BEM PTMAI Zona IV Tetapkan Presiden Baru

  • 20 Jan 2026 15:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Silaturahmi Wilayah Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, baru saja digelar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto resmi ditutup pada Minggu (18/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang strategis konsolidasi gerakan mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Pada agenda penutupan tersebut, Presiden BEM KM Universitas Muhammadiyah Purwokerto Yoga Dwi Yuwono diumumkan sebagai Presiden Nasional BEM PTMAI Zona IV Jawa Tengah dan DIY. Terpilihnya Yoga menandai kepercayaan mahasiswa terhadap kepemimpinan yang dinilai mampu menyalurkan aspirasi lintas kampus.

“Terpilihnya Yoga Dwi Yuwono merupakan cerminan kepercayaan mahasiswa terhadap figur kepemimpinan yang berintegritas, memiliki visi kebangsaan, serta komitmen kuat dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa,” ujar Koordinator Presidium Nasional BEM PTMAI Indonesia Yogi Syahputra Alaydrus dalam keterangan yang diterima RRI, Senin (19/1/2026).

Baca juga: Mahasiswa FEB UMP Turun Langsung Dampingi UMKM Desa

Yogi menilai, Zona IV memiliki posisi strategis karena menjadi wilayah dengan konsentrasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai memberi tanggung jawab moral dan intelektual untuk kembali menjadi rujukan gerakan mahasiswa nasional yang progresif dan berdampak.

Ia juga berharap masa kepemimpinan Yoga mampu memperkuat sinergi antar-BEM, menjaga nalar kritis mahasiswa, serta menghadirkan gagasan solutif dalam merespons dinamika sosial, politik, dan kebijakan publik di tingkat regional maupun nasional.

“Presiden Nasional Zona IV diharapkan mampu membangun konsolidasi gerakan lintas kampus dan daerah, sekaligus menjadi motor penggerak perubahan sosial yang konstruktif,” ucap Yogi.

Baca juga: BEM FEB UMP Jalankan Program Mitra Desa 2026

Dalam sambutannya, Yoga Dwi Yuwono menegaskan komitmennya untuk mendorong kebangkitan gerakan mahasiswa yang berorientasi pada penguatan intelektualitas, keadilan sosial, dan keberpihakan terhadap kepentingan publik. Ia menilai gerakan mahasiswa perlu melakukan evaluasi kritis atas stagnasi yang terjadi dalam beberapa periode terakhir.

Yoga juga menekankan pentingnya membangun gerakan berbasis riset dan kajian ilmiah, serta menjalin kemitraan kritis dengan penyelenggara negara. Selain itu, ia menyoroti bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa Tengah sebagai peringatan atas lemahnya tata kelola lingkungan dan mitigasi kebencanaan.

“Mahasiswa tidak boleh terjebak pada simbolisme kegiatan organisasi semata, tetapi harus membangun gerakan berbasis data, riset, dan keberpihakan nyata kepada rakyat,” kata Yoga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....