Moderasi Beragama Jadi Kunci Wujudkan Kalbar Harmonis di Tengah Keberagaman

  • 15 Apr 2026 22:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Upaya mewujudkan Kalimantan Barat yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya terus didorong melalui penguatan moderasi beragama.

Hal tersebut disampaikan oleh akademisi sekaligus narasumber dalam program siaran “Moderasi Beragama” Selasa, 14 April 2026, di RRI Pro 1 Pontianak, Dr. Zulkifli, S.Ag., M.A, yang menilai kondisi moderasi beragama di Kalimantan Barat saat ini sudah cukup baik, meski tetap perlu dirawat dan ditingkatkan.

“Kalau secara pribadi saya menilai moderasi beragama di Kalimantan Barat sudah cukup baik. Namun ini harus terus kita pelihara dan tingkatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki sejarah panjang terkait konflik sosial di masa lalu. Namun, hal tersebut harus menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat nilai persatuan dalam keberagaman.

“Sejarah itu bukan untuk ditakuti, tapi untuk kita pelajari. Bahwa ada hal-hal yang harus kita perbaiki, terutama dalam menjaga konsep Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Menurutnya, perbedaan suku, agama, bahasa, dan latar belakang merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihilangkan. Justru, keberagaman tersebut harus dipelihara sebagai kekuatan sosial.

“Kebinekaan itu tidak boleh dihapus. Identitas kita tetap harus dijaga. Yang penting adalah bagaimana kita menyatukan perbedaan itu,” ucapnya.

Ia menambahkan, salah satu kunci menjaga harmoni adalah membangun sikap saling menghargai dan kerja sama lintas perbedaan, baik dalam kehidupan sosial, pendidikan, hingga ekonomi.

“Perbedaan itu harus kita sadari sebagai anugerah. Yang penting kita saling menghargai, saling percaya, dan bekerja sama,” katanya, menegaskan.

Dalam konteks kekinian, Dr. Zulkifli juga menyoroti pentingnya peran media, termasuk RRI, dalam menyebarkan informasi yang akurat dan menyejukkan di tengah derasnya arus informasi digital.

“Media seperti RRI menjadi penyeimbang di tengah banyaknya informasi yang belum tentu benar. Ini penting untuk menjaga masyarakat tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu sensitif, khususnya yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA.

“Kita harus bijak menerima informasi dan tidak mudah terpancing. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai moderasi beragama, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

“Nilai toleransi harus diajarkan sejak dini, agar generasi ke depan mampu hidup berdampingan secara harmonis,” katanya.

Baca juga: Penguatan Moderasi Beragama di Kalangan Gen Z

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....