Jangan Asal, Ini Syarat Pemberian MPASI yang Benar

  • 24 Des 2024 17:03 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) menjadi langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi setelah usia enam bulan. Pada fase ini, kebutuhan nutrisi bayi tidak lagi dapat dipenuhi sepenuhnya oleh ASI, sehingga diperlukan tambahan berupa MPASI.

Pemberian MPASI harus dilakukan dengan benar agar tidak mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak. Proses ini juga bertujuan untuk memperkenalkan makanan padat secara bertahap dan membiasakan anak dengan berbagai rasa dan tekstur.

Bayi dapat mulai diberikan MPASI setelah mencapai usia enam bulan, sesuai rekomendasi WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dikutip dari laman resmi IDAI pada Selasa (24/12/2024), setelah mencapai usia lebih dari 6 bulan, anak memerlukan makanan pendamping. Hal itu dikarenakan ASI tidak lagi memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi yang diperlukan oleh anak. Selain itu, makanan pendamping ASI ini diberikan selama periode penyapihan, mulai usia 6 bulan hingga 2 tahun. Untuk diketahui, bahwa sebelum usia tersebut, sistem pencernaan bayi belum siap untuk mencerna makanan padat.

Tanda-tanda bayi siap untuk MPASI yaitu minat terhadap makanan, dan kemampuan menggerakkan makanan ke belakang mulut untuk ditelan. Selain itu, penting untuk memastikan bayi tetap mendapatkan ASI atau susu formula sebagai sumber nutrisi utama hingga usia satu tahun.

Kriteria nutrisi dalam MPASI yang benar yakni harus memenuhi prinsip bergizi, seimbang, danaman. Dalam setiap penyajian, makanan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Protein hewani seperti daging, ikan, dan telur sangat disarankan karena kaya akan zat besi dan zinc yang penting untuk pertumbuhan. Hindari makanan instan yang tinggi gula dan garam, karena dapat memengaruhi perkembangan selera makan bayi. Kebersihan makanan dan alat makan juga harus dijaga untuk mencegah infeksi pencernaan.

Sedangkan untuk tekstur MPASI harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan bayi dalam mengunyah. Pada awal pemberian, makanan sebaiknya bertekstur lumat atau halus seperti bubur saring. Seiring waktu, tekstur dapat ditingkatkan menjadi lebih kasar hingga anak mampu mengunyah makanan kecil.

Pengenalan makanan baru dilakukan secara bertahap, satu jenis dalam beberapa hari, untuk memantau kemungkinan alergi atau reaksi tubuh yang tidak diinginkan. Hal ini membantu orang tua mengidentifikasi makanan yang aman dan cocok untuk bayi.

Pemberian MPASI yang benar merupakan salah satu langkah awal dalam membangun pola makan yang sehat dan seimbang. Dengan memenuhi syarat waktu, nutrisi, dan tekstur yang tepat, anak dapat tumbuh dengan optimal dan terhindar dari risiko malnutrisi. Orang tua juga perlu terus belajar dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan MPASI yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....