vitamin B, turunan asam amino seperti taurine dan L-karnitin, serta ekstrak herbal seperti guarana dan ginseng. Meski kombinasi kandungan tersebut mampu memberikan efek segar seketika, konsumsi yang tidak terkontrol dapat memicu gangguan kesehatan kronis. Berikut adalah tujuh dampak buruk minuman energi yang perlu diwaspadai:

1. Memicu Masalah Jantung

Konsumsi minuman energi secara berkala terbukti berkaitan erat dengan sejumlah kasus gangguan jantung yang memerlukan penanganan darurat. Kandungan kafein yang sangat tinggi di dalamnya dapat meningkatkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung, sekaligus menurunkan fungsi optimal pembuluh darah. Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit jantung diimbau untuk sangat berhati-hati terhadap jenis minuman ini.

2. Risiko Diabetes Tipe 2

Tingginya kadar gula dalam sebotol minuman energi dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam KlikDokter, individu yang mengonsumsi minuman manis satu hingga dua kali per hari memiliki risiko 26 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Gula berlebih ini juga memicu stres oksidatif dan inflamasi (peradangan) yang mempercepat munculnya penyakit kronis.

3. Bahaya Overdosis Kafein

Asupan kafein yang melebihi ambang batas toleransi tubuh dapat menyebabkan gejala keracunan atau overdosis. Kondisi ini ditandai dengan jantung yang berdebar kencang, mual, muntah, kejang, bahkan dalam beberapa kasus ekstrem dapat menyebabkan kematian.

4. Gangguan Kesehatan Mental dan Tidur

Zat stimulan dan kafein dosis tinggi dalam minuman energi dapat mengganggu keseimbangan kimiawi pada otak. Dampaknya, konsumen rentan mengalami gangguan kecemasan (anxiety) serta mengalami kerusakan pola tidur atau insomnia.

5. Mengancam Keselamatan Kehamilan

Bagi ibu hamil, konsumsi minuman berenergi sangat dilarang karena dapat membahayakan keselamatan janin. Kandungan keras di dalamnya berisiko menyebabkan keguguran, berat badan lahir rendah (BBLR), hingga kematian bayi dalam kandungan.

6. Merusak Organ Pencernaan dan Gigi

Selain masalah sistemik, dampak nyata lain dari minuman energi adalah kerusakan pada lapisan gigi akibat kadar asam dan gula yang tinggi. Efek samping lainnya meliputi gangguan pencernaan, obesitas akibat kalori kosong, serta dehidrasi.

Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk membatasi atau menghindari konsumsi minuman energi, serta memahami riwayat kesehatan pribadi sebelum mengonsumsinya. Kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, ibu hamil, serta ibu menyusui sangat direkomendasikan untuk menjauhi produk minuman ini demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....