Penguatan Moderasi Beragama di Kalangan Gen Z

  • 12 Feb 2026 08:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Moderasi berasal dari kata moderat yang artinya kita berada di tengah atau netral, tidak berpihak ke kiri maupun ke kanan. Di era digital, penguatan moderasi beragama diperlukan terutama bagi kalangan gen z agar mampu menyaring informasi yang beredar cepat.

“Berbicara moderasi berarti pandangan kita sangat luas, cara memandang kita tentu tidak memaksakan cara memandangnya orang lain. Karena kita memandang satu sisi yang netral,” ujar DR. Sukardi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB-Kristen) Kalimantan Barat saat “Moderasi Beragama” di Pro 1 RRI Pontianak Selasa, 10 Februari 2026.

Pandangan lainnya juga disampaikan Hj. Nurul Wahidah, M.Si dari FKUB - Islam Kalimantan Barat yang menyampaikan mengenai konsep moderasi. “Moderasi adalah sikap beragama yang seimbang antara komitmen terhadap ajaran agama dan toleransi terhadap perbedaan,” ujarnya.

Nurul menjelaskan bahwa FKUB sebagai forum yang berperan sebagai wadah dialog, komunikasi dan kerja sama antara umat beragama. “Gen z dengan karakteristik melek teknologi, kritis, terbuka. Namun, rentan terhadap arus informasi yang cepat dan bias,” katanya.

Dalam hal moderasi beragama, di kalangan gen z memiliki beberapa tantangan di era digital saat ini. Untuk itu perlu adanya penguatan moderasi beragama bagi mereka agar tidak mudah terprovokasi.

“Tantangan Gen z dalam moderasi beragama yang memiliki pola pertama, arus informasi digital dimana banyak berita hoaks, ujaran kebencian dan propaganda intoleran, kedua polarasi sosial, di mana perbedaan pandangan politik atau agama yang diperkuat di media sosial karena sekarang berita menyebar lebih cepat,” ujarnya.

Lebih lanjut Nurul menyampaikan tantangan lainnya yakni, kurangnya literasi beragama. Untuk itu, dalam kerukunan beragama masing masing kita perlu mendalami agamanya masing masing, agar tercipta kerukunan.

“Moderasi beragama adalah proses dan hasilnya adalah toleran, hidup rukun di Kalimantan Barat yang majemuk. Sangat penting untuk Gen z toleransi sesama mereka,” kata Nurul menambakan.

Dalam penguatan moderasi beragama bagi gen z, FKUB setiap tahun mengadakan program dengan mengundang anak usia sekolah masing masing 6 agama. Diharapkan para gen z dapat memilah informasi yang benar dan menghindari konten intoleran.

“FKUB setiap tahun mengadakan program, dan rencana akan membuat lomba seperti konten-konten moderasi beragama yang mana isinya ada semua unsur enam agama,” ujar Nurul.

Upaya lainnya, FKUB mengikutsertakan gen z dalam forum diskusi dialog lintas agama dan budaya. Dialog menghadirkan Role model positif yaitu tokoh muda yang menjadi teladan dalam sikap moderat.

Tidak hanya itu, Nurul juga menyampaikan upaya FKUB dalam melakukan penguatan bagi gen z di lingkungan pendidikan. “Penguatan nilai di sekolah dan kampus, masuk ke kurikulum, kegiatan ekstra kurikuler, dan organisasi OSIS/mahasiswa,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....