Prestasi Perempuan Tinggi, Akses Karier Belum tentu Setara
- 10 Agt 2026 18:07 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto-Perempuan dinilai memiliki capaian pendidikan yang cukup tinggi, namun prestasi akademik tersebut belum selalu diikuti dengan kesetaraan akses dalam dunia kerja. Ketua Satgas PPKPT Universitas Wijayakusuma atau UNWIKU, Dr. Esti Ningrum, S.H., M.Hum., mengatakan masih terdapat perbedaan akses yang membuat sebagian perempuan belum sepenuhnya mendapatkan peluang sesuai kompetensinya.
Esti menyebut, di lingkungan perguruan tinggi, perempuan bahkan cukup banyak yang meraih predikat cumlaude. Namun ketika memasuki dunia kerja, kondisi tersebut belum selalu berbanding lurus dengan kesempatan yang diterima perempuan.
"Memang banyak perempuan berprestasi. Di perguruan tinggi, rata-rata yang predikat cumlaude itu perempuan. Tapi ketika di tataran pekerjaan, banyak yang tidak terakomodir karena masalah akses yang berbeda," ujar Esti dalam program Pengarusutamaan Gender Pro1 RRI Purwokerto, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan Pengarusutamaan Gender atau PUG dalam membuka kesempatan yang lebih setara bagi laki-laki dan perempuan. PUG tidak dimaksudkan untuk menjadikan perempuan sebagai pesaing laki-laki, tetapi memastikan setiap orang memiliki akses, kesempatan, dan ruang yang sama untuk berkembang.
Esti mengatakan, kesempatan yang setara perlu diberikan dalam berbagai bidang, termasuk penerimaan kerja, pelatihan, pengembangan karier, hingga promosi jabatan. Menurutnya, perempuan juga perlu didorong untuk berani menyampaikan gagasan dan mengambil peluang yang tersedia.
"Perempuan perlu evaluasi diri karena kadangkala pintar tapi tidak berani bicara. Ayo berani bicara dan memberikan inovasi agar maju bersama," katanya.
Ia menegaskan, keberadaan PUG bukan berarti seluruh posisi harus dibagi sama rata antara laki-laki dan perempuan. Yang lebih penting adalah memastikan tidak ada bias gender yang menghambat seseorang memperoleh kesempatan hanya karena jenis kelaminnya.
Esti juga mencontohkan perubahan perspektif dalam dunia kerja yang mulai membuka ruang lebih luas bagi perempuan. Menurutnya, kemampuan akademik, kompetensi, dan kapasitas seseorang semestinya menjadi pertimbangan utama dalam memberikan kesempatan karier.
Di sisi lain, perempuan juga perlu membangun keberanian untuk tampil dan mengambil peran di ruang publik. Kolaborasi antara laki-laki dan perempuan dinilai menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang saling melengkapi, bukan kompetisi untuk menentukan siapa yang lebih unggul.
"PUG bukan kompetisi gender melainkan kunci keberhasilan pembangunan karena kemajuan bangsa tidak optimal jika setengah populasinya ditinggalkan," ujar Esti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....