AI Agent untuk Asisten untuk Pelayanan Publik Terpadu

  • 06 Agt 2026 16:45 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mendorong transformasi digital di lingkungan Aparatur Sipil Negara melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal tersebut disampaikan dalam Webinar Microsoft Elevate bersama BKN yang mengangkat tema AI Agent untuk Asisten Pelayanan Publik Terpadu, pada Rabu (5/8/2026).

Pada pembukaan, BKN menegaskan komitmennya untuk membangun sistem manajemen ASN yang lebih modern melalui layanan digital. Berbagai inovasi sudah diterapkan, dari yang berbasis Computer Assisted Test (CAT), layanan kepegawaian melalui Sistem ASN (SASN), hingga aplikasi MyASN yang mempermudah berbagai urusan administrasi ASN.

Trainer Microsoft Elevate, yakni Yuza Mulia menerangkan bahwa perkembangan AI sudah membawa perubahan besar dalam dunia kerja, termasuk sektor pelayanan publik. Menurutnya, AI tidak hanya berfungsi sebagai mesin pencari informasi, lebih dari itu AI telah berkembang menjadi asisten kerja yang mampu membantu menyelesaikan berbagai tugas secara lebih efektif.

"Kalau mendengar kata AI mungkin sudah cukup lama, tetapi adopsi massal generative AI terjadi sekitar tiga sampai empat tahun terakhir. Di Indonesia sendiri saya melihat adopsinya sangat masif dalam dua tahun terakhir," ujar Yuza.

Beliau juga menjelaskan bahwa penggunaan AI mengalami perkembangan secara bertahap, yang tadinya mungkin hanya sekadar pencari informasi, kini semakin upgrade untuk berkolaborasi dengan pengguna, hingga mengotomatisasi berbagai pekerjaan.

"Hal-hal yang terjadi berulang dan memiliki pola seperti itu bisa dibantu oleh Copilot Chat maupun Copilot Agent," jelasnya.

Peserta diperkenalkan pada program Microsoft Copilot Chat untuk membantu menyusun jawaban layanan publik berdasarkan regulasi yang berlaku. Yuza menekankan pentingnya menyusun prompt atau instruksi secara jelas agar AI mampu memberikan jawaban yang lebih akurat. Meski begitu, hasil yang diberikan AI tidak bisa langsung diterima tanpa chross check ulang. Pengguna tetap harus melakukan verifikasi karena AI masih berpotensi menghasilkan informasi yang kurang tepat.

Selain Copilot Chat, webinar juga membahas pengembangan custom AI Agent, yaitu agen AI yang dapat dirancang sesuai kebutuhan masing-masing instansi. Dengan pendekatan tersebut, setiap unit kerja dapat memiliki asisten digital yang memahami prosedur, dokumen, serta karakteristik pelayanan di instansinya sehingga mampu meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, BKN berharap ASN semakin siap memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab untuk mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan berkualitas. Kehadiran AI diposisikan sebagai alat bantu yang meningkatkan produktivitas ASN, bukan untuk menggantikan peran manusia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Safira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....