Cerdas di Dunia Maya, Bijak di Dunia Nyata: Kunci Aman Berselancar di Internet
- 06 Jul 2026 08:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Dalam era digital ini, kita harus cerdas di dunia maya dan bijak di dunia nyata. Cerdas di dunia maya berarti kita harus memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi dan informasi dengan bijak, serta memahami bagaimana cara menggunakan media sosial dan internet dengan efektif
Dalam dialog IndonesiaGOID Menyapa- KIM Talks bertema “Dari Kata ke Aksi Nyata” yang diselenggarakan oleh Ditjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai penutup Festival KIM Nasional 2025.
Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) harus bertransformasi menjadi benteng pertahanan pertama dalam melawan hoaks dan menjadi pelopor konten positif di ruang digital.
Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi yang relevan dan akurat. KIM biasanya terdiri dari sekelompok orang yang berkolaborasi untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan informasi kepada masyarakat.
Ketua Tim Pengelolaan Komunikasi Strategis Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Digital, Hastuti Wulanningrum, dalam sambutan kuncinya menyatakan bahwa peran KIM saat ini adalah krusial dan strategis.
"KIM adalah garda terdepan dalam penyampaian informasi dari pemerintah ke masyarakat. Tapi, lebih dari itu, KIM harus menjadi benteng pertama dalam menangkal hoaks dan misinformasi," ujar Hastuti.
Ia mendorong seluruh anggota KIM agar tidak pasif, melainkan proaktif. "Kami meminta KIM untuk siap menjadi pelurus informasi. Ini bukan sekadar tugas, tapi tanggung jawab moral kita bersama dalam menjaga ekosistem digital yang sehat.”
Diskusi panel yang menampilkan dua narasumber utama, Pegiat Literasi Digital Mira Sahid dan Kreator Konten & Akademisi Nuris Fattahlah, mengupas tuntas tantangan dan solusi di era digital. Mira Sahid menyoroti perlunya peningkatan kompetensi dalam mengelola informasi.
"Potensi disinformasi sangat tinggi. Oleh karena itu, kita harus pastikan KIM tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mengolah dan menyaringnya sebelum dibagikan," tegasnya, menekankan pentingnya verifikasi fakta.
Sementara itu, Nuris Fattahlah menyoroti dampak teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan. Ia meminta KIM turut berperan dalam menciptakan lingkungan digital yang aman.
"Pertumbuhan AI itu tak terhindarkan, tapi kita harus memitigasi risikonya. Konten yang dihasilkan AI perlu diverifikasi. Kita juga harus memperkuat perlindungan ruang digital anak dari segala bentuk ancaman, termasuk scam dan paparan konten berbahaya," tutupnya, menggarisbawahi bahwa konten berkualitas adalah fondasi keamanan digital.
Melalui rangkaian KIM Talks ini, Kominfo berharap Komunitas Informasi Masyarakat dapat menjelma menjadi aktor utama yang memproduksi, menyaring, dan menyebarkan konten positif serta menjadi mitra terpercaya pemerintah dalam mengawal narasi publik yang akurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....