Tiga Kabupaten Jadi Percontohan Program I-SEE
- 07 Jul 2026 17:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) dan CBM Global Disability Inclusion resmi meluncurkan Program Inclusive System for Effective Eye Care (I-SEE) sebagai upaya memperkuat sistem kesehatan mata yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Program yang didukung Australian Aid tersebut akan dijalankan selama lima tahun, mulai Mei 2026 hingga April 2031.
Peluncuran Program I-SEE digelar di Hotel Elsotel Purwokerto, Selasa (7/7/2026). Sebagai tahap awal, program akan diimplementasikan di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo yang dipilih berdasarkan kebutuhan layanan kesehatan mata serta komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaannya.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan mata yang inklusif dan berkelanjutan.
Country Director CBM Global Indonesia, Marisa Kristianah, mengatakan gangguan penglihatan dan kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, lansia, dan masyarakat di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses layanan kesehatan mata yang berkualitas.
"Melalui Program I-SEE, kami bersama para mitra berkomitmen memperkuat sistem kesehatan mata secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan layanan yang inklusif, pengembangan kapasitas tenaga kesehatan, hingga dukungan kebijakan yang berkelanjutan sehingga tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan mata," ujar Marisa.
Direktur YSKK sekaligus Koordinator Proyek I-SEE, Iwan Setiyoko, menjelaskan program tersebut dirancang untuk memperkuat seluruh ekosistem layanan kesehatan mata, mulai dari masyarakat hingga pemerintah daerah.
"Program I-SEE akan memperkuat kesadaran masyarakat tentang kesehatan mata, meningkatkan kapasitas fasilitas dan tenaga kesehatan dalam menyediakan layanan yang inklusif, memperkuat koordinasi dan kebijakan pemerintah daerah, serta membangun kemitraan multipihak untuk memastikan keberlanjutan layanan," jelasnya.
Peluncuran Program I-SEE dihadiri sekitar 60 peserta yang terdiri atas perwakilan perangkat daerah tingkat provinsi dan kabupaten, organisasi profesi, lembaga filantropi, komunitas penyandang disabilitas, hingga insan media. Suasana acara juga dimeriahkan penampilan musik akustik dari kelompok disabilitas Indonetra Purwokerto.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara YSKK dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah sebagai simbol dimulainya implementasi Program I-SEE. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur YSKK Iwan Setiyoko dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab, serta disaksikan langsung oleh jajaran manajemen CBM Global Indonesia.
Program I-SEE diharapkan menjadi model pengembangan sistem kesehatan mata yang efektif dan inklusif di Jawa Tengah. Keberhasilan pelaksanaannya di Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo akan menjadi pijakan untuk memperluas implementasi program ke kabupaten lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....