Generasi Produktif, Benteng Narkoba

  • 12 Agt 2026 20:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto-Membangun generasi yang produktif dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan masyarakat yang merdeka dari penyalahgunaan narkoba. Generasi muda yang memiliki tujuan hidup, kesempatan berkembang, dan lingkungan positif akan lebih memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh negatif di sekitarnya.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog SANKSI Pro1 RRI Purwokerto bertema Merdeka Tanpa Narkoba, Rabu (12/8/2026), dengan menghadirkan Dr. H. Nasrudin, S.Ag, M.M.Pd sebagai narasumber. Ia mengajak masyarakat melihat upaya pencegahan narkoba tidak hanya dari sisi larangan, tetapi juga dari pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi sehat dan produktif.

Dr. H. Nasrudin menyampaikan, anak muda membutuhkan ruang untuk menyalurkan energi, kreativitas, dan potensi yang dimiliki agar tidak mudah terpengaruh oleh perilaku yang merugikan. “Ketika generasi muda mempunyai kegiatan yang positif, mempunyai cita-cita dan merasa dirinya berharga, maka mereka akan mempunyai alasan yang kuat untuk menjaga dirinya dari narkoba,” demikian inti pandangan Nasrudin.

Menurutnya, persoalan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak karena dampaknya menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pencegahan membutuhkan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, aparat, organisasi masyarakat, hingga lingkungan pergaulan anak muda.

“Ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” demikian pesan Nasrudin dalam dialog. Ia menilai, kepedulian masyarakat perlu dibangun agar setiap lingkungan memiliki kepekaan terhadap persoalan penyalahgunaan narkoba sekaligus mampu mendorong langkah pencegahan.

Keluarga memiliki posisi penting karena menjadi tempat pertama seorang anak belajar mengenal nilai, batasan, tanggung jawab, dan konsekuensi dari setiap keputusan. Nasrudin menekankan, hubungan yang dekat antara orang tua dan anak dapat membantu menciptakan komunikasi yang sehat sehingga anak mempunyai tempat untuk bercerita ketika menghadapi persoalan.

“Orang tua jangan hanya hadir ketika anak melakukan kesalahan, tetapi harus hadir dalam proses tumbuh dan berkembangnya anak,” demikian substansi penekanan Nasrudin. Menurutnya, perhatian dan keteladanan orang tua dapat menjadi benteng awal agar anak mampu mengambil keputusan yang tepat ketika berhadapan dengan lingkungan maupun ajakan yang berisiko.

Di lingkungan pendidikan, upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan memperkuat edukasi mengenai bahaya narkoba sekaligus menyediakan kegiatan pengembangan diri bagi peserta didik. Pendidikan karakter, kegiatan olahraga, seni, organisasi, literasi, maupun aktivitas sosial dapat menjadi sarana membangun kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab generasi muda.

Nasrudin juga mengingatkan bahwa membangun kesadaran terhadap bahaya narkoba harus dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya pada momentum tertentu. “Kampanye tentang bahaya narkoba harus menjadi gerakan yang berkelanjutan supaya masyarakat tidak hanya tahu bahayanya, tetapi juga mempunyai komitmen untuk menjauhinya,” demikian inti pernyataan yang disampaikan.

Momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab untuk menjaga diri dan lingkungan. Masyarakat diharapkan mampu mengisi kemerdekaan dengan aktivitas yang produktif serta membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Melalui semangat Merdeka Tanpa Narkoba, upaya pencegahan diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan paling dekat. Ketika keluarga kuat, lingkungan sehat, dan generasi muda memiliki ruang untuk berkarya, masyarakat memiliki modal yang lebih besar untuk mewujudkan masa depan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....