ALISA Khadijah ICMI Dorong Pekarangan Jadi Sumber Pangan dan Penghasilan
- 20 Jul 2026 22:28 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID. Pontianak –Asosiasi Muslimah Pengusaha se-Indonesia (ALISA) Khadijah ICMI meluncurkan Kebun Pangan Lokal sebagai upaya mendukung Program Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam percepatan penganekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal pada Minggu, 19 Juli 2026. Gerakan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat, khususnya organisasi perempuan, untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat sekaligus penopang ekonomi keluarga.
Anggota ALISA Khadijah sekaligus pemilik kebun, Anita, menjelaskan kebun yang dibangunnya telah dirintis sejak beberapa tahun lalu. Berawal dari hobi menanam tanaman buah, kini kebun tersebut berkembang menjadi kawasan pertanian terpadu yang menghasilkan beragam tanaman pangan, hortikultura, serta direncanakan dilengkapi budidaya ikan dan peternakan.
"Kami mengajak rekan-rekan organisasi perempuan untuk bersama-sama membangun kebun ini. Harapannya gerakan ini bisa direplikasi hingga ke kabupaten dan kota, sehingga setiap keluarga dapat memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan sekaligus menghemat pengeluaran," ujar Anita diwawancarai di Kebun miliknya.
Anita mengatakan hasil kebun yang dikelola secara organik kini telah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan pangan keluarganya. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan juga memberikan jaminan pangan yang lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida maupun insektisida kimia.
"Hampir semua kebutuhan sayur kami berasal dari kebun ini. Bahkan ayam dan telur juga sudah tersedia sendiri, sehingga kami hampir tidak lagi membeli kebutuhan tersebut dari luar," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Manto, menyebut peluncuran Kebun Pangan Lokal merupakan kelanjutan dari program inovasi pemerintah dalam mendorong pemanfaatan pekarangan rumah. Manto berharap organisasi perempuan dapat menjadi penggerak utama agar program tersebut berkembang lebih luas di masyarakat.
Dirinya menjelaskan pemerintah akan menggandeng organisasi perempuan untuk memperluas gerakan tersebut. Dukungan juga akan diberikan melalui koordinasi dengan dinas pertanian, peternakan, perikanan, hingga kehutanan agar masyarakat dapat mengakses bibit maupun pendampingan secara gratis.
"Gerakan ini diharapkan menyebar ke seluruh organisasi perempuan di Kalimantan Barat. Pemerintah juga siap mendukung melalui dinas terkait agar masyarakat dapat memperoleh pendampingan maupun bantuan untuk mengembangkan pertanian, peternakan, dan perikanan di pekarangan," jelasnya.
Selain peluncuran kebun, kegiatan juga diisi dengan panen bersama serta penyerahan bibit tanaman kepada organisasi perempuan yang hadir. Pemerintah menilai kolaborasi lintas organisasi menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia.
Selain menyasar organisasi perempuan, gerakan ini juga direncanakan masuk ke lingkungan sekolah melalui program edukasi. Harapannya, budaya menanam dapat dikenalkan sejak dini sehingga pemanfaatan pekarangan menjadi kebiasaan yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Ketua ALISA Khadijah ICMI, Aida Mochtar, mengatakan berkebun juga dapat menjadi peluang usaha rumahan. Menurutnya, hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dipasarkan.
"Kami ingin mengajak para muslimah memanfaatkan lahan kosong menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan. Hasil panennya dapat memenuhi kebutuhan keluarga, sedangkan kelebihannya bisa dijual sehingga memberikan nilai ekonomi," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....