Mengenalkan Keteladanan Nabi Yunus AS kepada Anak lewat Buku Cerita Bergambar
- 21 Agt 2026 16:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Buku cerita bergambar dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang tua untuk mengenalkan kisah para nabi sekaligus menanamkan nilai moral kepada anak. Bahasa sederhana dan ilustrasi yang menarik membuat pesan dalam cerita lebih mudah dipahami oleh pembaca usia dini.
Salah satu kisah yang menarik untuk dikenalkan kepada anak adalah perjalanan Nabi Yunus AS. Kisah tersebut tidak hanya bercerita tentang peristiwa ketika Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan, tetapi juga mengandung pesan mengenai kesadaran untuk mengakui kekhilafan dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Pesan tersebut terasa kuat ketika kisah Nabi Yunus AS disampaikan melalui buku cerita yang dirancang sebagai bacaan anak. Alur cerita dibuat sederhana sehingga pembaca dapat mengikuti perjalanan Nabi Yunus AS tanpa harus berhadapan dengan penjelasan yang terlalu kompleks.
Dalam kisah tersebut, Nabi Yunus AS digambarkan mengalami perenungan setelah meninggalkan kaumnya. Peristiwa yang dialaminya kemudian menjadi momentum untuk menyadari kekhilafan dan memohon pertolongan serta ampunan kepada Allah SWT.
Bagi anak-anak, bagian tersebut dapat menjadi pengenalan sederhana bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan. Namun, kesalahan bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri.
Salah satu bagian yang dapat diperkenalkan kepada anak adalah doa Nabi Yunus AS yang terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya ayat 87.
"La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin."
Artinya, "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
Doa tersebut menjadi bagian penting dalam kisah Nabi Yunus AS karena memperlihatkan sikap rendah hati dan kesadaran untuk mengakui kekhilafan di hadapan Allah SWT.
Menyampaikan kisah tersebut melalui buku bergambar juga memberikan ruang bagi orang tua untuk berdialog dengan anak. Setelah selesai membaca, orang tua dapat mengajak anak membicarakan karakter tokoh, peristiwa yang terjadi, serta nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, anak dapat diajak memahami pentingnya mengakui kesalahan ketika melakukan kekhilafan, meminta maaf, dan berusaha memperbaiki perilaku. Pendekatan semacam ini sejalan dengan pentingnya menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari interaksi antara orang tua dan anak.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sebelumnya menyebut buku cerita bergambar dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus membantu membangun karakter anak sejak usia dini. Kisah Nabi Yunus AS pada akhirnya tidak hanya menjadi cerita tentang seorang nabi yang berada dalam perut ikan. Di balik cerita tersebut terdapat pesan tentang introspeksi, kerendahan hati, keberanian mengakui kesalahan, dan pentingnya memohon ampun kepada Allah SWT.
Nilai-nilai tersebut dapat dikenalkan sejak dini melalui cara yang sederhana, salah satunya dengan membacakan buku cerita bergambar dan mengajak anak berdiskusi mengenai pesan yang terkandung di dalamnya. Bagi orang tua, kegiatan membaca bersama juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan dengan anak. Sementara bagi anak, kisah Nabi Yunus AS dapat menjadi pengingat bahwa ketika melakukan kesalahan, seseorang perlu berani mengakuinya dan berusaha menjadi lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....