Berita Sepekan IV: Brasil Terhenti, Kontroversi FIFA hingga Prancis ke Semifinal

  • 10 Jul 2026 08:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Neymar resmi pensiun dari Timnas Brasil setelah Selecao tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, mengakhiri karier internasionalnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil.
  • Kontroversi mewarnai Piala Dunia 2026 setelah Donald Trump mengakui meminta FIFA meninjau kartu merah Folarin Balogun, memicu kecaman UEFA dan polemik mengenai independensi keputusan wasit serta FIFA.
  • Babak 16 besar menghadirkan sejumlah kejutan, mulai dari tersingkirnya tiga tuan rumah, kontroversi VAR saat Argentina mengalahkan Mesir, hingga Lionel Messi memimpin daftar top skor dengan delapan gol.

RRI.CO.ID, Jakarta - Piala Dunia 2026 sepanjang sepekan, 3-10 Juli 2026, tidak hanya menghadirkan persaingan menuju gelar juara. Akan tetapi juga dipenuhi berbagai peristiwa yang mengubah arah turnamen sepak bola sejagat ini.

Mulai dari Brasil yang 'pulang Kampung', keputusan Neymar mengakhiri kariernya. Drama kontroversi intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap kasus kartu merah Folarin Balogun. Hingga tak lupa, polemik penggunaan VAR yang membayangi langkah Argentina menuju perempat final dan tangga juara.

Di tengah derasnya kontroversi, persaingan di lapangan tetap berlangsung sengit. Prancis menjadi tim pertama yang memastikan tempat di semifinal.

Nama Lionel Messi pun masih kokoh memimpin daftar top skor sementara. Diikuti, tiga negara tuan rumah, Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada yang 'kompak' gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang.

Sang Juara 5 Gelar Brasil 'Pulang Kampung', Neymar 'Gantung Sepatu'

Sebuah keputusan besar diambil Neymar. Bintang Timnas Brasil itu resmi mengumumkan dirinya pensiun dalam membela Selecao, Senin, 6 Juli 2026.

Neymar sudah menjadi ikon Timnas Brasil dalam hampir dua dekade terakhir. Ia pertama kali menembus Timnnas Brasil di usia yang sangat belia, dan kini ia menjadi top skor sepanjang masa Timnas Brasil.

Namun baru-baru ini, Neymar membuat keputusan besar. Ia memutuskan untuk menyudahi karirnya sebagai pemain Timnas Brasil.

Neymar Jr saat tertunduk sedih usai kalah dari Norwegia dalam pertandingan babak ke 16 Piala Dunia (Foto: Dokumentasi/FIFA)

Beberapa saat yang lalu, Neymar membuat pengumuman mengejutkan mengenai masa depannya. Seusai bertanding melawan Timnas Norwegia, sang penyerang mengumumkan bahwa dirinya pensiun dari Timnas Brasil.

"Saya sudah mencoba dan terus mencoba, saya mengawali karir saya (di timnas Brasil) di Met Life Stadium dan saya mengakhirinya di sini. Segalanya sudah selesai sekarang," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 9 Juni 2026.

Keputusan ini diambil Neymar setelah Timnas Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026, tepatnya di babak 16 besar. Seusai dinyatakan gugur, Neymar harus terduduk menangis usai, sebab tidak menyangka hal buruk itu terjadi.

Presiden Menelpon, Intervensi Politik Mengusik Independensi FIFA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui dirinya meminta FIFA meninjau ulang kartu merah yang didapat pemain Timnas AS Folarin Balogun. Aksi kontroversial Trump itu menyebabkan polemik.

Dilansir AFP, Trump mengakui dirinya meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau keputusan wasit tersebut. Trump menyebut keputusan wasit mengerikan, namun, dia mengklaim tidak pernah meminta agar keputusan kartu merah dibatalkan.

"Saya meminta peninjauan karena saya tidak berpikir itu pelanggaran. Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan. Saya tidak mengatakan Anda harus melakukan ini (kartu merah dibatalkan)," kata Trump dalam keterangan resminya, Rabu, 8 Juni 2026.

Trump mengatakan insiden Balogun merupakan sebuah kecelakaan dalam pertandingan. Dia menyebut Balogun tak sengaja bertabrakan dengan pemain Bosnia dan Herzegovina.

"Itu bahkan bukan pelanggaran. Itu adalah dua orang yang berlari dengan kecepatan penuh yang kebetulan bertabrakan," katanya.

Trump lalu menuding wasit pemberi kartu merah kepada Balogun sebagai sosok kontroversial. Dia menyebut wasit tersebut memiliki rekam jejak mencurigakan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: X/@donaldtrump)

"Wasit ini-yang agak mencurigakan jika Anda memeriksa masa lalunya. Saya tidak ingin mengatakannya karena saya tidak suka memicu kontroversi, tetapi dia sangat mencurigakan," ujar Trump.

Wasit Raphael Claus sendiri berasal dari Brasil. Dia mengusir Balogun keluar lapangan setelah bintang AS itu menginjak pergelangan kaki pemain lawan saat melakukan tekel. Balogun harusnya absen dalam pertandingan babak 16 besar melawan Belgia, namun FIFA menangguhkan sanksi tersebut setelah panggilan pribadi dari Trump.

"Kita akan memiliki tim lengkap, dan Belgia akan memiliki tim lengkap, dan tahukah Anda? Jika mereka mengalahkan kita, maka mereka bisa sangat bangga," kata Trump.

Laga AS vs Belgia telah digelar, Senin, 6 Juli malam waktu AS atau dini hari WIB. Hasilnya, Belgia menang 4-1 melawan AS.

UEFA Kecam Keputusan FIFA, terkait Kartu Merah

Badan Administratif Sepak Bola Eropa (UEFA) mengecam FIFA berkaitan dengan kasus kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun.

FIFA secara mengejutkan menangguhkan hukuman kartu merah yang didapat Balogun saat mengalahkan Bosnia. Penangguhan hukuman itu membuat Balogun dipastikan bisa bermain melawan Belgia, Selasa, 7 Juli 2026.

"Keputusan untuk menangguhkan sementara selama satu tahun skorsing satu pertandingan setelah kartu merah yang diberikan kepada Folarin Balogun telah melewati batas," tulis pernyataan resmi UEFA yang diterima RRI, Rabu, 8 Juli 2026.

"Sepak bola, seperti olahraga lainnya, bergantung pada aturan, yang merupakan dasar untuk kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Terkadang aturan terbuka untuk diinterpretasikan, dalam kasus ini tidak," ucapnya.

Folarin Balogun saat mendapatkan kartu merah dalam pertandingan melawan Timnas Belgia (Foto: Dokumentasi/FIFA)

Menurut UEFA, langkah FIFA ini membuat integritas sepak bola di Piala Dunia 2026 menjadi dipertanyakan. Begitu juga dengan kredibilitas kompetisi itu sendiri.

"Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak. Keputusan seperti itu menciptakan preseden dalam turnamen yang sedang berlangsung, di mana situasi serupa sekarang," ucapnya.

Sebuah turnamen tidak pernah berdiri sendiri dan jika turnamen yang dimaksud adalah Piala Dunia. Memiliki kekuatan untuk menimbulkan konsekuensi positif atau negatif pada permainan secara keseluruhan.

UEFA menyatakan ketidakpercayaannya atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan ini.

Meksiko, AS, dan Kanada Gagal ke Perempat Final

Keuntungan bermain di kandang sendiri belum mampu membawa tiga tuan rumah Piala Dunia 2026 melangkah lebih jauh. Meksiko, Amerika Serikat (AS), dan Kanada kompak tersingkir di babak 16 besar.

Tidak ada satu pun negara penyelenggara yang berhasil mengamankan tempat di perempat final. Hasil tersebut menjadi sorotan karena Piala Dunia 2026 merupakan edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus.

Sebagai tuan rumah, Meksiko, AS, dan Kanada lolos otomatis ke putaran final. Serta memikul ekspektasi besar untuk berbicara banyak di hadapan pendukung sendiri.

Timnas Meksiko saat gagal melaju ke perempat final usai melawan Inggris di Piala Dunia 2026. (Foto: Dokumentasi/FIFA)

Namun, ketiganya harus mengakhiri perjalanan sebelum memasuki babak delapan besar. Di antara tiga tuan rumah, Meksiko menjadi tim yang tampil paling meyakinkan.

El Tri menyapu bersih tiga pertandingan fase grup tanpa kebobolan, untuk finis sebagai juara Grup A. Lalu melanjutkan tren positif dengan menyingkirkan Ekuador 2-0 pada babak 32 besar.

Perjalanan impresif itu akhirnya terhenti di babak 16 besar setelah Meksiko kalah 2-3 dari Inggris. Jude Bellingham mencetak dua gol pada babak pertama sebelum Harry Kane memperbesar keunggulan melalui titik penalti.

Meksiko sempat memperkecil ketertinggalan lewat Julian Quinones dan penalti Raul Jimenez. Tetapi gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Jarell Quansah menerima kartu merah pada menit ke-54.

Sementara itu, AS lolos dari Grup D dengan dua kemenangan. Dan satu kekalahan sebelum menyingkirkan Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.

Harapan publik tuan rumah kemudian pupus setelah mereka takluk 1-4 dari Belgia di babak 16 besar. Charles De Ketelaere menjadi bintang kemenangan Belgia lewat dua gol.

Sementara Hans Vanaken dan Romelu Lukaku turut menyumbang gol. Amerika Serikat hanya mampu membalas melalui Malik Tillman.

Kanada juga berhasil melewati fase grup sebelum mengalahkan Afrika Selatan 1-0 pada babak 32 besar. Namun, mereka menjadi yang pertama terhenti lainnya setelah kalah 0-3 dari Maroko pada babak 16 besar.

Azzedine Ounahi memborong dua gol Maroko, sedangkan Soufiane Rahimi menambah satu gol pada masa injury time babak kedua. Meski menempuh perjalanan berbeda, ketiga tuan rumah memiliki akhir yang sama.

Meksiko menjadi yang paling konsisten dengan empat kemenangan beruntun sebelum tersingkir. Sedangkan AS dan Kanada mampu melewati rintangan pertama di fase gugur sebelum langkah mereka dihentikan lawan masing-masing.

Hasil tersebut kembali menunjukkan status sebagai tuan rumah bukan jaminan untuk melaju jauh di Piala Dunia. Dalam beberapa edisi sebelumnya, sejumlah negara penyelenggara justru mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang.

Kemudian Rusia menembus perempat final pada 2018. Serta Prancis menjadi juara dunia di hadapan publik sendiri pada 1998.

Meski begitu, hasil yang diraih Meksiko, Amerika Serikat. Dan Kanada jauh lebih baik ketimbang Qatar di Piala Dunia 2022 yang sudah tersingkir di fase grup.

Berakhirnya perjalanan Meksiko, AS, dan Kanada sekaligus menciptakan catatan unik dalam Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya pada edisi yang digelar di tiga negara, seluruh tuan rumah tersingkir sebelum babak perempat final.

Kontroversi VAR Bayangi Lolosnya Argentina

Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir, Rabu, 8 Juli 2026 berakhir dengan drama tingkat tinggi. Argentina memang sukses melenggang ke perempat final setelah menang tipis 3-2.

Namun, kemenangan sang juara bertahan menyisakan aroma konspirasi yang menyengat, memicu amarah netizen di media sosial (X). Sehingga tuduhan miring dari kubu Mesir bahwa FIFA sengaja "menganakemaskan" Lionel Messi demi kepentingan bisnis.

Mesir yang sempat mengejutkan dunia dengan memimpin 2-0 lewat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko. Harus gigit jari setelah Argentina melakukan comeback dramatis lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.

Namun, bukan comeback itu yang menjadi sorotan utama, melainkan rentetan keputusan wasit Francois Letexier (Prancis). Dan kru VAR yang dinilai menerapkan standar ganda demi menyelamatkan Argentina dari jurang eliminasi.

Selebrasi Timnas Argentina usai mengalahkan Mesir dalam pertandingan babak ke-16 Piala Dunia. (Foto: Dokumentasi/FIFA)

Netizen di platform X dan pengamat sepak bola menyoroti tiga keputusan krusial yang dianggap sangat berat. Khuausnya sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026 yang melibatkan timnas Argentina dan Lionel Messi.

Pada awal babak kedua, Mesir sempat mencetak gol ketiga yang bisa saja membunuh laga. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena menganggap ada pelanggaran (tekel) oleh pemain Mesir di wilayah pertahanan.

Netizen mengkritik mengapa wasit tidak langsung menghentikan laga saat insiden, melainkan menunggu gol tercipta terlebih dahulu. Sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina (3-2) di menit-menit akhir, Mohamed Salah dijatuhkan di kotak penalti Argentina.

Anehnya, wasit tidak memberikan penalti dan VAR sama sekali tidak melakukan peninjauan (review). Dari serangan balik momen inilah gol kemenangan Argentina tercipta.

Peristiwa di atas membuat netizen mengaitkannya dengan momen di mana Lionel Messi pernah menginjak betis pemain belakang Aljazair, Aissa Mandi. Alih-alih diganjar kartu merah, Messi lolos dari hukuman berat dan hanya berbuah tendangan bebas biasa.

Kekecewaan mendalam tidak dapat disembunyikan oleh pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan. Dalam konferensi pers pascapertandingan, Hassan secara blak-blakan menuduh ada faktor non-teknis dan nilai komersial yang membuat Argentina "dipelihara".

"Kami bermain lebih baik, tetapi sepak bola tidak adil. Mungkin ini soal pemasaran (marketing). Mereka ingin Messi tetap berada di turnamen," ujar Hossam Hassan.

Protes keras dari kubu Mesir bahkan sempat membuat pelatih kiper mereka, Saafan El-Sagheer, diganjar kartu merah oleh wasit. Hal ini dikarnakan akibat reaksi keras di pinggir lapangan saat gol ketiga Argentina disahkan.

Lini masa X (sebelumnya Twitter) langsung dibanjiri kritik dari fans sepak bola global yang mencium adanya standar ganda. Akun @NyranSdyqh menuliskan keheranannya atas cara kerja VAR semalam.

"Kenapa mereka tidak menghentikan permainan saat benturan dan memberikan pelanggaran? Kenapa (VAR) baru bertindak setelah mereka mencetak gol?" tulisnya.

Sementara akun @haim1one dengan keras menyindir para pembela keputusan FIFA tersebut. Ia mengatakan terlihat jelas Mesir jauh lebih baik saat melawan Argentina.

Hanya saja FIFA menurutnya FIFA menggunakan segala cara untuk menyelamatkan Lionel Messi dan Argentina. "Ini adalah kebenaran, jangan menyesatkan, kamu para pembela FIFA," tulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan serius dari pelatih Mesir. Maupun spekulasi standar ganda yang beredar luas di media sosial.

Presiden FIFA Gianni Infantino berulang kali menegaskan bahwa proses perwasitan dan teknologi VAR di Piala Dunia 2026 dijalankan secara independen. Bagi publik Mesir dan pencinta sepak bola objektif, malam di Doha telah meninggalkan noda hitam yang sulit dihapus.

Mesir Protes Kepemimpinan Wasit

Timnas Mesir melontarkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026. Protes tersebut akibat kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026.

Pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan menuding turnamen seolah berpihak kepada Timnas Argentina. Sedangkan penyerang Mostafa Ziko menyebut trofi Piala Dunia "dipersembahkan untuk Argentina".

Argentina membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 0-2 hingga 11 menit menjelang waktu normal berakhir. Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez mencetak tiga gol untuk membawa juara bertahan lolos ke perempat final.

Wasit berbincang dengan Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan (kedua dari kanan) dalam pertandingan babak 16 besar antara Timnas Argentina dan Mesir di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat, pada 7 Juli 2026. (Foto: Dokumentasi/FIFA)

Namun, kubu Mesir menilai hasil pertandingan dipengaruhi sejumlah keputusan kontroversial wasit asal Perancis, Francois Letexier. Kontroversi Argentina vs Mesir Hassan mengeklaim timnya seharusnya mendapat gol kedua ketika masih unggul 1-0, tetapi dianulir.

Ia menilai Mesir layak memperoleh penalti pada masa injury time, sesaat sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina. "Kami tidak melihat adanya rasa hormat atau fair play, sebuah penalti dianulir, lalu insiden lain yang seharusnya diperiksa," kata Hassan, dikutip dari The Athletic.

Ia menduga tekanan dari kubu Argentina memengaruhi keputusan wasit. "Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina kepada wasit yang membuat hasil seperti ini terjadi," ujarnya.

Hassan juga mengkritik jadwal pertandingan yang dimainkan pada siang hari. "Siapa pun yang menyusun jadwal ini tidak pernah bermain sepak bola," ujarnya.

Hassan kembali mempertanyakan sejumlah keputusan yang diambil perangkat pertandingan. "Mungkin mereka ingin juara bertahan tetap berada di turnamen? Atau mereka ingin Lionel Messi terus melaju?," ucapnya.

Ia bahkan mengaku kecewa hingga enggan lagi mengikuti sisa pertandingan Piala Dunia 2026. Nada serupa juga disampaikan Mostafa Ziko yang mencetak salah satu gol Mesir.

"Wasit tidak adil, sangat jelas, semua usaha kami sia-sia karena keputusan-keputusannya. Kami sudah unggul 2-0 dan tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya, mengungkapkan.

Messi Pimpin Daftar Top Skor

Lionel Messi semakin kokoh di puncak daftar top skor Piala Dunia 2026 setelah menambah koleksi golnya menjadi delapan. Tambahan satu gol itu lahir saat Argentina mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar, Rabu, 8 Juli 2026.

Messi sempat gagal memanfaatkan hadiah penalti pada babak pertama setelah tendangannya ditepis kiper Mesir, Mostafa Shoubir. Namun, kapten Argentina itu berhasil menebus kegagalannya dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-84.

Penyerang Argentina, Lionel Messi, merayakan gol pertama yang dicetak timnya dalam laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Aljazair di Stadion Kansas City, Kansas City, pada Selasa, 7 Juni 2026. (Foto: Dokumentasi/FIFA)

Keberhasilan itu mengubah skor menjadi 2-2 sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan Argentina lewat gol pada masa injury time. Tambahan satu gol tersebut membuat Messi kini mengoleksi delapan gol sepanjang Piala Dunia 2026.

Jumlah itu menempatkannya di posisi teratas daftar pencetak gol terbanyak, unggul satu gol atas penyerang Prancis Kylian Mbappe. Dan bomber Norwegia Erling Haaland yang sama-sama mengoleksi tujuh gol.

Persaingan perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 diperkirakan masih akan berlangsung sengit. Pasalnya, Argentina, Prancis, dan Norwegia masih memiliki peluang menambah jumlah gol di babak perempat final.

Prancis Tim Pertama ke Semifinal Piala Dunia 2026, Mbappe Catat Rekor Pemain Termuda

Timnas Prancis menjadi negara pertama lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe cs melaju setelah menaklukkan Maroko 2-0 pada perempat final Piala Dunia di Boston Stadium, Jumat, 10 Juli 2026.

Prancis nyaris unggul lebih dulu di babak pertama dari titik putih. Apesnya, bola eksekusi penalti Mbappe bisa ditangkap kiper Yassine Bounou.

Mbappe membalaskan kegagalannya saat memasuki babak kedua, tepatnya menit ke-60. Kapten Timnas Prancis itu mencetak gol dan membawa timnya unggul 1-0.

Ousmane Dembele menambah gol Prancis pada menit ke-66. Pasukan Didier Deschamps menutup laga dengan kemenangan 2-0.

Timnas Prancis berhasil mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final Piala Dunia 2026. (Foto: Dokumentasi/FIFA)

Kemenangan atas Maroko membawa Prancis lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Prancis berhasil menginjak 4 besar dalam 3 edisi beruntun, jadi tim ketiga setelah Jerman dan Brasil.

Prancis tinggal menanti pemenang antara Spanyol vs Belgia. Pada bagan lainnya menghadirkan duel Inggris vs Norwegia dan Argentina vs Swiss.

Tak hanya sekedar tiket Prancis ke semifinal. Namun sang pencetak golnya Mbappe catatkan rekor pemain termuda di Piala Dunia.

Kylian Mbappe ternyata resmi sebagai pemain termuda dengan 20 penampilan di Piala Dunia. Catatan Mbappe setelah, ia tampil di laga Prancis vs Maroko di babak perempat final, Jumat, 10 Juli 2026.

Dikutip dari Opta, Mbappe 27 tahun 201 hari, saat membela Prancis melawan Maroko di Stadion Boston, Amerika Serikat. Winger Real Madrid, Mbappe memecahkan rekor legenda Polandia, Wladislaw Zmuda. Sang senior Wladislaw menjalani 20 caps di Piala Dunia, saat berusia 28 tahun 34 hari.

Efektivitas Serangan Jadi Kunci Prancis Taklukkan Maroko 2-0

Pengamat sepak bola Hendry Wibowo menilai efektivitas serangan menjadi kunci kemenangan Prancis atas Maroko. Prancis berhasil mengalahkan Maroko dengan skor 2-0 melalui permainan menyerang yang lebih tajam dalam pertandingan tersebut.

Ia menjelaskan, Prancis mampu memanfaatkan peluang dengan baik melalui kontribusi gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele. Menurutnya, penyelesaian akhir yang dimiliki Prancis menjadi pembeda dibandingkan permainan Maroko sepanjang laga berlangsung.

"Gol Mbappe dan Dembele menunjukkan efektivitas serangan Prancis yang sangat baik dalam menghadapi pertahanan Maroko. Meskipun Maroko unggul penguasaan bola, Prancis lebih mampu menciptakan peluang berbahaya dan mencetak gol penting," katanya saat dihubungi oleh RRI, Jumat, 10 Juli 2026.

Ia mengatakan, Maroko sebenarnya memiliki catatan penguasaan bola lebih tinggi dibandingkan Prancis dalam pertandingan tersebut. Maroko mencatatkan penguasaan bola sebesar 52 persen, sedangkan Prancis hanya menguasai 48 persen permainan.

Namun, ia menyebut jumlah peluang dan akurasi tembakan menjadi faktor yang menentukan hasil akhir pertandingan. Prancis mencatatkan 22 tendangan dengan delapan tembakan tepat sasaran, sementara Maroko hanya lima tendangan.

"Data pertandingan memperlihatkan Maroko lebih banyak melakukan operan, tetapi Prancis memiliki efektivitas serangan yang luar biasa. Kehadiran pemain seperti Mbappe dan Dembele menjadi faktor pembeda dalam kemenangan Prancis atas Maroko," ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman pemain Prancis juga memberikan pengaruh besar dalam pertandingan tingkat tinggi tersebut. Mbappe dan Dembele dinilai memiliki kualitas setelah sebelumnya membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018.

Ia juga menilai kemampuan pemain bintang Prancis dalam memanfaatkan momen menjadi alasan utama kemenangan tersebut. Menurutnya, Prancis menunjukkan karakter sebagai tim berpengalaman dalam menghadapi tekanan laga besar.

Selain itu, ia menyoroti strategi bertahan dan serangan balik menjadi faktor penting kemenangan Prancis. Prancis berhasil memanfaatkan kesalahan pemain Maroko untuk menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan berlangsung.

Timnas Prancis berhasil mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final Piala Dunia 2026. (Foto: Dokumentasi/FIFA)

Pemain Prancis, kata dia, mampu membaca situasi ketika Maroko kehilangan penguasaan bola di area permainan. Kecepatan transisi serangan membuat Prancis lebih efektif dalam membongkar pertahanan Maroko yang tampil disiplin.

"Strategi bertahan dan serangan balik Prancis menjadi faktor utama keberhasilan menghadapi Maroko. Pemain Prancis mampu memanfaatkan celah ketika Maroko melakukan kesalahan saat membangun serangan," ujarnya.

Ia menyebut, efektivitas permainan Prancis terlihat dari kemampuan pemain dalam mengubah situasi bertahan menjadi serangan. Menurutnya, pola permainan tersebut membuat Prancis mampu mencetak gol dan menjaga keunggulan hingga akhir laga.

Selain faktor strategi, ia juga menyoroti penampilan Kylian Mbappe yang kembali mencetak gol penting. Satu gol tersebut membuat Mbappe mengoleksi delapan gol dan menyamai catatan Lionel Messi.

"Persaingan daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia semakin menarik dengan pencapaian Mbappe saat ini. Mbappe dan Messi berada dalam persaingan ketat hingga pertandingan terakhir turnamen sepak bola dunia," ucapnya.

Adapun performa Mbappe menunjukkan kualitasnya sebagai pemain penting bagi tim nasional Prancis.

Ia menyebut kehadiran pemain bintang seperti Mbappe memberikan keuntungan besar dalam laga besar.

Opini Penulis

Piala Dunia 2026 memasuki fase krusial, tetapi perhatian publik sepanjang 3-10 Juli 2026, justru didominasi berbagai kontroversi pertandingan. Isu penggunaan VAR, keputusan wasit, dan dugaan intervensi politik mengiringi persaingan menuju babak semifinal yang semakin ketat.

Kontroversi mencuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui meminta FIFA meninjau kartu merah Folarin Balogun secara langsung. Keputusan FIFA menangguhkan hukuman pemain tersebut kemudian memicu kecaman UEFA karena dinilai mengganggu kepastian hukum kompetisi internasional.

Perdebatan kembali menguat setelah Argentina menyingkirkan Mesir melalui pertandingan dramatis yang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial perangkat pertandingan. Protes keras kubu Mesir menunjukkan teknologi VAR belum sepenuhnya menghilangkan perbedaan interpretasi terhadap insiden penting dalam pertandingan.

Di tengah polemik tersebut, persaingan antarpemain tetap menghadirkan catatan bersejarah sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Lionel Messi memimpin daftar pencetak gol, sedangkan Kylian Mbappe mengantar Prancis menjadi semifinalis pertama, sekaligus mencetak rekor baru.

Turnamen edisi 2026 juga menghadirkan format baru dengan melibatkan 48 negara peserta dan memainkan total 104 pertandingan resmi. Besarnya skala kompetisi membuat setiap keputusan wasit memperoleh sorotan luas karena dapat memengaruhi perjalanan sebuah negara peserta.

Kegagalan Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada melangkah ke perempat final membuktikan status tuan rumah, bukan jaminan keberhasilan kompetisi. Fakta tersebut memperlihatkan kualitas permainan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan prestasi setiap negara pada ajang sepak bola dunia.

Pada akhirnya, integritas penyelenggaraan harus berjalan seiring dengan kualitas pertandingan demi menjaga kepercayaan publik terhadap kompetisi dunia tersebut. Mengutip pernyataan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger, pernah berkata. Piala Dunia merupakan ajang untuk menjaga kualitas dan kredibilitas sepak bola dunia.

"Piala Dunia adalah evolusi alami sepak bola global. Karena itu, kualitas kompetisi dan kepercayaan publik harus selalu dijaga," kata Arsène Wenger dalam forum resmi FIFA.

So, FIFA diharapkan terus meningkatkan transparansi, konsistensi, dan profesionalisme dalam kinerjannya. Tujuannya agar Piala Dunia tetap menjadi simbol sportivitas sepak bola internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....