Pemuda Tansal Hidupkan Semangat Kebersamaan
- 21 Nov 2025 08:26 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Komunitas Kampung Baca Tansal kembali sukses menghidupkan semangat kebersamaan melalui Festival Pemuda Tansal yang digelar untuk ketiga kalinya. Kegiatan terebut melibatkan para pemuda Tanjung Saleh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebagai motor penggeraknya.
Hal ini terungkap dalam dialog Program Kita Indonesia Pro 4 RRI Pontianak bersama Ketua Panitia Festival, Amelia, dengan topik “Rela Berkorban untuk Kepentingan Bersama”.
Dalam siaran yang diasuh penyiar Bang Beng tersebut, Amelia menyebut amanah sebagai ketua panitia menjadi dorongan bagi dirinya untuk bekerja sepenuh hati. “Amel lakukan ini semua dengan ikhlas hati. Rasanya enak, tak ada yang terasa berat ketika dilakukan dengan senang dan santai,” ujarnya saat menjadi narasumber Pro 4 RRI Pontianak, Rabu (19/11/2025).
Festival Pemuda Tansal merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh Kampung Baca Tansal, komunitas literasi yang tumbuh di Desa Tanjung Saleh, sebuah pulau yang hanya dapat diakses melalui penyeberangan air. Tahun ini kegiatan digelar pada tanggal 8-9 Oktober lalu dan menghadirkan beragam lomba anak-anak PAUD hingga sesi dongeng bersama Bunda Irmas. “Ini tahun ketiga kami melaksanakannya,” kata Amelia.
Menariknya, seluruh rangkaian acara dapat berlangsung tanpa biaya panitia. Amel mengungkapkan kegiatan dibiayai sepenuhnya melalui sponsor dan dukungan pemerintah desa. “Alhamdulillah tahun ini panitia tidak mengeluarkan uang. Kami dibantu pemerintah Desa Tanjung Saleh, CPA Prestasi, dan tim Bang Wahyudi,” tuturnya.
Amelia juga menceritakan bagaimana kegiatan positif ini berawal dari satu dua relawan, kemudian berkembang menjadi pergerakan kolektif. Ia menyebut sosok Ibu Siti Badariah sebagai pendiri Kampung Baca Tansal dan inisiator yang menggerakkan pemuda sejak awal. “Dari dampak festival, makin banyak anak muda yang mau ikut membangun desa,” jelasnya.
Dalam dialog yang juga disiarkan live di kanal YouTube Pro 4 tersebut, Amelia turut menyinggung minimnya kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekitar akibat dominasi gawai dan aktivitas digital. “Anak-anak sekarang lebih banyak di kamar dan jarang keluar. Dengan festival ini Amel berharap bisa menyatukan semangat pemuda melakukan hal positif bersama,” katanya.
Siaran interaktif tersebut juga diramaikan para pendengar yang ikut menyampaikan pandangan, termasuk Mak Njang Siti dari Olak-Olak Kubu dan Pak Long Dol dari Tanjung Raya 2. Mereka memberikan dukungan moral serta berbagi pengalaman tentang rela berkorban dalam keseharian, seperti pengabdian tanpa pamrih di lingkungan masjid.
Amelia menutup dialog dengan harapan agar semangat gotong royong juga terwujud dalam tindakan sederhana sehari-hari. “Semua tenaga, pikiran, dan mental yang kita curahkan harus untuk hal yang positif, untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Baca juga: Tiba-Tiba Konser” Gaet Nama Besar
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....