Mahasiswa UMP Dampingi Warga Purbadana Kembangkan Budi Daya Hidroponik

  • 14 Agt 2026 17:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Warga Desa Purbadana, Kecamatan Kembaran, Banyumas, mulai mendapat pendampingan untuk mengembangkan budi daya hidroponik. Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FPP UMP) menggelar praktik budi daya hidroponik bersama warga.

Kegiatan tersebut melibatkan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP), kelompok tani (Poktan), kelompok wanita tani (KWT), dan masyarakat setempat. Mahasiswa mendampingi peserta selama praktik, mulai dari persiapan hingga proses budidaya.

Ketua Tim PPK Ormawa BEM FPP UMP, Ivanalian Seila Tama, mengatakan kegiatan diawali dengan pengenalan dasar hidroponik. Materi meliputi prinsip budidaya tanaman tanpa tanah serta sejumlah faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.

"Warga kemudian diajak langsung mempraktikkan penyemaian benih dan pindah tanam ke instalasi hidroponik, dengan bimbingan intensif dari tim mahasiswa agar teknik yang diajarkan benar-benar dikuasai, bukan sekadar dipahami secara teori," kata Ivan.

Peserta juga mendapat materi mengenai nutrisi AB Mix, termasuk fungsi unsur hara dan cara penggunaannya. Setelah mendapatkan penjelasan, warga langsung mempraktikkan pembuatan nutrisi tersebut secara mandiri.

Ivan mengatakan keterampilan membuat AB Mix diharapkan dapat membantu kelompok tani mengurangi ketergantungan terhadap pasokan nutrisi dari luar.

Dosen pendamping, Dr. Oetami Dwi Hajoeningtijas, S.P., M.P., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kerja sama antara mahasiswa, BPP, kelompok tani, KWT, dan masyarakat dalam mengembangkan pertanian berbasis teknologi.

Kegiatan merupakan bagian dari program SI-PINTAR: Revitalisasi Smart Farming Hidroponik Berbasis IoT dan Energi Surya Guna Efisiensi Produksi serta Hilirisasi Komoditas Sayuran di Desa Purbadana.

"Saya berharap dengan adanya kerja sama yang baik ini, program PPK Ormawa ini dapat bermanfaat luas bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa mendorong warga tidak hanya memahami teknik hidroponik, tetapi juga mampu mengelola budidaya secara mandiri dan mengembangkannya sebagai kegiatan pertanian yang produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....