SENSE 2026: Kompetisi Kreativitas Bisnis Mahasiswa Nasional dari UNSOED

  • 26 Agt 2026 15:58 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Ajang Soedirman Entrepreneurship Case Competition (SENSE) 2026 dirancang bagi mahasiswa Indonesia, mengasah kemampuan memecahkan permasalahan bisnis secara nyata. Melalui Sore Ceria Pro2 RRI Purwokerto, bersama Rico Erianwie (Project Officer) dan Nadila Puspita Sari (Koordinator Jumas) memperkenalkan kompetisi bisnis berskala nasional yang diselenggarakan pihak mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.

"SENSE ini adalah perlombaan yang ditujukan kepada mahasiswa untuk di mana mereka akan memecahkan masalah di lingkup permasalahan bisnis sebagai bisnis konsultan," ujar Rico pada Selasa (25/8/2026).

Kompetisi ini menempatkan peserta layaknya seorang konsultan bisnis profesional yang dituntut memberikan solusi aplikatif, inovatif, dan realistis bagi perusahaan. Dengan level kompetisi nasional, SENSE menjadi platform bergengsi yang membedakan diri melalui rangkaian acara yang terstruktur dan mendalam.

Salah satu keunggulan utama, adanya sesi seminar yang diisi oleh pakar bisnis dan praktisi berpengalaman. Berbeda dengan kompetisi lain, panitia menempatkan seminar sebagai pembekalan strategis bagi para finalis sebelum mereka masuk ke tahap presentasi akhir. Bertujuan agar peserta mendapatkan wawasan mendalam yang dapat diimplementasikan langsung saat memecahkan case study yang diberikan oleh panitia.

"Karena kita kan seminar dulu baru kita besoknya final, kita penginnya mereka dapat ilmu sehingga ilmu itu bermanfaat di finalnya mereka," ungkap Nadila

Syarat partisipasi kompetisi ini dibuka bagi mahasiswa angkatan 2023 hingga 2026. Meskipun persaingan di level nasional sangat ketat, mahasiswa baru pun memiliki peluang yang sama besar untuk berpartisipasi. Antusiasme peserta pada musim sebelumnya sangat tinggi, bahkan banyak mahasiswa dari luar Pulau Jawa yang rela melakukan perjalanan jauh demi mengikuti kompetisi ini secara offline di Purwokerto.

Pengerjaan proposal, peserta diperbolehkan menggunakan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), sebagai alat bantu brainstorming. Namun, pihak penyelenggara menekankan bahwa penggunaan teknologi harus dibatasi pada tahap pencarian ide saja. Gagasan utama dan eksekusi tetap harus dilakukan secara manual untuk memastikan keaslian, kreativitas, dan ketajaman analisis manusia dalam menentukan keberlanjutan bisnis tersebut.

Timeline SENSE 2026 telah disiapkan secara terperinci untuk memudahkan peserta. Open registration akan dimulai pada 1 September hingga 17 September 2026, yang terbagi dalam dua batch dengan perbedaan harga pendaftaran. Setelah tahap registrasi dan pengumpulan proposal, akan ada proses penjurian selama sekitar 1 bulan sebelum diumumkan siapa saja finalis yang berhak melaju ke tahap berikutnya.

Tema yang diangkat, "Empowering creative solution and strategic execution to build sustainable and competitive business". Melalui tema ini, mahasiswa tidak hanya menciptakan bisnis yang menguntungkan secara finansial, tetapi juga memiliki ketahanan dan keberlanjutan di masa depan. Hal ini sangat relevan dengan kondisi UMKM di Indonesia yang saat ini banyak menghadapi tantangan kompetisi pasar yang dinamis.

Bagi yang berhasil masuk ke tahap final, mereka mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari uang pembinaan, sertifikat nasional, hingga networking luas dengan para ahli dan sesama mahasiswa dari berbagai daerah. Pihak penyelenggara sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin bertanya atau membutuhkan informasi lebih lanjut melalui akun media sosial resmi di Instagram @sense.unsoed, di mana admin humas siap melayani dengan cepat.

"Kalau zaman dulu untuk berbisnis pasti harus pakai modal dong. Kalau sekarang enggak harus. Modalnya emang kecerdasan mereka," pungkas Rico.

Maka penting bagi anak muda untuk berani memulai langkah dalam dunia bisnis. Rico dan Nadila mengajak seluruh mahasiswa untuk segera bersiap melakukan pendaftaran saat akses dibuka pada awal September mendatang. Kompetisi SENSE 2026 bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah pembelajaran komprehensif bagi calon pemimpin masa depan untuk memahami ekosistem bisnis secara mendalam. (Fattah Zakaria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....