BPBD Kalbar Petakan 335 Desa Rawan Karhutla
- 12 Jul 2026 14:59 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - BPBD Kalbar memetakan 335 desa rawan karhutla untuk memperkuat pencegahan dan pengawasan selama musim kemarau di Kalimantan Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat menetapkan sebanyak 335 desa di 14 kabupaten dan kota sebagai wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran saat musim kemarau.
Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan penentuan wilayah rawan dilakukan melalui kajian teknis oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota. Salah satu indikator utama ialah wilayah yang memiliki riwayat kejadian karhutla berulang serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.
“Bagaimana menentukan daerah ini menjadi rawan karhutla, mekanismenya melalui kabupaten kota masing-masing. Mereka mengadakan rapat teknis, tentu salah satu indikatornya adalah kejadian karhutla di wilayah itu terjadi secara berulang-ulang, selain tanahnya lahan gambut,” kata Daniel di Pontianak, Sabtu, 11 Juli 2026.
Daniel menjelaskan, potensi kebakaran tetap dapat terjadi di luar desa yang telah masuk dalam peta rawan. Namun, wilayah yang telah ditetapkan menjadi prioritas pengawasan karena memiliki risiko lebih tinggi, terutama kawasan gambut yang dapat menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
Berdasarkan data BPBD Kalbar, luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga 31 Mei 2026 mencapai 28.216,32 hektare. Sekitar 77 persen dari total luas kebakaran tersebut terjadi di Kabupaten Ketapang, Mempawah, dan Kubu Raya, sehingga ketiga daerah tersebut menjadi perhatian utama dalam upaya pengendalian karhutla.
Pemerintah daerah melalui BPBD Kalbar terus mendorong penguatan pencegahan dengan meningkatkan pengawasan, koordinasi, serta kesiapsiagaan di wilayah rawan. Upaya tersebut dilakukan agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.
Dengan adanya pemetaan desa rawan karhutla, BPBD Kalbar berharap seluruh pihak dapat lebih waspada dan berperan aktif menjaga lingkungan. Langkah pencegahan dinilai penting untuk mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat, kesehatan, serta ekosistem di Kalimantan Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....