Literasi Bangsa: Aksara Bermakna, Sastra Bercerita untuk Menembus Batas Bangsa
- 07 Okt 2026 14:08 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dengan mengusung tema “Aksara Bermakna, Sastra Bercerita: Menembus Batas demi Literasi Bangsa”.
Koordinator Acara Bulan Bahasa, Anggun Meilani, mengatakan rangkaian kegiatan diawali dengan technical meeting dan pembukaan yang telah dilaksanakan pada 28 September 2026. Kegiatan selanjutnya berupa seminar yang akan digelar pada 12 Oktober, kemudian Olimpiade Nasional Bulan Bahasa pada 15 Oktober 2026.
“Technical meeting ini untuk tanya jawab untuk beberapa peserta lomba yang akan mengikuti lomba Olimpiade Nasional Bulan Bahasa. Ada tanya jawab dengan dosen jurinya sekalian,” ujar Anggun dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Purwokerto, Selasa (6/10/2026).
Anggun menjelaskan, Olimpiade Nasional Bulan Bahasa menghadirkan sejumlah cabang lomba bagi siswa tingkat menengah atas, di antaranya baca puisi, cipta puisi, pidato, dan video edukatif. Sementara bagi mahasiswa terdapat lomba penulisan karya ilmiah dan cipta puisi yang dilaksanakan secara daring.
Menurut Anggun, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman literasi di kalangan anak muda. Literasi dinilai tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan menyimak, mendengarkan, dan berkomunikasi.
“Literasi itu tidak hanya selain menulis dan membaca, ada juga menyimak, ada juga mendengarkan, dan ada juga komunikasi juga termasuk literasi,” jelasnya.
Ketua Panitia Bulan Bahasa, Novita Harmitriana, menilai salah satu tantangan dalam membangun budaya literasi saat ini adalah kebiasaan anak muda menggunakan media sosial. Ia mengaku lebih mudah terdistraksi untuk membuka media sosial dibandingkan membaca buku atau informasi yang bermanfaat.
“Kalau dari aku sendiri mungkin lebih ke malas untuk mengontrol diri sendiri itu sangat susah. Lebih suka bermain media sosial kayak scroll TikTok daripada baca buku dan informasi-informasi yang penting,” ungkap Novita.
Meski demikian, Novita menegaskan kegiatan Bulan Bahasa terbuka bagi peserta yang ingin belajar dan tidak harus memiliki kemampuan literasi yang sudah tinggi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman dan membangun relasi.
| Baca juga: Mengungkap Kisah di Balik Novel “Gang Damai” |
“Untuk teman-teman kalau mau daftar seminar atau mau ikut Olimpiade Bulan Bahasa dari kami itu enggak harus jago dulu, belajar saja tidak apa-apa,” kata Anggun.
Novita juga menyarankan agar proses belajar literasi dapat dimulai dengan membaca. Menurutnya, membaca dapat memberikan gambaran dan menjadi bekal seseorang sebelum mulai menulis.
“Membaca dulu sih, membaca dulu biar kita ada gambaran. Kita dari menulis ini perlu gambaran dari beberapa buku-buku yang pernah kita baca atau karya-karya yang kita baca dulu,” tuturnya.
Sementara itu, seminar Bulan Bahasa yang akan digelar pada 12 Oktober menghadirkan tiga narasumber, yakni Oki Madasari, MH Jay Berata, dan dosen PBSI UMP, Ibu Yayu. Seminar tersebut terbuka untuk umum dan akan dilengkapi sesi diskusi sehingga peserta dapat berinteraksi langsung dengan narasumber.
Novita berharap seminar dan Olimpiade Bulan Bahasa dapat terus diminati masyarakat, khususnya generasi muda. Ia juga mengajak peserta untuk tidak takut mencoba dan terus menghasilkan karya.
“Jangan takut mencoba hal baru. Kami di sini tidak akan mengomentari apapun, yang penting ayo terus mencoba dan kami selalu menghargai karya-karya apapun itu,” pungkas Novita. (Dwi Anis)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....