Melalui Tokoh Aswani, Sendratari Jagabayan Angkat Nilai Kesetiaan dan Ketulusan
- 13 Jul 2026 11:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pagelaran seni budaya Banyumas Bhayangkara Experience sukses memukau masyarakat melalui pementasan Sendratari Jagabayan bertajuk Kumbakarna Narapati. Di balik megahnya kisah kepahlawanan yang dibawakan, sorotan penonton tertuju pada keteguhan hati karakter Aswani, istri Kumbakarna, yang diperankan oleh Zahra Dwi Karunia.
Sosok Aswani hadir sebagai pusat emosional pertunjukan. Di tengah kecamuk perang antar kerajaan, Aswani dikisahkan harus menerima kenyataan pahit atas gugurnya anak-anak mereka di medan perang serta kepergian sang suami ke garis depan pertempuran. Meski didera cobaan berat, tokoh ini digambarkan sebagai representasi ketangguhan seorang perempuan yang menghadapi badai kehidupan dengan kesetiaan, ketulusan, dan keikhlasan.
Untuk mendalami peran tersebut, Zahra terlebih dahulu mempelajari keseluruhan alur cerita dan memahami karakter-karakter yang terlibat, khususnya Kumbakarna sebagai tokoh yang memiliki hubungan erat dengan Aswani. Proses tersebut membantunya menghayati perasaan seorang istri yang harus menghadapi berbagai cobaan hidup, mulai dari kehilangan anggota keluarga hingga konsekuensi perang yang menimpa kerajaan.
“Saya mencoba memahami masing-masing karakternya terlebih dahulu, terutama karakter pendamping yang paling dekat, yaitu Kumbakarna. Setelah itu baru saya bisa, memahami gimana sih perasaannya jadi, Aswani seorang istri yang punya suami harus perang, kehilangan anak-anak tapi dia harus melanjutkan kehidupannya untuk kerajaannya dan untuk bangsanya,” ujar Zahra.
Meskipun menghadapi tantangan waktu persiapan yang sangat terbatas, pemain tetap berkomitmen untuk menyuguhkan performa yang maksimal di atas panggung. Zahra mengungkapkan bahwa timnya hanya sempat menggelar latihan bersama sebanyak tiga kali saja sebelum hari pertunjukan. Keterbatasan ini dipicu oleh sulitnya menyatukan jadwal di tengah kepadatan agenda masing-masing pemeran serta kru pendukung yang terlibat.
Bagi Zahra, pementasan Sendratari Jagabayan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar tontonan hiburan pengisi waktu luang. Ia menilai seni pertunjukan tradisional memiliki kekuatan besar sebagai media yang efektif untuk mengalirkan nilai-nilai moral dan filosofi kehidupan. Nilai-nilai luhur itulah yang menurutnya masih sangat relevan untuk menjadi cermin realitas sosial masyarakat saat ini.
Melalui pementasan tersebut, para pelaku seni berharap masyarakat tidak hanya menikmati sajian pertunjukan, tetapi juga mampu menangkap pesan moral yang terkandung di dalamnya. Kehadiran Sendratari Jagabayan juga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali seni tradisional kepada generasi muda sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya daerah. (Sofia Almas Meylani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....