Lembaga Penyiaran NTB Didorong Beradaptasi Digital untuk Bertahan
- 06 Des 2024 08:17 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram – KPID NTB mengadakan evaluasi tahunan lembaga penyiaran pada Kamis (5/12) di Lesehan Nada, Sayang-sayang. Acara ini menjadi ruang diskusi bagi para pengelola lembaga penyiaran se-NTB untuk merefleksikan perjalanan setahun terakhir, mengevaluasi kinerja, serta merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan.
Ketua KPID NTB, Ajeng Roslinda Motimori, mengungkapkan bahwa evaluasi ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi lembaga penyiaran, terutama radio. “Saat ini, hampir 21 LPP Radio terancam tutup. Kami ingin memastikan semua pihak bisa mencari solusi terbaik agar tetap bertahan,” ujarnya.
Kadis Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, yang hadir secara daring, menekankan pentingnya digitalisasi sebagai kunci bertahan di tengah tantangan industri. “Radio adalah media yang adaptif, tetapi semua lembaga penyiaran harus mau meng-upgrade sistem dan sumber daya manusia mereka agar tidak tenggelam,” paparnya.
Dalam kesempatan ini, Ajeng juga membagikan hasil kunjungannya ke Surabaya, di mana command center sebuah radio mampu menjadi kekuatan utama jika dikelola dengan baik. “Kami ingin lembaga penyiaran di NTB belajar dari pengalaman ini agar tetap relevan dan kompetitif,” tambahnya.
Kegiatan dengan tema "Memperkuat Komitmen Lembaga Penyiaran pada Kepentingan Publik" ini menjadi momentum penting untuk merancang strategi menghadapi era digital dan memastikan siaran yang relevan, berkualitas, serta bertanggung jawab bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....