Pemuda Jadi Penggerak Utama Kesiapsiagaan Bencana
- 24 Nov 2025 13:42 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Program Toserba (Topik Serba Ada) Pro 2 Pontianak kembali menghadirkan perbincangan menarik tentang kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan di akhir tahun. Penyiar Krismi dan Dipa mengangkat topik Peran Anak Muda dalam Tanggap Bencana, menghadirkan Adinda sebagai narasumber dari Firstweb (Family Research Centre of West Borneo). Obrolan ini berangkat dari meningkatnya curah hujan, pasang air, dan kejadian banjir di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dalam siaran tersebut, Adinda menjelaskan bahwa generasi muda memiliki kapasitas besar untuk terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari tahap sebelum, saat, hingga setelah bencana. Menurutnya, anak muda memiliki energi dan kemampuan adaptasi dan akses informasi yang lebih cepat khususnya lewat media sosial. Hal itu menjadikan peran mereka krusial dalam memberi edukasi maupun membantu penyebaran informasi akurat.
Adinda menilai kesiapsiagaan harus dimulai dari diri sendiri. Ia menekankan pentingnya mempelajari tindakan pertolongan pertama, memahami cara evakuasi yang benar, hingga memastikan kondisi rumah aman dari risiko banjir seperti saluran air yang lancar. Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya ruang khusus di rumah untuk menyimpan barang-barang penting agar mudah dievakuasi saat diperlukan.
Peran anak muda juga semakin nyata pada masa pascabencana, khususnya dalam kegiatan relawan dan penggalangan donasi. Teknologi, menurut Adinda, memberi banyak kemudahan bagi mereka untuk membantu tanpa batasan jarak, mulai dari donasi digital, kampanye edukasi hingga penyebaran informasi kebutuhan warga terdampak.
“Menurut saya penting banget sih, Kak. Apalagi ya kita anak muda, kan kita dari mulai sekarang lah kita kalau mau berperan. Kan kalau sudah tua ya enggak telat sih, cuma kayak kalau sekarang kenapa tidak kan" tuturnya melalui dialog kanal zoom, Rabu (12/11/2025) lalu.
Ia juga menerangkan langkah yang bisa dilakukan anak muda sebelum bencana terjadi. “Yang pertama sih mungkin kita ini ya, Kak, belajar apa sih tindakan pertolongan pertama yang bisa kita lakukan ketika terjadi bencana. Nah itu bisa kita pelajari dengan sendiri melalui internet ataupun pelatihan lembaga terkait," katanya.
| Baca juga: BPBD Kalbar Petakan 335 Desa Rawan Karhutla |
Pada saat bencana, Adinda menegaskan pentingnya membantu kelompok rentan sekaligus memanfaatkan media sosial sebagai alat bantu komunikasi. “Yang pasti kita pertama memberi dukungan terhadap korban-korban bencana, terus membantu proses evakuasi, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak kecil. Kita juga bisa gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang akurat,” ujarnya
Untuk tahap pascabencana, Adinda kembali menekankan peran anak muda sebagai relawan dan inisiator donasi. “Kita bisa terlibat dalam kegiatan relawan atau galang donasi. Selain secara langsung di lapangan, kita juga bisa manfaatin media sosial buat galang donasi untuk korban bencana alam itu,” tuturnya.
Selain membahas peran anak muda, Adinda juga berbagi pengalaman pribadi tentang kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang relatif aman dari banjir karena berada di dataran tinggi. Meski demikian, ia mengaku tetap memahami bagaimana kerabat dan warga di beberapa daerah sering terdampak banjir akibat pasang air.
Adinda mengakhiri pembahasan dengan penegasan mengenai pentingnya ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan air. Menurutnya, pembangunan RTH yang terus dikembangkan pemerintah menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalisir dampak banjir, terutama di kawasan perkotaan yang padat pemukiman.
Baca juga: Pemuda Tansal Hidupkan Semangat Kebersamaan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....