IITC 2026 Dorong Pelajar Manfaatkan Teknologi untuk Lestarikan Bahasa Daerah
- 19 Agt 2026 14:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Intermedia Information Technology Competition (IITC) 2026 Universitas Amikom Purwokerto mendorong pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana melestarikan keberagaman bahasa daerah.
Hal tersebut disampaikan panitia IITC 2026 saat hadir dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Purwokerto, edisi Selasa (18/8/2026). Tahun ini, IITC mengangkat tema “Menyuarakan Keberagaman Bahasa melalui Inovasi Digital”.
Ketua IITC 2026, yakni Sofyan Khoiron Mukhlis menjelaskan kepanjangan IITC adalah Intermedia Information Technology Competition. Perlombaan tersebut berfokus pada bidang teknologi dan berbasis skala nasional. “IITC juga merupakan program kerja dari UKM Intermedia sendiri,” ujarnya. Terdapat 3 cabang lomba yakni web desain, UIU desain, dan Generative Video AI.
Latar belakang diadakannya perlombaan yang berfokus pada bidang teknologi, karena melihat di masa sekarang perkembangan teknologi semakin maju, dari anak SMA dan SMK juga sudah mulai berfokus pada teknologi. Sehingga, dengan adanya perlombaan ini bisa mewadahi para pengembang teknologi agar lebih melek teknologi. Tema khusus pada periode kali ini adalah dengan mengangkat tema yang menyuarakan keberagaman bahasa melalui inovasi digital. Ketua Pelaksana IITC 2026, Sofyan Khairon Mukhlis, mengatakan pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat dapat dimanfaatkan untuk menjaga keberadaan bahasa daerah agar tetap dikenal dan digunakan oleh generasi berikutnya.
“Sekarang ini mirisnya kita sebagai anak muda pun sudah semakin lupa dengan bahasa daerah kita masing-masing. Jadi, kita ingin memanfaatkan teknologi untuk melestarikan bahasa,” ujarnya.
Koordinator Divisi Lomba IITC 2026, Rizky Julianto, menjelaskan setiap cabang lomba dirancang agar peserta dapat mengembangkan kreativitas sekaligus mengangkat isu keberagaman bahasa. Pada kategori web design, peserta ditantang membuat situs yang dapat digunakan untuk mendukung pelestarian bahasa daerah. Salah satu contoh yang dapat dikembangkan adalah platform pembelajaran bahasa daerah atau layanan penerjemahan bahasa daerah ke bahasa Indonesia.
Sementara itu, kategori UI/UX berfokus pada perancangan tampilan dan pengalaman pengguna sebuah aplikasi atau platform digital. Adapun kategori Gen AI mengajak peserta menghasilkan video menggunakan teknologi kecerdasan buatan berdasarkan prompt yang dibuat peserta.
“Kalau hanya digunakan untuk seru-seruan saja, kita ingin mengembangkan AI untuk membuat video pendek yang bisa digunakan untuk melestarikan atau mengenalkan bahasa daerah,” jelas Rizky.
Panitia juga menilai pemanfaatan AI perlu diarahkan secara bijak. Sofyan menyebut AI tidak semestinya hanya digunakan sebagai pengganti mesin pencari atau sekadar untuk hiburan, tetapi dapat menjadi alat yang membantu manusia menyelesaikan pekerjaan dan mengembangkan kreativitas.
Kompetisi IITC 2026 ditujukan khusus bagi siswa SMA, SMK, MA, dan sederajat dari seluruh Indonesia. Peserta yang mengikuti kompetisi akan mendapatkan sertifikat dan pengalaman berkompetisi di bidang teknologi. Sementara pemenang akan memperoleh piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan jutaan rupiah.
Panitia berharap IITC 2026 dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk menuangkan ide, kreativitas, dan inovasi di bidang teknologi sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberagaman bahasa Indonesia. (Safira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....