Cuaca Pengaruhi Harga Cabai dan Bawang di Purwokerto

  • 02 Feb 2026 09:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Harga bahan pokok, khususnya cabai dan bawang, di Pasar Wage, Purwokerto, Senin (2/2/2026), terpantau mengalami perubahan harga. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas perdagangan serta daya beli masyarakat di pasar tradisional tersebut.

Perubahan harga paling terasa pada bahan pokok seperti cabai rawit merah dan bawang yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan di tingkat pedagang. Tabiyati, pedagang cabai di Pasar Wage mengatakan faktor cuaca dan pasokan menjadi penyebab utama terjadinya perubahan harga tersebut.

“Cabai rawit merah sekarang Rp48.000 per kilogram, sebelumnya Rp40.000. Kalau dijual bisa Rp52.000 sampai Rp55.000,” ujar Tabiyati.

Selain cabai, harga bawang juga menunjukkan tren kenaikan, terutama bawang putih. Kenaikan harga terjadi mulai dari tingkat distributor hingga ke pedagang eceran di pasar.

Baca juga: Sebulan Jelang Ramadan, Harga Cabe dan Telur Menurun

Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap dapat menutup biaya operasional, termasuk ongkos distribusi dan tenaga angkut.

“Bawang dari harga Rp30.000 naik menjadi Rp33.000 sampai Rp34.000. Faktor cuaca sangat berpengaruh,” kata Tabiyati.

Sementara itu, Rodiah, pedagang lainnya, menyebutkan tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan. Sebagian jenis bawang justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, harga cabai secara umum masih cenderung naik, sementara aktivitas pasar belum sepenuhnya kembal ramai seperti sebelumnya.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Purwokerto Purwokerto Mulai Turun

“Bawang merah turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000, tapi bawang putih naik jadi Rp40.000. Cabai juga agak naik,” ujar Rodiah.

Perubahan harga bahan pokok turut dirasakan oleh pembeli. Kenaikan harga dinilai berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang rutin berbelanja di pasar tradisional.

Yanti, pembeli di Pasar Wage berharap stabilitas harga dapat segera terwujud agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi tanpa membebani pengeluaran.

“Pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran. Harapannya harga bisa Kembali stabil,” ujar Yanti. (Liina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....