Sayonara Piala Dunia 2026! Spanyol Juara, Indonesia Dapat Pelajaran

  • 21 Jul 2026 21:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 di final.
  • La Roja mengakhiri penantian 16 tahun untuk kembali meraih trofi Piala Dunia sejak 2010.
  • Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama dengan 48 peserta dan menyajikan 104 pertandingan.
  • Halftime show pertama dalam sejarah final Piala Dunia menghadirkan sejumlah musisi dunia.
  • Indonesia dapat mengambil pelajaran dari keberhasilan Spanyol, terutama pentingnya pembinaan pemain muda secara berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Piala Dunia 2026 berakhir, Spanyol juara usai mengalahkan Argentina 1-0 pada final di New York New Jersey Stadium. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian La Roja selama 16 tahun untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.

Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi edisi pertama dengan format 48 peserta. Sebanyak 104 pertandingan tersaji dan menghadirkan banyak cerita, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Persaingan memperebutkan gelar juara berlangsung sengit sejak fase grup hingga partai final. Sejumlah laga menyuguhkan drama, kejutan, serta rekor baru yang menambah warna dalam perjalanan turnamen.

Tak hanya soal hasil pertandingan, Piala Dunia 2026 juga melahirkan sejumlah pencapaian individu. Kylian Mbappe keluar sebagai pencetak gol terbanyak, sementara tiga pemain Spanyol berhasil membawa pulang penghargaan individu.

Di luar lapangan, turnamen ini juga menghadirkan berbagai momen bersejarah. Final Piala Dunia untuk pertama kalinya dimeriahkan halftime show. Sementara cuaca ekstrem menjelang laga puncak sempat menjadi perhatian penyelenggara dan para suporter.

Piala Dunia 2026 juga memperlihatkan besarnya peran teknologi dan industri olahraga dalam sepak bola modern. Mulai dari penggunaan bola resmi berteknologi Connected Ball hingga persaingan sponsor global yang ikut mencuri perhatian sepanjang turnamen.

RRI.CO.ID merangkum delapan momen yang paling menyita perhatian selama, sepekan terakhir menuju puncak Piala Dunia, Senin 20 Juli 2026. Mulai dari hujan gol di perebutan tempat ketiga hingga kisah sukses Spanyol mengakhiri puasa gelar, berikut sorotan yang mewarnai pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Drama 10 Gol Warnai Perebutan Posisi Ketiga, Inggris vs Prancis

Perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026 menghadirkan pertandingan paling produktif sepanjang turnamen. Inggris menaklukkan Prancis 6-4 dalam laga penuh drama di Miami Stadium, Amerika Serikat, Sabtu, 18 Juli 2026, waktu setempat.

The Three Lions tampil dominan sejak babak pertama. Declan Rice dan Ezri Konsa membawa Inggris unggul sebelum Bukayo Saka mencetak dua gol, menutup paruh pertama 4-0.

Prancis bangkit selepas jeda dan sempat memberi tekanan. Bradley Barcola membuka asa sebelum Kylian Mbappe mencetak dua gol untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-3.

Momentum itu tak bertahan lama. Saka melengkapi hattrick lewat eksekusi penalti, sedangkan Jude Bellingham mencetak gol keenam Inggris pada masa injury time setelah Ousmane Dembele sempat menambah gol bagi Prancis.

Skor akhir 6-4 menjadi pertandingan dengan jumlah gol terbanyak sepanjang Piala Dunia 2026. Kemenangan itu sekaligus memastikan Inggris menutup turnamen dengan medali perunggu, sementara Prancis harus puas di posisi keempat.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel menyebut kemenangan tersebut menjadi penutup yang manis bagi perjalanan timnya di Piala Dunia 2026. Ia menilai skuad The Three Lions telah membangun fondasi yang kuat dan masih memiliki peluang berkembang pada turnamen berikutnya.

"Kemenangan ini memberi saya energi, kami telah melalui tujuh pekan bersama dan rasanya kami membangun sesuatu yang sangat istimewa. Kami akan terus melangkah karena masih banyak yang bisa dicapai," kata Tuchel dikutip dari laman resmi FA Inggris.

Gagal Juara, Mbappe Tetap Raja Gol Piala Dunia

Kylian Mbappe menutup Piala Dunia 2026 dengan gelar pencetak gol terbanyak meski gagal membawa Prancis meraih posisi ketiga. Kapten Les Bleus mengoleksi 10 gol dan berhak atas penghargaan Golden Boot.

Dua gol yang dicetak Mbappe saat menghadapi Inggris pada laga perebutan posisi ketiga menjadi penentu keberhasilannya mengunci gelar tersebut. Prancis memang kalah 4-6, namun tambahan dua gol membuat koleksi Mbappe tak lagi mampu dikejar para pesaingnya.

Sepanjang turnamen, Mbappe tampil konsisten sebagai ujung tombak Prancis. Ia mencetak gol sejak fase grup hingga babak gugur dan selalu menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.

Kapten timnas Prancis, Kylian Mbappe (Foto:Instagram/@k.mbappe)

Ketajaman itu mengantarkan Mbappe mencatat sejarah baru di Piala Dunia. Penyerang Real Madrid tersebut menjadi pemain pertama yang meraih Golden Boot dalam dua edisi Piala Dunia.

Pelatih Prancis Didier Deschamps mengakui perburuan Golden Boot menjadi motivasi tambahan bagi Mbappe sebelum laga perebutan posisi ketiga. “Kylian memiliki motivasi yang sah untuk mengejar Golden Boot," kata Deschamps, seperti dikutip dari FotMob.

Menariknya, Mbappe mengaku tidak terlalu memikirkan persaingan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen. Penyerang Real Madrid itu bahkan menyebut lebih memilih bermain di final daripada membawa pulang penghargaan individu.

"Saya lebih memilih tidak menjadi top skor dan bermain di final besok. Saya tidak peduli menjadi pencetak gol terbanyak," kata Mbappe, dikutip dari BolaVIP Brasil.

Mbappe mengatakan pencapaian individu tidak sebanding dengan kesempatan tampil di partai puncak. Ia bahkan memprediksi Lionel Messi akan kembali mencetak gol di final serta mengaku mendukung kapten Argentina itu tampil gemilang.

Meski akhirnya keluar sebagai peraih Golden Boot, Mbappe menegaskan trofi individu bukanlah target utamanya. Bagi sang kapten, kesempatan membawa Prancis tampil di final jauh lebih berarti dibanding gelar pencetak gol terbanyak.

Final Piala Dunia Dibayangi Ancaman Badai

Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol verss Argentina sempat dibayangi cuaca ekstrem. Hujan deras, badai petir, hingga kabut asap akibat kebakaran hutan di Kanada menjadi perhatian menjelang laga puncak di New York New Jersey Stadium.

Kondisi cuaca mulai memburuk sehari sebelum pertandingan berlangsung. Badai petir melanda wilayah New York dan New Jersey sehingga mengganggu persiapan kedua tim menjelang final.

Timnas Spanyol menjadi pihak yang paling terdampak. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) membatalkan sesi latihan terakhir setelah otoritas setempat mengeluarkan peringatan cuaca di sekitar lokasi latihan.

Sebagai gantinya, para pemain hanya menjalani pemanasan dan latihan ringan di dalam ruangan. Sementara itu, Argentina masih dapat berlatih meski sesi mereka harus ditunda sekitar 45 menit karena menunggu cuaca membaik.

Cuaca ekstrem juga memunculkan kekhawatiran pertandingan final akan mengalami penundaan. Selama Piala Dunia 2026, FIFA menerapkan protokol keselamatan yang mengikuti aturan pemerintah Amerika Serikat terkait ancaman petir di sekitar stadion.

Dalam pernyataan sebelumnya saat laga Prancis kontra Irak sempat dihentikan akibat badai, FIFA menegaskan keselamatan seluruh pihak menjadi prioritas. Organisasi tersebut menyatakan pertandingan hanya akan dilanjutkan setelah kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh otoritas setempat.

"FIFA akan mengikuti protokol keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas setempat, dan pertandingan akan dilanjutkan segera setelah situasi dinyatakan aman. Keselamatan dan keamanan semua pihak merupakan prioritas FIFA,” kata FIFA dalam pernyataannya resminya.

Hujan deras justru membantu membersihkan kabut asap yang sebelumnya menyelimuti kawasan New York akibat kebakaran hutan di Kanada. Kualitas udara membaik menjelang hari pertandingan sehingga kondisi dinilai lebih aman bagi pemain maupun puluhan ribu suporter yang memadati stadion.

Pada akhirnya, final Piala Dunia 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal. Ancaman badai pun menjadi salah satu tantangan terbesar yang mewarnai turnamen.

Halftime Show Ukir Sejarah di Final Piala Dunia

Final Piala Dunia 2026 tak hanya dikenang lewat keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen, FIFA menghadirkan halftime show di jeda pertandingan final di New York New Jersey Stadium.

Konsep tersebut mengadopsi pertunjukan ala Super Bowl yang selama ini identik dengan olahraga Amerika Serikat. Demi memberi ruang bagi penampilan musik, durasi jeda babak pertama diperpanjang menjadi sekitar 25 hingga 30 menit dari biasanya 15 menit.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut halftime show sebagai langkah bersejarah bagi sepak bola dunia. Menurutnya, pertunjukan itu dirancang untuk menghadirkan hiburan yang sepadan dengan ajang olahraga terbesar di dunia sekaligus menjangkau lebih banyak penonton dari berbagai kalangan.

Halftime Piala Dunia 2026 yang dimeriahkan oleh BTS, Maddona, Justin Bieber hingga Shakira dan Burna Boy (Foto:Youtube/FIFA)

Ia mengatakan edisi 2026 menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan hiburan berskala global. "Ini akan menjadi momen bersejarah bagi Piala Dunia FIFA dan pertunjukan yang sepadan dengan ajang olahraga terbesar di dunia," kata Infantino melalui akun Instagram resminya.

FIFA menggandeng organisasi Global Citizen sebagai mitra penyelenggara. Kurasi pertunjukan dilakukan bersama vokalis Coldplay, Chris Martin, yang juga berperan dalam menyusun konsep serta melibatkan sejumlah musisi dunia.

Panggung halftime show dimeriahkan oleh Madonna, Justin Bieber, BTS, dan Shakira sebagai penampil utama. Shakira juga membawakan lagu resmi Piala Dunia 2026, "Dai Dai", bersama Burna Boy.

Selain itu, Chris Martin tampil bersama Coldplay dan paduan suara anak-anak PS22 Chorus dalam penampilan penutup. Pertunjukan juga menghadirkan karakter ikonik The Muppets sebagai bagian dari konsep yang mengusung tema persatuan melalui musik dan sepak bola.

Di balik kemeriahannya, kehadiran halftime show memicu beragam tanggapan. Sebagian pihak memuji inovasi FIFA, sebagian lainnya menilai konsep tersebut terlalu mengadopsi budaya hiburan Amerika.

Meski menuai pro dan kontra, halftime show perdana itu menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan sepanjang Piala Dunia 2026. Inovasi tersebut menandai babak baru penyelenggaraan turnamen, yang tak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga hiburan berskala global.

Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Raih Gelar Juara Dunia Kedua

Penantian panjang Spanyol untuk kembali menjadi juara dunia akhirnya berakhir. La Roja mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final Piala Dunia 2026

Kemenangan tersebut menjadi gelar Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah terakhir kali menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Hasil itu juga mengakhiri penantian panjang generasi baru La Roja untuk kembali berdiri di puncak sepak bola dunia

Spanyol tampil dominan sejak awal pertandingan dengan menguasai jalannya laga dan menciptakan sejumlah peluang. Sebaliknya, Argentina kesulitan mengembangkan permainan hingga tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Kebuntuan baru pecah pada babak tambahan. Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol pada menit ke-106 dan memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia.

Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian selama 16 tahun sejak keberhasilan generasi Andrés Iniesta di Afrika Selatan. Dalam periode itu, Spanyol sempat mengalami pasang surut.

Timnas Spanyol rayakan kemenangan menjadi juara Piala Dunia 2026 sekaligus gelar kedua setelah 16 tahun (Foto:X/@SEFutbol)

Selain memastikan gelar juara dunia kedua, kemenangan ini melengkapi era keemasan baru Spanyol. Setelah menjuarai UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024, La Roja kini sukses kembali menjadi kampiun dunia.

Pelatih Luis de la Fuente menyebut keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan perkembangan tim yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Ia bahkan menilai skuad yang dimilikinya saat ini adalah yang terbaik di dunia.

“Jika Anda melihat kembali proses ini, saya tidak akan mencapai apa pun tanpa para pemain ini. Para pemain sepak bola Spanyol, cara mereka berkompetisi, para pemain ini luar biasa,” kata De la Fuente, dikutip YahooSport.

De la Fuente juga mengatakan pencapaian tersebut bukanlah akhir dari perjalanan Spanyol. Menurutnya, para pemain masih memiliki semangat untuk terus berkembang dan mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Kapten Spanyol Rodri juga mengaku bangga bisa membawa negaranya kembali menjadi juara dunia. “Kami agak terkejut saat ini, bahkan saya sendiri,” kata Rodri, dikutip dari laman Manchester City.

“Saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Saya rasa sekarang kita seperti berada di awan, tetapi bagi saya, ini adalah masa yang sangat sulit,” ujarnya.

Keberhasilan di Piala Dunia 2026 melengkapi era keemasan baru La Roja. Didukung perpaduan pemain berpengalaman seperti Rodri serta talenta muda seperti Lamine Yamal, Nico Williams, dan Pau Cubarsi.

Spanyol dinilai memiliki fondasi kuat untuk tetap bersaing di level tertinggi dalam beberapa tahun mendatang. La Roja kini sukses kembali menjadi kampiun dunia dengan mengandalkan perpaduan pemain senior dan talenta muda.

Tiga Pemain Spanyol Borong Penghargaan Individu Piala Dunia 2026

Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 semakin sempurna setelah tiga pemainnya membawa pulang penghargaan individu. Rodri, Unai Simon, dan Pau Cubarsi menjadi pemain Spanyol yang mendapat pengakuan atas penampilan impresif mereka sepanjang turnamen.

Rodri dinobatkan sebagai peraih Golden Ball atau pemain terbaik Piala Dunia 2026. Ia menjadi sosok penting di lini tengah Spanyol dan tampil konsisten hingga mengantarkan La Roja meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.

Usai menerima penghargaan tersebut, Rodri mengatakan pencapaian itu merupakan hasil kerja keras seluruh tim. Menurutnya, penghargaan individu tidak akan diraih tanpa dukungan rekan-rekannya di lapangan.

Tiga pemain timnas Spanyol, Pau Cubarsi, Rodri, dan Unai Simon (kiri ke kanan) merraih penghargaan individu pada Piala Dunia 2026 (Foto:X/@SEFutbol)

"Penghargaan ini milik seluruh tim. Tanpa rekan-rekan setim saya, semua ini tidak akan mungkin terjadi," kata Rodri, seperti dikutip FIFA.

Sementara itu, Unai Simon meraih Golden Glove sebagai penjaga gawang terbaik turnamen. Penjaga gawang itu tampil solid sepanjang kompetisi dan menjadi benteng kokoh lini pertahanan Spanyol.

Di lini belakang, Pau Cubarsi terpilih sebagai FIFA Young Player Award atau pemain muda terbaik Piala Dunia 2026. Bek berusia 19 tahun itu tampil matang di setiap pertandingan dan menjadi salah satu pemain muda yang paling menonjol.

FIFA menilai ketiga pemain tersebut berperan besar dalam keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Selain tampil dominan pada semua lini, La Roja juga menjadi tim dengan pertahanan terbaik setelah hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

Dominasi Spanyol pada penghargaan individu semakin menegaskan keberhasilan mereka di Piala Dunia 2026. Satu-satunya penghargaan yang tidak diraih pemain Spanyol adalah Golden Boot, yang menjadi milik Kylian Mbappe.

Piala Dunia 2026, Untung Besar tetapi Sisakan Catatan untuk FIFA

Piala Dunia 2026 tidak hanya mencatat sejarah sebagai edisi terbesar dengan 48 peserta dan 104 pertandingan. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan bisnis FIFA.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan kesuksesan Piala Dunia 2026 telah membuka banyak peluang baru bagi organisasi tersebut. Menurutnya, turnamen ini menjadi pendorong utama meningkatnya potensi pendapatan FIFA pada siklus 2023-2026.

"Pendapatan Piala Dunia FIFA 2026 telah membuka banyak pintu, peluang, dan kemungkinan. Kami bertujuan untuk mengoptimalkan potensi komersial dan peluang yang dimiliki FIFA,” kata Infantino dalam pertemuan bersama asosiasi anggota FIFA.

FIFA memperkirakan pendapatan organisasi untuk siklus empat tahunan 2023-2026 akan melampaui US$15 miliar. Angka tersebut menjadi rekor baru dan meningkat dibanding proyeksi sebelumnya, didorong oleh tingginya pemasukan dari hak siar, sponsor, penjualan tiket.

Selain menghasilkan pendapatan yang lebih besar, Piala Dunia 2026 juga mencatat rekor dari sisi penyelenggaraan. Penambahan jumlah peserta menjadi 48 tim membuat turnamen menjangkau lebih banyak negara dan menghadirkan lebih banyak pertandingan.

Meski demikian, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak lepas dari sejumlah tantangan. Cuaca ekstrem di beberapa kota tuan rumah, tingginya harga tiket, serta padatnya jadwal pertandingan menjadi sorotan selama turnamen berlangsung.

Di sisi lain, FIFA menilai keberhasilan komersial turnamen akan memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola dunia. Infantino menegaskan peningkatan pendapatan tersebut akan digunakan untuk memperkuat investasi dan program pengembangan bagi 211 asosiasi anggota FIFA.

Piala Dunia 2026 pun menjadi bukti bahwa sepak bola masih memiliki daya tarik besar di panggung global. Selain menghadirkan juara baru di lapangan, turnamen ini juga menandai rekor baru bagi FIFA dari sisi komersial dan pengembangan olahraga.

Final Sesama Adidas Warnai Piala Dunia 2026

Laga partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina tak hanya menjadi pertarungan memperebutkan trofi juara dunia. Di balik laga tersebut, terselip persaingan menarik dari sisi komersial karena kedua finalis sama-sama merupakan tim nasional yang disponsori Adidas.

Keberhasilan Spanyol dan Argentina melaju ke partai puncak memastikan trofi Piala Dunia 2026 akan kembali diraih oleh negara yang mengenakan perlengkapan Adidas. Reuters melaporkan, Adidas menjadi pemasok perlengkapan bagi 14 tim peserta Piala Dunia 2026, sementara Nike mendukung 12 tim nasional.

Final sesama tim Adidas semakin menegaskan kuatnya posisi perusahaan asal Jerman tersebut di panggung sepak bola dunia. Selain menjadi sponsor perlengkapan kedua finalis, Adidas juga merupakan mitra resmi FIFA.

Salah satunya dengan kembali menyediakan bola resmi turnamen seperti TRIONDA. Serta pada ajang final KONEKTIS, yang dilengkapi teknologi Connected Ball untuk membantu pengambilan keputusan wasit.

CEO Adidas, Bjørn Gulden, mengatakan sepak bola masih menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, antusiasme terhadap turnamen-turnamen besar terus memberikan dampak positif bagi perkembangan merek Adidas di berbagai belahan dunia.

Adidas juga menegaskan komitmennya terhadap sepak bola melalui situs resminya. Perusahaan menyatakan sepak bola akan selalu menjadi bagian utama dari identitas Adidas sekaligus menjadi dasar kemitraan jangka panjang bersama FIFA.

“Sepak bola terus menjadi motor penggerak terbesar brand kami. Sepak bola akan tetap menjadi jantung dari Adidas” kata pernyataan Adidas dalam laman resminya.

Keberhasilan Spanyol mengalahkan Argentina memastikan Adidas kembali mengantarkan salah satu tim sponsornya menjadi juara dunia. Final Piala Dunia 2026 juga menjadi bukti bahwa persaingan antarmerek olahraga tetap menjadi bagian penting dari industri sepak bola modern.

Kata Pengamat

RRI.CO.ID meminta tanggapan pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni atau akrab disapa Bung Kus mengenai Spanyol juara Piala Dunia 2026. Menurutnya, kesuksesan La Roja menjadi bukti bahwa prestasi besar tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses yang panjang dan konsisten.

Bung Kus menilai mayoritas pemain Spanyol saat ini merupakan hasil pembinaan jangka panjang. Mereka telah berkembang bersama sejak level usia muda hingga akhirnya mampu membawa negaranya kembali menjadi juara dunia.

"Kemenangan Spanyol di ajang Piala Dunia 2026 menunjukkan betapa pentingnya kita menjalani proses, kita harus bersabar menjalani proses itu, konsisten dalam menjalani proses itu, agar pada titik tertentu akhirnya kita berhasil mencapai prestasi yang kita inginkan," ujarnya kepada RRI.CO.ID, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan sebagian besar pemain yang tampil di Piala Dunia 2026 pernah menjadi tulang punggung tim nasional Spanyol kelompok umur. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mengenal pelatih Luis de la Fuente sejak masih bermain di level U-19 maupun U-21.

"Spanyol membuktikan itu dengan proses yang cukup panjang. Karena sebagian besar pemain untuk Piala Dunia 2026 adalah mereka yang sebelumnya menjadi bintang atau timnas Spanyol di usia muda," katanya.

Menurut Bung Kus, keberhasilan De la Fuente tidak lepas dari pemahamannya terhadap karakter setiap pemain. Pengalaman melatih mereka sejak usia muda membuat sang pelatih mampu menentukan strategi yang tepat, termasuk saat melakukan pergantian pemain.

"Ketika menghadapi kesulitan di lapangan, ketika menghadapi lawan-lawan yang kuat yang mampu mempersulit Spanyol, De La Fuente selalu punya jawaban. Yaitu dengan strategi pergantian pemain berbasis pemahaman dia yang sangat detail mengenai kemampuan pemain," ujarnya.

Ia menambahkan, Piala Dunia 2026 juga menunjukkan perubahan dalam perkembangan sepak bola modern. Tim-tim terbaik dinilai semakin fleksibel dalam menyusun strategi dan mampu beradaptasi dengan situasi yang berubah selama pertandingan.

"Kita melihat di sini sistem permainan yang jauh lebih cair, jauh lebih fleksibel yang dilakukan oleh tim-tim yang berhasil mencapai fase cukup jauh. Jadi tim-tim ini memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lawan yang dihadapi," katanya.

Selain dari sisi teknis, Bung Kusnaeni juga mengapresiasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Menurutnya, turnamen dengan 48 peserta dan 104 pertandingan itu tetap berjalan baik meski melibatkan tiga negara.

"Kita bisa belajar banyak dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026 kalau kita suatu saat ingin menggelar katakanlah Piala Asia atau Piala Dunia. Terutama dalam manajemen logistik, manajemen pengaturan kegiatan, intinya manajemen event," ucapnya.

Ia berharap pengalaman Spanyol membangun tim dan keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia. Menurutnya, konsistensi dalam pembinaan pemain dan pengelolaan kompetisi menjadi modal penting untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Pendapat Penulis

Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 meninggalkan lebih banyak cerita daripada sekadar siapa yang mengangkat trofi juara. Kurang lebih sebulan turnamen ini menghadirkan drama, kejutan, rekor, hingga berbagai momen yang menjadi sejarah baru bola dunia.

Inggris dan Prancis menyuguhkan laga perebutan tempat ketiga yang menghasilkan 10 gol. Kylian Mbappé menutup turnamen sebagai pencetak gol terbanyak, sementara Spanyol mengakhiri penantian selama 16 tahun menjadi juara dunia kembali.

Di luar lapangan, cerita yang muncul tak kalah menarik. Ancaman badai menjelang final, halftime show pertama dalam sejarah Piala Dunia, hingga dominasi Adidas di partai puncak.

Piala Dunia 2026 juga memperlihatkan bagaimana sepak bola kini semakin dekat dengan teknologi dan dunia komersial. Mulai dari penggunaan bola pintar, keterlibatan sponsor global, hingga format baru dengan 48 peserta.

Semua cerita tersebut menjadi bagian dari wajah baru turnamen sepak bola sejagat. Fakta lain mencatatkan sepak bola dunia ini terkadang berbau 'politis', yang disaksikan miliaran orang seantero bumi.

Plus minus sajian sepak bola ala FIFA di World Cup 2026, setidaknya telah menghipnotis para penggemarnya. Momen dan kenangan, bukan hanya karena Spanyol kembali menjadi juara, tetapi pelajaran untuk Indonesia pentas di kancah dunia.

... Sayonara Piala Dunia 2026....

... Pelajaran Bagi Indonesia Menuju Pentas Dunia...

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....