Personal Branding Jadi Bagian dari Persiapan Karier Mahasiswa
- 14 Sep 2026 14:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Memasuki dunia profesional tidak hanya membutuhkan bekal akademik, tetapi juga kemampuan untuk mengenali potensi diri dan menunjukkan kompetensi secara tepat. Di tengah perkembangan era digital, mahasiswa dituntut mampu membangun citra diri yang positif agar dapat menjadi bekal dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Hal tersebut menjadi perhatian Kementerian Sumber Daya Manusia (KemenSDM) DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu Purwokerto melalui program kerja Workshop Personal Branding and Career Preparation 2026. Kegiatan tersebut dibahas dalam program Special Talk Pro 2 RRI Purwokerto, Sabtu (12/9/2026), dengan menghadirkan Menteri KemenSDM DEMA FEBI Putri Dwi Sherawaty, serta staf KemenSDM DEMA FEBI Muhammad Ikrom dan Vania Qonita Sari.
Personal branding menjadi salah satu kemampuan yang dinilai penting bagi mahasiswa karena perkembangan teknologi membuat informasi mengenai seseorang semakin mudah ditemukan melalui ruang digital. Jejak digital bahkan dapat menjadi gambaran awal mengenai seseorang sebelum adanya interaksi secara langsung.
“Jadi seperti yang kita lihat ya, Kak ya, bahwasanya di era digital sekarang tuh apalagi lulusan mahasiswa itu tidak cuma cukup dengan nilai IPK. Nah, tentunya harus adanya potensi diri dan juga gimana caranya kita mengetahui apa ya pemetaan diri kita dan juga bagaimana caranya kita mengasah soft skill,” ujar Ikrom.
Kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik. Kemampuan mengenali kelebihan dan kekurangan diri, memetakan potensi, serta mengembangkan soft skill menjadi bagian yang perlu dipersiapkan sejak masa perkuliahan.
Keresahan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan KemenSDM DEMA FEBI menghadirkan Workshop Personal Branding and Career Preparation 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mulai memahami kemampuan yang dimiliki sekaligus mengembangkan cara memperkenalkan dirinya secara profesional.
Pentingnya personal branding juga berkaitan dengan kebiasaan masyarakat dalam memperoleh informasi melalui media sosial. Putri menilai bahwa identitas seseorang di ruang digital dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan orang lain sebelum mengenalnya secara langsung.
“Karena di era ekonomi digital seperti ini ya, kayaknya semua orang tuh punya media sosial. Jadi personal branding itu sangat penting banget buat teman-teman semuanya dan untuk aku sendiri juga begitu. Karena kan apa ya yang orang lain lihat itu biasanya dari media sosial dulu ya, Kak, sebelum ketemu langsung,” ungkap Putri.
Workshop yang disiapkan KemenSDM DEMA FEBI tidak hanya diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai personal branding. Kegiatan tersebut juga membawa materi mengenai persiapan karier sehingga peserta diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai langkah yang perlu dilakukan sebelum memasuki dunia kerja.
Putri menjelaskan, workshop tersebut memang hanya dilaksanakan dalam satu rangkaian kegiatan. Namun, pihaknya berharap peserta tetap mendapatkan manfaat yang dapat diterapkan setelah kegiatan selesai.
“Tapi kita berharap dengan workshop ini teman-teman mahasiswa itu bisa mengetahui apa sih kemampuan yang ada di diri mereka, begitu. Lalu kita inginnya tujuan kami itu agar membangun personal branding,” ujar Putri.
Tujuan workshop tidak berhenti pada pemberian materi secara teoritis. Peserta didorong untuk melakukan refleksi terhadap kemampuan yang dimiliki dan kemudian mengemasnya menjadi bagian dari personal branding. Hal tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menentukan arah pengembangan diri maupun karier.
Sementara itu, Muhammad Ikrom menilai personal branding juga memiliki kaitan dengan cara seseorang membangun kepercayaan dalam berinteraksi dengan orang lain. Personal branding yang baik menurutnya dapat memberikan kesan profesional sekaligus membentuk cara orang lain memandang seseorang.
“Karena dari saya sendiri juga ibaratnya memiliki personal branding yang baik itu kayak menumbuhkan kewibawaan yang tinggi seperti itu. Jadinya orang yang berkomunikasi dengan kita juga segan seperti itu,” ujar Ikrom.
Lebih jauh, personal branding dapat berkaitan dengan reputasi dan karakter yang terbentuk melalui cara seseorang berkomunikasi, bersikap, serta menunjukkan kompetensinya.
Dengan demikian, mahasiswa perlu membangun personal branding secara konsisten dan sesuai dengan kemampuan yang benar-benar dimiliki. Citra profesional yang dibangun juga perlu didukung dengan kompetensi sehingga tidak berhenti pada tampilan di media sosial.
Workshop Personal Branding and Career Preparation 2026 menyasar mahasiswa, khususnya mahasiswa FEBI, namun kesempatan mengikuti kegiatan tersebut juga dibuka bagi masyarakat umum. Tidak terdapat batasan usia bagi peserta selama memiliki kemauan untuk belajar.
KemenSDM DEMA FEBI menargetkan sekitar 150 peserta dalam kegiatan tersebut. Meskipun mahasiswa FEBI menjadi sasaran utama, penyelenggara membuka ruang yang lebih luas karena materi personal branding dan persiapan karier dinilai relevan bagi berbagai kelompok.
Peserta dapat berasal dari mahasiswa maupun nonmahasiswa, termasuk pelajar SMA dan SMK serta masyarakat yang sudah bekerja. Pendaftaran dilakukan melalui tautan yang dibagikan melalui Instagram Kemen SDM DEMA FEBI UIN Saizu Purwokerto. Setelah melakukan pendaftaran, peserta akan diarahkan masuk ke grup WhatsApp untuk memperoleh informasi mengenai mekanisme kegiatan.
Selain memperoleh materi, peserta juga mendapatkan sertifikat dan konsumsi serta kesempatan membangun relasi baru. Dengan konsep tersebut, workshop diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memperluas jaringan.
Salah satu hal yang menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah keterkaitan antara personal branding dengan persiapan menghadapi proses rekrutmen kerja. Karena itu, penyelenggara tidak hanya membahas bagaimana seseorang membangun citra diri, tetapi juga mengarahkan peserta untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan profesional.
“Dan untuk harapannya tersendiri bagi peserta itu nantinya kan juga terdapat pelatihan yaitu pembuatan LinkedIn dan output-nya sudah jelas dari peserta bisa merapikan beberapa CV maupun profil medsos dan juga LinkedIn-nya dan juga sampai siap mengikuti wawancara kerja seperti itu,” jelas Ikrom.
Peserta diarahkan untuk menghasilkan hal yang lebih konkret setelah mengikuti workshop. Perbaikan CV, profil media sosial, dan LinkedIn menjadi bagian dari upaya menampilkan kompetensi secara lebih profesional. Kemampuan mempersiapkan diri untuk wawancara juga menjadi bekal penting sebelum mahasiswa benar-benar memasuki proses rekrutmen.
Kolaborasi dengan pihak yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan karier juga menjadi bagian dari strategi penyelenggara untuk menghadirkan materi yang sesuai kebutuhan peserta. Kegiatan tersebut menggandeng UPT Karier UIN Saizu Purwokerto serta komunitas Tangan di Atas Banyumas Raya.
Ikrom juga menjelaskan bahwa salah satu pembeda workshop yang diselenggarakan Kemen SDM DEMA FEBI dengan kegiatan serupa adalah pemilihan pemateri yang disesuaikan dengan bidang yang dibahas.
“Yang membedakan workshop yang diadakan Kemen SDM dengan workshop-workshop lain itu, Kak. Yang pertama itu nantinya yang terkait tadi di balik narasumber itu emang dari HRD tersendiri, Kakak. Dan juga yang pemateri kedua itu terkait personal branding yang di mana itu dari pihak UPT Karir ya sudah menseleksi mana nih yang seranahnya seperti itu. Itu yang membedakan dari workshop kami,” ungkap Ikrom.
Pemilihan pemateri berdasarkan bidang tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara berupaya agar materi yang diterima peserta tidak hanya bersifat umum. Materi karier diberikan oleh pihak yang memiliki pengalaman di bidang sumber daya manusia, sementara materi personal branding diberikan oleh pemateri yang telah diseleksi berdasarkan relevansinya dengan tema kegiatan.
Workshop Personal Branding and Career Preparation sendiri menjadi bagian dari program tahunan Kemen SDM DEMA FEBI. Program tersebut telah berlangsung sejak periode 2024 dan kegiatan tahun 2026 menjadi pelaksanaan generasi ketiga. Meski mengusung tema yang serupa, konsep workshop setiap tahunnya dibuat berbeda.
Selain workshop personal branding dan persiapan karier, KemenSDM DEMA FEBI juga memiliki agenda pelatihan business plan. Kegiatan tersebut turut dibuka untuk umum dengan fokus awal kepada mahasiswa FEBI. Rangkaian program tersebut menjadi upaya organisasi dalam memberikan ruang pengembangan kompetensi bagi mahasiswa, baik dalam bidang karier maupun kewirausahaan.
Di balik pelaksanaan workshop yang berlangsung dalam satu hari, persiapannya telah dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Muhammad Ikrom menyampaikan bahwa waktu tersebut digunakan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan agar kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
“Iya. Tiga bulan untuk acara bisa dibilang setengah hari seperti itu. Jadi dari aku sendiri itu maksudnya tidak ada kendala seperti itu, Kak,” ujar Ikrom.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan yang berlangsung dalam waktu singkat tetap membutuhkan proses persiapan yang cukup panjang. Koordinasi menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan setiap kebutuhan acara dapat disiapkan sebelum hari pelaksanaan.
Workshop dijadwalkan berlangsung pada Senin, 14 September 2026 di Auditorium UIN Saizu Purwokerto mulai pukul 07.30 hingga sekitar pukul 12.00. Selain sesi utama, kegiatan juga dilengkapi penampilan hiburan dan pemutaran film pendek mengenai personal branding sebagai pengantar bagi peserta.
Konsep tersebut dirancang agar kegiatan tidak hanya berisi sesi pemaparan materi, tetapi juga memiliki rangkaian acara yang dapat membuat peserta lebih tertarik mengikuti kegiatan hingga selesai.
Kehadiran workshop personal branding dan career preparation menjadi salah satu bentuk upaya untuk menjawab kebutuhan mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Persaingan kerja yang semakin dinamis membuat mahasiswa perlu memiliki lebih dari sekadar pencapaian akademik.
Personal branding dapat menjadi bagian dari proses tersebut ketika dibangun berdasarkan potensi, kompetensi, dan karakter yang dimiliki. Mahasiswa tidak hanya perlu mengetahui apa yang menjadi kelebihannya, tetapi juga memahami bagaimana kemampuan tersebut dapat ditampilkan dan dikembangkan secara profesional.
Melalui Workshop Personal Branding and Career Preparation 2026, KemenSDM DEMA FEBI UIN Saizu Purwokerto berupaya membuka ruang bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk belajar mengenai pengembangan diri sekaligus persiapan karier. (Novita Widya Putri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....