Gelaran Eurasia di UIN Saizu, Buka Akses Mahasiswa ke Jejaring Akademik Global
- 12 Sep 2026 18:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto- Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto tengah berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga pendanaan internasional dalam penyelenggaraan kegiatan Eurasia. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal UIN SAIZU menghadirkan program berwawasan global sekaligus memperluas jejaring internasional bagi mahasiswa.
Ketua Panitia Pelaksana Eurasia Pascasarjana UIN SAIZU, Ulul Huda, M.Si. saat ditemui RRI pagi tadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi tiga lembaga, yakni Pascasarjana UIN SAIZU, dosen dari UNSOED, serta Eurasia sebagai lembaga pendanaan. Menurutnya, penyelenggaraan Eurasia di UIN SAIZU menjadi yang pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah perguruan tinggi umum, salah satunya UNSOED.
"Kami berkolaborasi untuk mencangkok kegiatan ini sebagai yang pertama di PTKIN Indonesia. Harapannya memberikan wacana global kepada mahasiswa sekaligus membuka koneksi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendanaan di luar negeri," ujar Ulul Huda.
Ia menjelaskan, Eurasia menghadirkan tema-tema dengan cakupan internasional, khususnya Asia. Narasumber berasal dari berbagai negara, di antaranya Kamboja, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, serta Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi juga membuka peluang jejaring internasional, termasuk akses beasiswa, pengalaman akademik, hingga peluang kerja di sejumlah negara.

Ulul menambahkan, salah satu hasil jejaring internasional yang telah dibangun adalah peluang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi luar negeri setelah mengikuti konferensi internasional di Korea Selatan. Menurutnya keberagaman narasumber dan disiplin ilmu justru menjadi strategi untuk menjaga antusiasme mahasiswa. Setiap pertemuan memberikan perspektif baru sehingga mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan akademisi dan praktisi dari berbagai latar belakang. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dapat diperkuat dengan menjadikan setiap sesi lebih interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta kesempatan membangun jejaring langsung dengan narasumber internasional.
"Narasumbernya selalu berganti dan disiplin ilmunya juga berbeda. Ini yang membuat mahasiswa mendapatkan pencerahan dan pengalaman yang beragam," jelasnya.
Ke depan, Ulul berharap Eurasia tidak berhenti pada kegiatan perkuliahan atau transfer pengetahuan, tetapi berkembang menjadi pintu masuk bagi kerja sama akademik yang lebih konkret antara UIN SAIZU dengan institusi luar negeri. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan keterampilan internasional mahasiswa, terutama kemampuan bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan bahasa Jepang, serta pemahaman mengenai isu-isu global.
"Saya berharap dengan kegiatan ini ada peningkatan bahasa internasional, seperti bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Ini penting karena menjadi skill dasar mahasiswa," ungkapnya.
Selain peningkatan kemampuan bahasa, penguatan jejaring internasional juga diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program beasiswa, pertukaran mahasiswa, peluang kerja, hingga pengembangan fasilitas pembelajaran bahasa asing. Ulul mencontohkan adanya peluang pengembangan laboratorium bahasa Jepang melalui jejaring kerja sama internasional yang telah dibangun. Menurutnya, peluang tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam juga dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di luar bidang keagamaan.
Ia berharap UIN SAIZU mampu semakin inklusif dalam menerima berbagai bentuk kerja sama internasional, sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi keagamaan, tetapi juga keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat global. Dengan demikian, penyelenggaraan Eurasia diharapkan menjadi embrio terbentuknya ekosistem akademik internasional di UIN SAIZU, sekaligus memperkuat posisi mahasiswa agar memiliki wawasan, jejaring, dan kompetensi yang lebih luas untuk menghadapi tantangan dunia global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....