BNN Palu Soroti Pergeseran Sasaran Narkotika Cair ke Kalangan Pelajar

  • 07 Okt 2026 06:25 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Badan Narkotika Nasional atau BNN Kota Palu mewaspadai penyalahgunaan narkotika yang mulai menyasar kalangan anak dan remaja, termasuk pelajar di tingkat SMP dan SMA.

Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kota Palu, Pelman, mengatakan sejumlah temuan di lingkungan sekolah menunjukkan adanya penggunaan perangkat vape yang disalahgunakan untuk mengonsumsi cairan yang mengandung zat narkotika.

Menurutnya, pola penyalahgunaan tersebut perlu mendapat perhatian karena bentuk cairan dinilai lebih praktis digunakan dan relatif mudah diperoleh melalui transaksi daring.

“Sekarang sasarannya ke anak-anak dan dikemas dengan harga yang agak murah. Makanya yang seperti bentuk cairan itulah yang lebih praktis karena lebih cepat bisa dipakai,” ujar Pelman Selasa 6 Oktober 2026.

Pelman mengatakan, BNN Kota Palu telah melakukan pemeriksaan di sejumlah sekolah sejak awal 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah perangkat vape yang kemudian disita karena penggunaannya di lingkungan sekolah tidak diperbolehkan.

Dari pemeriksaan tersebut, BNN juga menemukan pelajar yang mengaku menggunakan cairan tertentu yang dicampurkan ke dalam vape. Jumlah pelajar yang ditemukan dalam satu sekolah bervariasi, mulai dari satu hingga beberapa orang.

Pelman mencontohkan salah satu kasus di sebuah SMP di Kota Palu, ketika seorang pelajar menggunakan vape yang telah dicampur dengan cairan narkotika dan kemudian mengajak teman-temannya untuk ikut menggunakan.

“Dia yang punya vape, terus dia yang pakai. Dia mengajak temannya, akhirnya semua pakai,” jelasnya.

Menurut Pelman, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dapat berkembang melalui lingkungan pertemanan. Karena itu, pengawasan tidak hanya diperlukan terhadap individu, tetapi juga terhadap lingkungan pergaulan anak.

BNN Kota Palu terus memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada siswa dan guru. Selain itu, BNN mendorong pembentukan satuan tugas di sekolah yang melibatkan guru dan siswa sebagai tutor sebaya.

Tutor sebaya diharapkan dapat membantu mengingatkan teman-temannya sekaligus menjadi penghubung apabila terdapat siswa yang menunjukkan perilaku atau pergaulan yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.

“Sedini mungkin saya sudah membentuk satgas di sekolah, di mana itu adalah guru dan ada siswa-siswa terbaik. Ini bisa jadi tutor sebaya, temannya saling memperingatkan,” katanya.

Pelman menambahkan, pihak sekolah dapat berkoordinasi dengan BNN apabila menemukan siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. BNN kemudian dapat melakukan skrining untuk mengetahui kondisi dan tingkat keterlibatan siswa.

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan perubahan perilaku anak. Menurutnya, kepedulian keluarga menjadi bagian penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.

“Kalau memang ada perubahan perilaku yang dirasa, perubahan apapun yang terjadi dengan anak, silakan konsultasi. Bila perlu lakukan tes urine untuk membuktikan itu,” ujarnya.

Pelman menegaskan, upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan BNN dan aparat penegak hukum. Keluarga, sekolah dan masyarakat perlu mengambil peran untuk melindungi anak dari penyalahgunaan narkotika.

“Jangan selalu kita berpikir bahwa harus menangkap, menangkap, menangkap. Kita utamakan kalau bisa kita cegah yang masih anak-anak ini,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....