AI Bantu Instansi Pemerintah Ciptakan Konten Lebih Cepat dan Efisien
- 08 Sep 2026 11:12 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) mulai membuka peluang baru bagi instansi pemerintah dalam mempercepat proses pembuatan berbagai kebutuhan konten. Mulai dari komunikasi, publikasi, presentasi, laporan hingga materi sosialisasi, proses yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang kini dapat dilakukan dengan lebih singkat dan efisien melalui dukungan teknologi AI. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Webinar Pelatihan AILeap Nusantara “Content Creation dengan AI untuk Instansi Pemerintah” yang ditayangkan melalui kanal YouTube @Pusbangsdmbkn pada Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Microsoft dan Focus Target Solusi dalam menghadirkan pelatihan AI untuk mendukung kinerja ASN. Webinar tersebut menghadirkan Agus Suparno selaku AI Academic Expert sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, ia menjelaskan pemanfaatan sejumlah perangkat berbasis AI yang dapat membantu ASN dalam menghasilkan konten, khususnya konten visual dan video untuk kebutuhan instansi pemerintah.
“Tema yang memang tidak akan pernah habis dibahas di semua workshop, semua webinar yaitu bagaimana content creation dengan AI untuk instansi pemerintah. Jadi fokus kita hari ini adalah membuat konten kreasi dan spesifik lagi untuk instansi pemerintah,” ujar Agus.
Agus menjelaskan, AI dapat dimanfaatkan untuk mengurangi waktu yang biasanya tersita untuk pekerjaan teknis dalam pembuatan konten. Bagi instansi pemerintah, kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan materi komunikasi maupun informasi yang lebih cepat.
Salah satu contoh yang ditunjukkan dalam pelatihan adalah pembuatan video. Agus menerangkan bahwa perangkat AI dapat membantu proses penyuntingan, termasuk transisi, koreksi warna, sinkronisasi audio dan visual, hingga peningkatan kualitas video.
“Waktu yang kita buatkan kalau dulu membuat suatu konten video butuh berhari-hari. Nah, mungkin sekarang hanya hitungan jam atau bahkan menit untuk membuat satu video konten,” kata Agus.
Ia juga menunjukkan bagaimana penggunaan template dapat membantu ASN, khususnya bagi mereka yang belum terbiasa membuat konten visual maupun video. Template yang tersedia dapat digunakan secara langsung maupun disesuaikan dengan kebutuhan.
Kemudahan tersebut membuat proses pembuatan konten tidak harus selalu dimulai dari halaman kosong. Pengguna dapat memilih format yang tersedia, kemudian melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan informasi yang ingin disampaikan.
Dalam pelatihan tersebut, Agus memperkenalkan tiga perangkat yang dapat digunakan untuk mendukung proses content creation, yakni Microsoft Copilot, Microsoft Clipchamp, dan Microsoft Designer.
Ketiganya tidak hanya diperkenalkan secara terpisah, tetapi juga ditunjukkan bagaimana dapat digunakan secara terintegrasi dalam satu proses pembuatan konten. Copilot dapat membantu menghasilkan ide maupun materi awal, Microsoft Designer digunakan untuk membuat dan mengolah visual, sedangkan Clipchamp membantu proses penyuntingan video.
Melalui Microsoft Designer, misalnya, pengguna dapat membuat gambar berdasarkan deskripsi atau ide yang diberikan. Visual tersebut kemudian dapat disesuaikan kembali, mulai dari menghapus latar belakang, mengubah ukuran hingga menyesuaikan tata letak.
“Kalau Bapak dan Ibu ingin bikin gambar-gambar, silakan menggunakan Microsoft Designer, bisa juga mengeditnya. Misalnya ingin menghapus latar belakangnya, mengubah ukurannya, dan saran tata letak untuk cepat menyesuaikan visual,” ujar Agus.
Kemudahan tersebut dinilai dapat membantu ASN menghasilkan video untuk berbagai kebutuhan instansi, seperti menyampaikan pengumuman, mempresentasikan informasi maupun menjelaskan aturan baru kepada masyarakat.
Penggunaan AI bukan semata-mata untuk menggantikan pekerjaan manusia, tetapi untuk membantu mengurangi pekerjaan teknis yang bersifat rutin. Dengan demikian, waktu yang sebelumnya digunakan untuk mengerjakan pekerjaan teknis dapat dialihkan untuk memikirkan konsep dan ide yang lebih kreatif.
“Rangkaian alat bantu ini mendukung setiap tahapan mulai dari pembangkitan ide, desain visual hingga penyuntingan akhir. Dengan mengintegrasikan alat ini dalam satu proyek kita menyederhanakan proses dan memperoleh lebih banyak waktu untuk membuat keputusan kreatif,” ungkap Agus.
Menurut Agus, pendekatan tersebut penting bagi ASN karena pekerjaan rutin yang dapat dibantu oleh AI sebaiknya dimanfaatkan agar pegawai dapat memberikan perhatian lebih besar pada pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan dan kreativitas.
“Jadi lebih banyak waktu untuk berpikir ide kreatifnya, bukan teknisnya. Biarkan teknisnya dikerjakan oleh AI. Jadi, Bapak Ibu yang biasa mengerjakan rutinitas, apa nih yang rutinitasnya yang bisa dikerjakan oleh AI? Sudah dikerjakan AI saja,” tuturnya.
Pemanfaatan AI juga dapat membantu pengguna mengurangi waktu yang hanya dihabiskan untuk pekerjaan teknis seperti mengetik dan menyunting secara manual. Dengan demikian, ASN dapat memiliki ruang lebih besar untuk memikirkan gagasan yang akan dikembangkan ke depan.
Meski AI menawarkan kemudahan dalam proses pembuatan konten, pemanfaatannya di lingkungan pemerintahan tetap membutuhkan kehati-hatian. Konten yang dihasilkan AI tidak serta-merta dapat langsung dipublikasikan tanpa melalui pemeriksaan.
Dalam konteks instansi pemerintah, aspek akurasi, etika dan validasi menjadi bagian penting yang harus diperhatikan sebelum suatu konten disampaikan kepada masyarakat. Hal tersebut diperlukan agar informasi yang dipublikasikan tetap sesuai dengan fakta dan kebutuhan komunikasi pemerintah.
Selain itu, pengguna juga perlu memahami fungsi masing-masing perangkat serta menyesuaikannya dengan kebutuhan. Dalam praktiknya, Agus menunjukkan bahwa kemampuan yang tersedia dapat berbeda bergantung pada akun maupun lisensi yang digunakan. Meski demikian, ia mendorong peserta untuk mulai mencoba berbagai perangkat tersebut agar semakin terbiasa memanfaatkannya dalam pekerjaan sehari-hari.
“Kabar baiknya semua tool yang saya sebutkan tadi, tiga tool tadi ya, Copilot, Clipchamp dan Microsoft Designer itu bisa digunakan dengan versi gratisnya,” kata Agus.
Pada akhir sesi, Agus kembali menegaskan bahwa pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik bagi ASN untuk mulai memanfaatkan teknologi AI dalam pembuatan konten. Menurutnya, praktik yang diberikan dalam webinar menjadi langkah awal agar peserta dapat mengembangkan kemampuan tersebut lebih lanjut sesuai kebutuhan instansinya.
“Ini hanya trigger. Mudah-mudahan yang sedikit ini Bapak dan Ibu termotivasi untuk memanfaatkan tool ini,” ujarnya.
Webinar “Content Creation dengan AI untuk Instansi Pemerintah” menjadi bagian dari rangkaian pelatihan AI yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kapasitas ASN.
Melalui pemanfaatan AI dalam pembuatan konten, instansi pemerintah memiliki peluang untuk menghasilkan materi komunikasi, publikasi, presentasi, laporan hingga video secara lebih cepat dan efisien, dengan tetap menempatkan ketepatan informasi, etika dan proses validasi sebagai bagian penting sebelum konten dipublikasikan. (Novita Widya Putri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....