KKN UIN Saizu Purwokerto Gelar Aksi Subur Bojong untuk Konservasi Air

  • 03 Agt 2026 21:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menghadirkan gerakan progresif bertajuk "Aksi Subur Bojong". Program ini difokuskan untuk menjawab dua tantangan krusial di lingkungan pedesaan: ketersediaan pangan keluarga melalui konsep dapur hidup dan mitigasi kekeringan jangka panjang lewat konservasi air berbasis vegetasi.

Rangkaian kegiatan Aksi Subur Bojong dirancang dalam beberapa lini masa (timeline) strategis. Tahap awal penanaman pohon penyerap air jenis Pohon Picung dan kegiatan berikutnya berupa penanaman massal Bibit Cabai Rawit pada Minggu (2/8/2026)

Sebelum aksi penanaman serentak dilakukan, tim mahasiswa KKN bersama warga telah melalui beberapa tahap persiapan intensif, mulai dari pembuatan media tanam yang bagus lewat campuran Kohe dan Sekam hingga penyemaian benih secara mandiri. Saat ini, tercatat sebanyak 614 benih pohon Picung dan 3.000 benih cabai rawit telah selesai disemai dan siap untuk didistribusikan serta ditanam di berbagai titik strategis desa.

"Aksi ini tidak sekadar menanam, tetapi membangun kesadaran kolektif. Melalui cabai rawit, kami ingin mewujudkan kemandirian pangan skala rumah tangga atau yang biasa disebut dapur hidup. Sedangkan pohon picung kami proyeksikan sebagai tanaman resapan air yang kuat untuk menjaga struktur tanah dan ketersediaan cadangan air saat musim kemarau tiba," ujar Alfa Madjid selaku perwakilan mahasiswa KKN di Desa Bojong.

Manfaat Strategis untuk Desa

1. Dapur Hidup Cabai Rawit: Penanaman cabai di setiap rumah warga diharapkan mampu menekan dampak fluktuasi harga komoditas pangan di pasaran, sekaligus memastikan ketersediaan bumbu dapur pokok secara mandiri bagi masyarakat.

2. Konservasi Air dan Tanah: Pohon Picung dipilih karena memiliki sistem perakaran yang kuat dan efektif sebagai tanaman penyerap air. Penanaman ini disebar ke seluruh penjuru desa agar struktur tanah tetap kokoh, terhindar dari erosi, serta menjaga suplai air tanah tetap terjaga meski musim kemarau melanda.

Melalui Aksi Subur Bojong, mahasiswa KKN Desa Bojong berharap kolaborasi bersama warga ini dapat menjadi program yang berdampak dan berkelanjutan (sustainability) dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi mikro masyarakat desa Bojong, Kecamatan Langkap Lancar, Kabupaten Pangandaran. (Aji Nurohman Adikri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....