RSUD Banyumas Dorong Penguatan Layanan Thalassemia dari Hulu hingga Hilir
- 16 Mei 2026 20:43 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Komitmen memperkuat penanganan thalassemia terus didorong RSUD Banyumas melalui seminar kesehatan yang digelar dalam rangka Hari Thalassemia Sedunia dan HUT ke-101 rumah sakit.
Seminar bertema “Bersama Kuatkan Layanan Thalassemia, Dari Layanan Primer Menuju Perawatan Komprehensif” itu berlangsung secara hibrid di Aula Pertemuan RSUD Banyumas lantai III Gedung Thalassemia, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Panitia Peringatan Bulan Thalassemia 2026 tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bahkan, sejumlah tenaga kesehatan dari luar Pulau Jawa turut bergabung secara daring.
| Baca juga: JKN Jaga Asa Penderita Penyakit Langka |
Dalam sambutannya, Direktur RSUD Banyumas dr. Widyana Grehastuti menjelaskan bahwa thalassemia merupakan penyakit genetik yang hingga kini belum dapat disembuhkan dan belum memiliki terapi definitif.
Karena itu, penyandang thalassemia atau yang sering disebut thaller harus menjalani transfusi darah sepanjang hidup serta rutin mengonsumsi obat kelasi besi dan vitamin setiap hari.
“Penyandang thalassemia atau yang kerap disebut thaller harus melakukan transfusi darah seumur hidup dan minum obat setiap hari seperti obat kelasi besi dan berbagai macam vitamin,” ucapnya dalam keterangan yang diterima RRI.
Ia menyoroti masih banyak pasien yang tidak disiplin mengonsumsi obat kelasi besi sehingga terjadi penumpukan zat besi di organ tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan kadar feritin meningkat dan berpotensi memicu berbagai komplikasi seperti gangguan jantung, ginjal, diabetes, osteoporosis, hingga penyakit lain yang membahayakan keselamatan pasien.
Menurutnya, layanan kesehatan primer memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam deteksi dini, skrining pembawa sifat (carrier), edukasi pranikah, hingga pendampingan psikososial bagi keluarga pasien.
“Peran layanan primer menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, skrining pembawa sifat (carrier), edukasi pra-nikah, serta pendampingan psikososial bagi keluarga pasien,” tuturnya.
Sementara itu, layanan komprehensif di rumah sakit berfungsi menyediakan standar terapi transfusi, pemberian kelasi besi, pemantauan komplikasi, sampai dukungan holistik guna meningkatkan kualitas hidup penyintas thalassemia.
Direktur RSUD Banyumas juga mengajak seluruh fasilitas layanan kesehatan primer di Banyumas dan sekitarnya untuk memperkuat sistem skrining serta rujukan berjenjang. Upaya edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar pencegahan thalassemia mayor dapat dilakukan sejak dini.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan materi dari enam narasumber, yakni Dr.dr. Sri Mulatsih, M.P.H, Sp.A(K) dari RSUP Sardjito, drg. Ali Taqwim, Sp.KGA dari Unsoed, serta sejumlah dokter dari RSUD Banyumas, yaitu dr. M. Basalamah, Sp.A(K), dr. Fresti Oktanindi, M.Sc., Sp.A., Sub.Sp.HO(K), dr. Tri Agus W., M.Sc., Sp.PD, dan Restuti, S.Kep., Ns.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....