Radio Dinilai Tetap Relevan di tengah Perkembangan Digital

  • 11 Sep 2026 19:47 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Radio dinilai masih relevan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin bergantung pada perangkat digital. Perkembangan teknologi justru mendorong radio untuk beradaptasi melalui berbagai platform, seperti siaran langsung di YouTube, TikTok, dan layanan streaming.

Dalam program khusus Radio Day with Radio Crew di Pro 2 Kamis 10 September 2026, Penyiar Radio Mitra, Emily, mengatakan perkembangan teknologi tidak serta-merta menghilangkan keberadaan radio. Menurutnya, radio tetap dapat bertahan dengan menyesuaikan cara penyampaian konten dengan kebiasaan masyarakat saat ini.

“Karena sekarang sudah apa-apa serba digital dan tidak menutup kemungkinan kita juga sekarang siarannya pun digital,” kata Emily,

Ia menyebut perkembangan teknologi membuat pola konsumsi siaran radio turut berubah. Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mendengarkan radio melalui perangkat konvensional, kini sebagian pendengar juga mengakses siaran melalui telepon pintar maupun menyaksikan aktivitas penyiar melalui kamera.

Menurut Emily, kondisi tersebut membuat radio tidak lagi hanya mengandalkan suara. Sejumlah radio mulai menghadirkan siaran dalam bentuk visual melalui berbagai platform digital agar tetap dapat menjangkau pendengar sekaligus audiens baru.

Penyiar Radio Mitra lainnya, Sandy, mengatakan pihaknya juga mulai beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Selain siaran radio, penyiar turut menjalankan jadwal live melalui TikTok maupun platform streaming.

Meski demikian, menurut Sandy, pendengar radio konvensional masih tetap ada. Ia menyebut sebagian pendengar masih menggunakan perangkat radio untuk menikmati siaran dan menyampaikan permintaan lagu tanpa memantau siaran melalui platform digital.

Sandy menilai radio memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan layanan musik digital. Pendengar radio tidak selalu mengetahui lagu atau konten yang akan mereka dengarkan sehingga terdapat unsur kejutan dalam setiap siaran.

“Radio itu punya nilai yang berbeda lah ya. Dibanding kalau misalnya kita lewat handphone bikin playlist, ya kita sudah tahu playlistnya. Kalau radio kan ada kejutan-kejutannya,” katanya.

Emily menambahkan, tantangan bagi penyiar dalam menghadapi transformasi digital salah satunya adalah tuntutan untuk tampil di depan kamera. Ia berharap radio dapat terus mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter utamanya sebagai media yang menghadirkan informasi, hiburan, dan interaksi dengan pendengar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....