UMKM Keluhkan Pemadaman Listrik Bergilir, Omzet Turun hingga Bahan Dagangan Rusak

  • 10 Jul 2026 12:30 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mulai berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain menyebabkan aktivitas usaha terganggu, pemadaman berjam-jam juga mengakibatkan penurunan omzet hingga kerusakan bahan makanan yang membutuhkan pendingin.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampaknya adalah Sumita, pemilik warung yang menjual pempek dan berbagai menu makanan di Pontianak. Ia mengaku mengalami pemadaman listrik selama dua hari berturut-turut dengan durasi yang cukup lama.

"Jumat lalu tanggal 3, listrik padam dari jam satu siang sampai jam tujuh malam. Besoknya, Sabtu, padam lagi dari jam dua siang sampai setengah sembilan malam," keluh Sumita kepada reporter RRI Pontianak, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat berbagai bahan makanan beku yang disimpan di dalam freezer mulai mencair. Selain berpotensi mengalami kerusakan, suasana warung yang gelap dan panas juga membuat jumlah pelanggan menurun.

"Yang kami bekukan jadi meleleh. Bahan sayur-sayuran juga jadi nggak segar. Warung jadi gelap dan panas, pembeli sepi. Orang malas keluar karena cuaca panas, sementara di sini juga tidak nyaman. Pendapatan kami jelas berpengaruh," katanya.

Mita berharap PT PLN dapat segera memulihkan kondisi pasokan listrik agar aktivitas usaha masyarakat kembali normal. Ia menilai pemadaman yang berlangsung berjam-jam sangat memberatkan pelaku usaha kecil yang bergantung pada listrik untuk menjalankan operasional sehari-hari.

"Tolonglah untuk PLN, jangan sering mati lampu seperti ini. Kasihan kami para pelaku usaha," ucapnya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat menjelaskan penurunan pasokan listrik disebabkan gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU berkapasitas besar. PLN menyatakan tengah mengoptimalkan pembangkit yang tersedia dan menambah pasokan dari mitra kerja, sementara proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu.

Bagi pelaku UMKM seperti Mita, pemulihan pasokan listrik menjadi harapan utama agar usaha tetap berjalan dan kerugian yang dialami tidak terus bertambah.

Baca juga: Dampak Listrik Padam Banyak Pelaku Usaha Merugi, Ini Kata PLN Terkait Kompensasi

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....