Bola Piala Dunia 2026 Harus Diisi Daya sebelum Dipakai? ternyata Ini Alasannya!
- 03 Jun 2026 11:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Teknologi ini membantu keputusan offside, handball, dan insiden pertandingan menjadi lebih cepat serta akurat.
- Bola resmi Piala Dunia 2026, TRIONDA, dilengkapi sensor Connected Ball Technology yang harus diisi daya sebelum digunakan.
- Sensor IMU 500Hz di dalam bola mengirim data pergerakan secara real-time ke sistem VAR.
RRI.CO.ID, Jakarta – Sebagai salah satu komponen utama dalam turnamen, bola resmi Piala Dunia 2026 telah diperkenalkan dengan nama “TRIONDA” pada 2025 lalu. TRIONDA sendiri merupakan produksi dari Adidas sebagai perusahaan pemasok resmi Piala Dunia selama lebih dari 50 tahun.
Selain desain, warna, dan detail menarik yang ada, TRIONDA juga punya satu hal unik yang mencuri perhatian. Kabarnya, bola harus diisi daya terlebih dahulu sebelum dipakai bertanding!
Bukan aneh, tapi hal ini disebabkan oleh fitur canggih yang ada di dalam bola TRIONDA. Melansir FIFA.com, fitur canggih tersebut berupa Connected Ball Technology di mana, di dalam salah satu panelnya, tertanam sebuah sensor gerak Inertial Measurement Unit (IMU) berfrekuensi 500Hz yang merekam 500 kali per detik.
Sensor dengan berat sekitar 14 gram ini nantinya akan mengirimkan data pergerakan bola secara real-time ke sistem Video Assistant Referee atau VAR. Lalu, bagaimana cara kerjanya?
Ternyata sensor pada bola akan bekerja lebih optimal ketika dipadukan dengan teknologi pelacakan stadion yang dipasang di seluruh venue Piala Dunia. Sejumlah kamera berkecepatan tinggi yang ditempatkan di sekitar stadion secara bersamaan memantau pergerakan setiap pemain.
Sementara itu, sensor di dalam bola secara independen merekam setiap posisi serta sentuhan terhadap bola. Kombinasi kedua sistem tersebut menghasilkan model tiga dimensi (3D) pertandingan secara langsung atau real-time.
Teknologi ini juga mampu menentukan lokasi pasti bola dan seluruh pemain di lapangan hingga sekitar 50 kali setiap detik. Data tersebut kemudian dikirim langsung ke sistem Video Assistant Referee (VAR) secara real-time.
Dengan ini, wasit bisa terbantu saat pertandingan berlangsung. Terutama dalam pengambilan keputusan offside.
Karena ofisial kini bisa mengetahui momen pasti bola disentuh hingga hitungan milidetik, keputusan offside bisa dibuat lebih cepat dan akurat. Sistem ini juga membantu teknologi garis gawang, peninjauan insiden handball, pelanggaran, serta situasi kontak bola yang seringkali jadi perdebatan di lapangan.
Kemudian, karena sistem pelacakan bekerja secara terus-menerus selama pertandingan, sensor di dalam bola juga pasti membutuhkan daya baterai untuk berfungsi. Itulah alasan kenapa bola ini harus diisi daya terlebih dahulu sebelum dipakai untuk pertandingan.
Melansir laporan The Times India, setiap bola TRIONDA dikabarkan mampu bertahan sekitar enam jam dalam kondisi baterai penuh. Durasi tersebut lebih dari cukup untuk mengakomodasi satu pertandingan penuh beserta persiapan sebelumnya.
Artinya, wasit dan perangkat pertandingan kini harus memastikan bola telah terisi daya penuh sebelum kick-off. Prosedurnya serupa dengan pemeriksaan dan persiapan perangkat teknis lainnya.
Semua sistem termasuk baterai dan sensor ini sepenuhnya tersembunyi selama pertandingan berlangsung. Sehingga permainan tidak akan terpengaruh sama sekali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....