140 Foto Lama Banyumas Diusulkan Jadi Memori Kolektif Bangsa

  • 31 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas– Ratusan tahun perjalanan batik Indonesia ternyata tidak hanya tersimpan dalam kain dan motif, tetapi juga dalam foto-foto lama. Sekitar 140 foto bersejarah dari Banyumas kini diajukan dalam nominasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Foto-foto tersebut disumbangkan Rumah Arsip Banjoemas untuk nominasi bertajuk “Arsip Batik Indonesia: Jaringan Dagang dan Budaya 1900–2023”.Koleksi yang diajukan merekam kehidupan masyarakat dan penggunaan kain batik, khususnya di wilayah Banyumas, dalam rentang 1900 hingga 1970-an.

Foto-foto tersebut dinilai tidak hanya menunjukkan bentuk dan motif batik, tetapi juga merekam kehidupan sosial masyarakat pada masanya.Founder Rumah Arsip Banjoemas, Jatmiko Wicaksono mengatakan, setiap foto menyimpan informasi penting mengenai perkembangan budaya batik di Banyumas.

“Mengumpulkan arsip foto batik bukan hanya mencari gambar lama. Setiap foto merupakan jejak peradaban yang menyimpan cerita tentang para pembatik, motif yang berkembang, cara batik digunakan, sampai identitas masyarakat Banyumas pada zamannya,” kata Jatmiko Senin (31/8/2026).

Menurut Jatmiko, menemukan dan mengumpulkan foto-foto lama bukan pekerjaan mudah. Sebagian arsip telah tersebar di berbagai tempat, mulai dari kolektor pribadi, pengepul barang bekas, pasar barang antik, hingga berada di luar negeri.

Karena itu, setiap arsip yang berhasil ditemukan kembali memiliki nilai penting dalam menjaga memori sejarah masyarakat.“Sejarah tidak hanya ditulis melalui buku, tetapi juga dapat direkam dan diwariskan melalui sebuah foto,” ujarnya.

Pengusulan Arsip Batik Indonesia dilakukan secara bersama oleh 17 lembaga dan pemilik koleksi. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dinas kearsipan, perpustakaan, museum, komunitas, yayasan hingga pelaku usaha batik.

Jatmiko mengatakan, keterlibatan Rumah Arsip Banjoemas dalam nominasi MKB menjadi bagian dari upaya membawa arsip lokal Banyumas ke dalam konteks sejarah nasional.

Menurutnya, koleksi yang dirawat Rumah Arsip Banjoemas tidak hanya berkaitan dengan sejarah Banyumas, tetapi juga merekam perjalanan budaya, aktivitas ekonomi, serta kehidupan masyarakat Indonesia pada masa lalu.

Arsip tersebut juga tidak berhenti sebagai koleksi. Rumah Arsip Banjoemas memanfaatkannya untuk penelitian, digitalisasi, pameran, serta edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Anggraito AP, mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap lembaga maupun individu yang mewakili Banyumas dalam penominasian MKB 2026.

“Kami akan membantu semampu kami, misalnya terkait administratif dan serta yang menjadi kewenangan kami,” kata Agus dalam rapat koordinasi bersama 17 lembaga dan individu yang berkolaborasi dalam khazanah arsip batik.

Rumah Arsip Banjoemas merupakan ruang komunitas yang dikelola Banjoemas History Heritage Community. Komunitas ini berfokus pada pengumpulan dan penyelamatan memori lokal melalui foto lama, dokumen bersejarah, serta berbagai materi visual tentang Banyumas Raya.

Selain menyimpan arsip, Rumah Arsip Banjoemas juga mengembangkan kegiatan riset, edukasi publik, dan kampanye kesadaran tentang pentingnya pelestarian arsip.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....