Yayasan Lengger Bicara Banyumas Konsisten Jaga Kelestarian Seni Tradisional
- 20 Jun 2026 10:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Yayasan Lengger Bicara Banyumas konsisten menjaga dan melestarikan seni tradisional Banyumas lewat gelaran event tahunan Lengger Bicara. Kegiatan yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan kesenian dan budaya Banyumas kepada masyarakat, khususnya generasi muda agar tetap mengenal warisan budaya daerahnya.
Ketua Yayasan Lengger Bicara Banyumas, Dewi Anggyaning Tyas, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan dan menjadi salah satu upaya nyata untuk memperkenalkan budaya Banyumas kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Ya, pastinya sih buat menjaga kelestariannya. Menjaga bahwa budaya kita tuh tetap ada. Kalau misalnya sampai anak muda enggak kenal, kan nanti bisa dilupain,” ucapnya.
Penggunaan nama lengger pada event Lengger Bicara dipilih sebagai identitas khas Banyumas. Namun, tujuan yang ingin dicapai tidak hanya melestarikan kesenian lengger, melainkan juga memperkenalkan berbagai seni dan budaya Banyumas lainnya.
Selain itu, Lengger bicara juga menjadi upaya Yayasan Lengger Bicara dalam membina dan mendampingi para seniman tradisional, khususnya di Banyumas, agar bisa menarik peminat dari kalangan muda.
“Mungkin selama ini mereka sering bikin acara, tapi mungkin kurang dilirik karena secara tampilan belum sesuai dengan apa yang dipikirin anak muda. Nah, kalau Lengger Bicara ini kan bikin event kayak konser lah kelasnya. Jadi biar anak muda tuh tertarik pengin,” ujarnya.
Anis menjelaskan, yayasan juga tengah merencanakan program kegiatan budaya yang lebih rutin, baik bulanan maupun mingguan. Namun untuk saat ini, fokus utama masih pada penyelenggaraan berbagai event budaya sebagai wadah promosi dan pelestarian seni tradisional.
Ia menilai kondisi regenerasi pelaku seni lengger di Banyumas saat ini cukup baik. Hal tersebut terlihat dari banyaknya sanggar seni yang aktif serta meningkatnya minat anak muda untuk mengenal kesenian tradisional. Meski demikian, keterlibatan penari laki-laki masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
“Kalau penari perempuan sudah cukup banyak, tetapi untuk laki-laki masih sangat kurang. Padahal ada banyak tari tradisional yang menunjukkan kegagahan dan memang diperankan oleh laki-laki,” katanya.
Event Lengger Bicara dikemas layaknya sebuah konser sehingga diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat untuk lebih dekat dengan seni tradisional. Melalui konsep tersebut, yayasan berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menyaksikan maupun terlibat langsung dalam kegiatan seni budaya Banyumas. (Aisha)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....