UMP Tuan Rumah Silatwil BEM PTMAI Jawa Tengah

  • 20 Jan 2026 16:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menyelenggarakan Silaturahmi Wilayah (Silatwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah Seluruh Indonesia (BEM PTMAI) Zona IV se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (18/1/2026). Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menggabungkan pertemuan organisasi dengan simposium internasional yang menyoroti isu ekonomi lingkungan dalam bingkai demokrasi Pancasila.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan mahasiswa dari berbagai kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah serta melibatkan narasumber berkapasitas nasional hingga internasional. Kehadiran tokoh seperti Menteri Perdagangan RI dan praktisi bisnis dari Berlin bertujuan untuk memberikan wawasan strategis bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

Presiden BEM UMP, Yoga Dwi Yuwono, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran penyelenggaraan Silaturahmi Wilayah BEM PTMAI Indonesia di UMP.

"Alhamdulillah, pada siang hari ini Silaturahmi Wilayah BEM PTMAI Indonesia yang diselenggarakan di UMP berjalan lancar. Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Rektor UMP yang telah memberikan kesempatan agar kampus ini bukan hanya menjadi pusat akademis, tapi juga ruang dialektika dan lahirnya gagasan-gagasan besar," ujar Yoga dalam keterangan yang diterima RRI, Senin (19/1/2026).

Baca juga: BEM PTMAI Zona IV Tetapkan Presiden Baru

Wakil Rektor III UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus untuk menjadi pusat pergerakan mahasiswa Muhammadiyah. Ia menegaskan komitmen penuh pihak rektorat dalam mendukung seluruh agenda yang dapat mempertajam daya kritis dan intelektualitas para aktivis kampus.

Ia juga berpesan agar forum ini menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan sekaligus semangat kewirausahaan. Mengacu pada sejarah Nabi Muhammad, mahasiswa diharapkan mampu bertransformasi menjadi pengusaha yang dapat berkontribusi pada ekonomi nasional, terutama di sektor ekspor.

"Rasulullah adalah pedagang. Mari kita jadikan diri kita menjadi pengusaha, apalagi jadi eksportir," kata Ikhsan.

Sementara itu, Prof. Dr. Sutrisno dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menambahkan bahwa, penguasaan teknologi digital dan bahasa asing adalah syarat mutlak menghadapi persaingan global. Ia menyarankan agar para pimpinan BEM mulai merencanakan studi lanjut ke luar negeri demi memperkuat kapasitas diri sebelum mencapai puncak karier di masa depan.

Baca juga: Mahasiswa FEB UMP Turun Langsung Dampingi UMKM Desa

Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. H. Tafsir, M.Ag., memberikan dorongan agar kader-kader mahasiswa bersiap mengambil alih kontrol kepemimpinan bangsa. Beliau memotivasi peserta agar menguasai pilar-pilar kekuasaan seperti politik, militer, dan ekonomi agar peran Muhammadiyah tetap relevan dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

Tahun 2045 Indonesia milik siapa? Saya harap milik kalian semua dari alumni BEM PTMAI. Indonesia adalah negara terbuka, siapapun punya hak untuk menjadi penguasa Indonesia,” ucap Tafsir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....