KKN UIN SAIZU Edukasi Stop Bullying di Bejiruyung

  • 06 Agt 2026 18:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Kelompok 95 menggelar sosialisasi pencegahan perundungan dan edukasi seksual di SD Negeri 1 Bejiruyung, Rabu (5/8/2026) kemarin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Program tersebut merupakan salah satu agenda utama mahasiswa KKN Kolaborasi UIN SAIZU Kelompok 95 sebagai respons terhadap tantangan pergaulan sosial di lingkungan sekolah dasar. Melalui edukasi sejak dini, siswa diharapkan memahami pentingnya saling menghargai serta mampu melindungi diri dari potensi kekerasan maupun pelecehan.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan penyampaian materi kampanye Stop Bullying yang diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Materi disampaikan oleh perwakilan Polsek Sempor, Alvian, yang menekankan pentingnya mencegah perundungan sejak usia dini.

Alvian mengatakan berbagai bentuk perundungan, baik secara verbal maupun fisik, dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban.

"Faktanya, berbagai bentuk perundungan, mulai dari ejekan verbal hingga kekerasan fisik, memiliki dampak psikologis yang sangat merugikan bagi korbannya," ujarnya.

Ia juga mengajak para siswa untuk berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua apabila melihat atau mengalaminya.

"Jadilah pelopor kebaikan dengan berani speak up ketika melihat ataupun mengalami tindakan bullying di sekolah," katanya.

Pihak sekolah berharap edukasi tersebut dapat menumbuhkan empati, sikap saling menghargai, serta menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal pembentukan karakter peserta didik.

Usai sesi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi seks edukasi yang dipandu mahasiswa KKN Kolaborasi UIN SAIZU, Farhan dan Novi. Materi ini diberikan kepada siswa kelas 4 hingga kelas 6 dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia anak.

Dalam pemaparannya, Farhan dan Novi mengenalkan konsep otoritas tubuh, fase perkembangan remaja, serta pemahaman mengenai sentuhan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan.

"Penting untuk mengenali ciri-ciri fase remaja dan memahami konsep sentuhan yang diperbolehkan maupun sentuhan yang dilarang (good touch and bad touch), serta mengetahui langkah perlindungan diri apabila ada pihak yang melanggar batasan tersebut," ujar mereka.

Melalui edukasi tersebut, siswa diharapkan memiliki keberanian untuk menjaga kehormatan tubuhnya serta melapor kepada orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman. Pemahaman tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan anak sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan berakhir pukul 11.00 WIB dengan sesi tanya jawab interaktif dan dokumentasi bersama. SD Negeri 1 Bejiruyung mengapresiasi kolaborasi antara Polsek Sempor dan mahasiswa KKN UIN SAIZU Kelompok 95 serta berharap edukasi tersebut mampu membentuk karakter siswa yang lebih peduli, empatik, dan mawas diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....