Anak Pontianak "Rindu Nasi" di Eropa
- 21 Apr 2026 14:42 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Amsterdam - Berkunjung ke Eropa tentu bukanlah hanya di satu tempat. Ada banyak tempat yang didatangi. Utamanya ke Amsterdam atau Holland yang dikenal dengan Negeri Belanda.
Ada pengalaman menarik yang sayang untuk tak dikenang. Saya bersama beberapa orang teman, kami semua baru pertama kalinya ke sini, suatu hari bermaksud mencari makan.
Lidah orang Indonesia, khususnya kami tadi, tak lepas dari nasi dan sayur serta lauk ala Indonesia. Apakah rasa Jawa, Melayu ataukah Padang. Intinya semua penikmat nasi dan berjenis pendamping nasi.
Malam itu, kami berkeliling mencari tempat makan yang pas di lidah. Utama sekali masakan halal pastinya. Sekian waktu keliling, belum juga menemukan.
Entah bergurau atau semacam menyimpulkan, kami sepakat mengatakan "tak ada nasi goreng, rendang Padang, lodeh sampai pepes ikan di sini". Tentu saja celetukan ini sembari tertawa lebar.
Alhasil kami menemukan sebuah restoran kecil di sudut jalan. Kota Leiden malam itu terasa, seperti setiap harinya, dingin sekali. Kami bergegas masuk resto mini ini. Ternyata di sini makanan siap saji tak lebih dari roti.

Teman saya yang dari Padang, mungkin karena sudah lapar sekali atau setengah kecewa belum ketemu makanan negeri asal, spontan bertanya. "Tuan, di mana ada jual nasi di sini?"
Tentu saja si pelayan seorang bule kulit putih berhidung mancung itu kaget. Maklum suara teman kami tadi lumayan kerasnya. Tapi, aku cepat menengahi dan berkata apa yang ditanyakan kepada si pelayan resto mini ini.
Dalam hati aku bergumam, inilah kalau waktu sekolah dulu malas ikuti pelajaran bahasa Inggris, jadi ngertinya harus buka kamus atau dibantu AI.
Tapi, sungguh di luar dugaan. Tiba-tiba seorang pelayan lain mampir, dan bertanya dalam bahasa Indonesia. Sungguh di luar dugaan kami. Ternyata anak muda ini asal Banjarmasin, sudah empat tahun lebih bekerja di Holland.
Segera kudekati dia, dan layaknya rindu kampung halaman kami semua pun tertawa lepas. Kini giliran pramusaji yang satu tadi balik kebingungan, mungkin saja dia bertanya apa yang kami semua omongkan.
Anang nama anak muda tadi segera menyapa si bule Holland bernama Nick menjelaskan cerita barusan. Dan diapun ikut tertawa lepas. Dan malam itu kami hanya menikmati roti bakar dioles selai, tentu dengan kopi dan ada juga teh.
Setelah hampir satu jam kami pun pulang ke penginapan. Sepanjang jalan gaya khas anak Pontianak "balek ke rumah" pun tak terlewatkan. Ada saja ketawa-ketiwi kami bersama.
Dan benar, rasa menyatukan bangsa. Di Eropa, nasi meneguhkan kecintaan pada Indonesia. Tentu saja Pontianak tetap di hati ...
(Harlem Amsterdam, pukul 16.48)
Penulis: Syafaruddin DaEng Usman
Baca juga: Jelajah ke Negeri Bekas Penjajah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....