Tak Hanya Bicara, Penyiar Radio Hadapi Beragam Tantangan
- 11 Sep 2026 19:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Menjadi penyiar radio tidak hanya membutuhkan kemampuan berbicara di depan mikrofon, tetapi juga kesiapan menghadapi beragam karakter narasumber, pendengar, hingga situasi tak terduga selama menjalankan tugas. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari suka duka yang dirasakan penyiar dalam menjalani profesinya.
Penyiar Radio Mitra, Sandy dalam Special Talk Radio Day with Radio Crew Pro 2 RRI Purwokerto, Kamis 10 September 2026, mengatakan salah satu tantangan yang kerap dihadapinya adalah ketika harus berinteraksi dengan narasumber yang cenderung pendiam. Kondisi tersebut membuat penyiar harus bekerja lebih keras untuk menjaga percakapan tetap berjalan dan menghindari terjadinya kekosongan siaran.
“Kalau misalnya ketemu sama orang baru kan agak susah beradaptasi. Harus mengeluarkan banyak energi,” kata Sandy
Menurutnya, kondisi tersebut semakin terasa ketika narasumber hanya memberikan jawaban singkat. Penyiar harus menyiapkan pertanyaan tambahan dan mencari topik lain agar pembicaraan tetap mengalir.
Sandy mengaku terkadang perlu mempersiapkan diri sebelum siaran dengan mengetahui terlebih dahulu siapa narasumber yang akan hadir. Persiapan tersebut dilakukan untuk membangun kesiapan mental, terutama ketika menghadapi narasumber dengan karakter komunikasi yang berbeda-beda.
Sementara itu, narasumber lain yang juga menjadi penyiar Radio Mitra, Emily, mengatakan salah satu hal yang membuat profesi penyiar menarik adalah kesempatan bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Interaksi dengan narasumber juga memberikan kesempatan bagi penyiar untuk memperoleh informasi dan memperluas relasi.
“Yang paling menyenangkan mungkin karena ketemu sama orang-orang baru juga. Akhirnya kayak narasumber dari beberapa latar belakang,” ujar Emily.
Namun, pengalaman menjadi penyiar juga tidak selalu menyenangkan. Emily mengungkapkan pernah menghadapi pendengar yang menunjukkan perhatian secara berlebihan hingga menunggunya di depan studio pada malam hari.
Menurutnya, situasi tersebut membuat dirinya merasa takut sehingga meminta seorang teman untuk menemani hingga meninggalkan tempat kerja. Ia menilai penyiar juga perlu memiliki batasan dalam berinteraksi dengan pendengar untuk menjaga keamanan dan kenyamanan.
Di sisi lain, terdapat pula pengalaman menyenangkan dari pendengar. Emily menyebut sebagian pendengar memberikan dukungan dengan cara mengirimkan makanan atau berinteraksi secara positif dengan penyiar.
Selain menghadapi narasumber dan pendengar, penyiar juga berkesempatan mengikuti kegiatan di luar studio. Sandy mengaku menikmati pengalaman terlibat dalam kegiatan lapangan karena dapat merasakan suasana kerja yang berbeda dari rutinitas siaran di dalam studio.
Beragam pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan penyiar radio memiliki tantangan sekaligus kesenangan tersendiri. Kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, menjaga batasan dengan pendengar, serta menghadapi situasi tak terduga menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....