Mengubah Mindset ASN, Tekanan Kerja Menjadi Rasa Nikmat dan Syukur

  • 01 Okt 2026 10:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Permasalahan dalam dunia kerja seringkali membuat seseorang merasa tertekan dan tidak menikmati pekerjaanya. Melalui Buku dengan judul “Jangan membuat masalah kecil di tempat kerja menjadi masalah besar” karangan Richard Carlson, Phd mengajarkan pekerja untuk melihat bahwa permasalahan kerja tidak selalu dinilai besar dan memberatkan pekerja.

Bagi ASN, membangun budaya kerja yang saling menghargai, terbuka dalam berkomunikasi, dan bijak menghadapi perbedaan merupakan langkah sederhana yang berdampak besar. Melalui ASN Membaca Seri 9, mari bersama mengambil pelajaran dari buku ini untuk mengelola persoalan secara lebih tenang, solutif, dan profesional, sehingga masalah kecil tidak berkembang menjadi masalah besar.

Hal ini dijelaskan oleh Widyaiswara Ahli Pertama BPSDM Jawa Timur, Prima Utama Wardoyo Putro, S.E., M.M, bahwa buku ini memiliki judul yang simpel dan sederhana namun merepresentasikan pengalaman pada dunia kerja. Pada buku tersebut disebutkan bahwa masalah-masalah kecil yang dialami pada tempat kerja terlalu menghabiskan fokus seseorang. Hal tersebut dapat bepengaruh pada produktivitas kerja dan berakhir menjadi sebuah persoalan besar.

“Dalam buku ini juga disebutkan ketika seorang pegawai itu memiliki mood yang bagus, bahagia, dia akan lebih termotivasi, mudah untuk belajar, mudah bekerja sama dengan orang lain dan lain sebagainya,” ungkap Prima Utama.

Selanjutnya untuk pembahsan pertama dalam buku tersebut berjudul “jangan lupa bahagia”. Penjelasan lebih lanjut mengenai judul buku tersebut adalah mengenai hak dari pekerja atau ASN, bahwa pekerja atau ASN juga berhak merasakan dan menunjukan kebahagiaaan. Selain itu pada buku “jangan membuat masalah kecil di tempat kerja menjadi masalah besar” juga diajarkan untuk tidak mendramatisasi tenggat pekerjaan. Pekerjaan yang harus selesai sesuai dengan dadline disarankan untuk dikerjakan tanpa banyak mengeluh dan terlalu dipikirkan, sehingga energi dan waktu tidak terbuang habis untuk mengeluhkan pekerjaan.

Semua pekerjaan menuntut kita untuk tepat waktu dan tuntutan tersebut memiliki berbagai dampak positif apabila dinilai dari segi positifnya. Penetapan waktu atau tenggat dapat menjadi media untuk belajar lebih kreatif, lebih efisien dan melatih daya daya tahan seseorang dalam manajemen waktu, manajemen tim dan lainnya.

Richard Carlson, Ph.D. dalam bukunya mengajarkan bahwa ketika sorang pekerja atau ASN merasakan bosan mengikuti sebuah rapat, disarankan untuk mencoba fokus pada isi dari pembahasan rapat. Mencoba mengambil manfaat dan pembelajaran pada rapat yang dilaksanakan. Wawasan dan pengetahuan baru dalam dunia kerja yang diperoleh dari rapat dapat memberikan gambaran terkait cara komunikasi yang baik dan menghargai perbedaan pendapat.

“Buku ini Richard Carlson ini mengajari kita bahwa kita janganlah terfokus pada yang namanya hari Jumat. Seolah-olah kebahagiaan itu hanya terletak pada hari Jumat saja,” Prima Utama Wardoyo Putro, S.E., M.M

Menikmati pekerjaan adalah salah satu bentuk rasa terimakasih seseorang terhadap tuhannya. Di dalam dunia kerja selain kecerdasan emosional juga diperlukan kecerdasa secara spiritual. Pada buku Richard Carlson, Ph.D. rasa syukur dapat mengajarkan seseorang dalam memanajemen stress, sebab dengan rasa syukur bentuk pekerjaan yang dibebankan akan lebih mudah diterima dan dinikmati.

Pada dunia kerja tantangan tidak hanya datang dari diri sendiri, tantangan secara eksternal seperti memiliki atasan yang banyak berbicara juga menjadi salah satu tantangan bagi sebagian pekerja. Pada buku Richard Carlson, Ph.D. dijelaskan bahwa memiliki atasan yang banyak berbicara merupakan salah satu keuntungan. Hal tersebut dikarenakan dapat mendorong pekerja untuk lebih menunjukan performanya ke arah yang lebih baik dan mendorong mendapatkan kompetensi baru.

Beban kerja yang dihadapi oleh pekerja harus disikapi dengan tenang, kunci dari ketenangan tersebut yaitu self control. Kontrol diri menentukan bagaimana seseorang menyikapi tempat kerja dan lingkungan kerjanya. Selain self control seorang pekerja juga harus selalu introspeksi diri mengenai efektivitas waktu yang ada apakah telah dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan maksimal.

Bergaul dan tidak memilah-milah perorangan dalam dunia kerja adalah bentuk menghargai dan melatih leadership. Beberapa orang yang dianggap memiliki pengaruh negatif justru dapat memberikan tantangan dan wawasan baru. Untuk menerima banyak orang memang lebih sulit dilakukan, namun dengan cara demikian seseorang dapat melatih diri menjadi pekerja yang pandai merancang komunikasi dan skill-skill baru.

Prima Utama Wardoyo Putro, S.E., M.M menjelaskan bahwa relevansi dari buku Richard Carlson, Ph.D. untuk diimplementasikan dalam sebuah institusi atau ASN adalah mengajak pekerja untuk melihat suatu permasalahan dari sisi yang lain. Perspektif yang berbeda akan menciptakan cara yang berbeda pula dalam menghadapi suatu permasalahan. Dengan demikian dalam menyelesaikan suatu persoalan tidak perlu menghabiskan banyak tenaga dan pikiran.

Belajar menganggap sebuah permasalahan dalam dunia kerja adalah masalah yang biasa dan tidak membesar-besarkan. Jadikan permasalahan yang ada pada dunia kerja sebagai sebuah wadah untuk terus berkembang dan belajar mengatasi permasalahan yang akan datang dikemudian hari. Mulai memperbarui diri dengan terus menerapkan pikiran yang positif dan bersyukur. (Dini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....