Lebih dari Sekadar Gorengan: Sepotong Mendoan, Seribu Cerita Wong Banyumas
- 22 Jun 2026 13:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Kalau mampir ke Purwokerto rasanya kurang lengkap kalau belum mencicipi tempe mendoan hangat yang sangat menggugah selera makan. Makanan khas ini memang punya tekstur lembut dan kenyal yang bikin siapa saja ketagihan saat pertama kali mencoba.
Ciri khas utama mendoan adalah digoreng setengah matang sehingga tepungnya masih terasa basah dan tidak kering sama sekali. Tempe yang digunakan pun khusus karena dibungkus daun pisang tipis agar aroma kedelainya tetap terasa sangat segar saat digoreng.
“Banyumas itu memang identik dengan mendoan, jadi mendoan itu juga sudah jadi simbolitasnya orang Banyumas, rasanya kurang afdol kalau ke Banyumas itu tidak memakan mendoan, biasanya kalau digoreng hangat-hangat menciptakan kehangatan layaknya orang Banyumas,” ungkap Putri Audina Kartini, Finalist Kakang Mbekayu Banyumas 2025 dalam dialog Spada Pro 2 RRI Purwokerto, Minggu (21/06/2026)
“Banyak perantau yang bilang, mereka tuh kangen banget sama mendoan daripada makanan lainnya, trus teksturnya, yang tidak dijumpai di tempat lain, adanya cuma di Banyumas aja,” tambah Nabila Rihhadatul Aisy, Finalist Kakang Mbekayu Banyumas 2025.
Dibalik rasanya yang lezat, tempe mendoan juga memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Banyumas. Tekstur mendoan yang luwes dan tidak kaku konon mencerminkan karakter warga setempat yang ramah, santun dan mengedepankan musyawarah serta kedamaian.
Jika berkunjung ke Banyumas atau Purwokerto , anda dapat menemukan sentra oleh - oleh legendaris yang menjual mendoan baik matang maupun dalam kemasan mentah untuk digoreng sendiri di rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....