Anindya Bakrie Dorong Sulteng Kembangkan Potensi Ekonomi di Luar Nikel

  • 17 Sep 2026 11:49 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mendorong Sulawesi Tengah (Sulteng) mengembangkan berbagai potensi ekonomi di luar sektor nikel dan hilirisasi.

Menurut Anindya, Sulawesi Tengah memiliki kekayaan sumber daya yang dapat menjadi modal pengembangan berbagai sektor usaha. Potensi tersebut tidak hanya berada pada pertambangan, tetapi juga sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

"Sulawesi Tengah mempunyai kapasitas lebih dari itu untuk perkebunan, pertanian ya. Saya coba sendiri tadi luar biasa kelapanya. Lalu sehabis itu juga coklatnya. Belum lagi karena lokasinya tepat di tengah sangat luas perikanan," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Anindya dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengurus Kadin Sulawesi Tengah periode 2026–2031 di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu, Rabu, 16 September 2026 malam.

Anindya menyebut sejumlah komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan, antara lain kelapa, durian, dan kakao. Pengembangan sektor-sektor tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperluas basis ekonomi Sulawesi Tengah.

Ia juga mendorong Kadin Sulteng memanfaatkan jaringan Kadin Indonesia untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pasar nasional maupun internasional.

"Manfaatkan jaringan nasional dan internasional untuk memperluas promosi investasi serta membuka akses pasar bagi pelaku usaha daerah," ujar Anindya.

Menurutnya, akses terhadap jaringan usaha dan pasar menjadi penting agar potensi yang dimiliki Sulawesi Tengah tidak hanya berhenti sebagai sumber daya, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido juga menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap pengembangan investasi di berbagai sektor selama mengikuti ketentuan yang berlaku.

"Kami welcome kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit. Yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan," kata Reny.

Reny menyebut sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai bagian dari potensi yang dapat dikembangkan. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga tengah menyiapkan program pencetakan 3.000 hektare sawah dengan pendekatan pertanian modern.

"Jadi, dulunya dalam satu cetak sawah hanya bisa 4 ha. Tapi sekarang bisa sampai 12 ton dalam 1 ha. Dan insyaallah nanti Provinsi Sulawesi Tengah ini juga akan jadi lumbung pangan, lumbung padi." sebutnya.

Menurutnya, kolaborasi antara Kadin dan pemerintah daerah diharapkan dapat membuka akses investasi dan pasar yang lebih luas, sehingga berbagai potensi ekonomi Sulawesi Tengah dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha serta masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Penanamana Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pindu (DPMPTSP) Sulawesi Tengah, realisasi Investasi Sulteng semester I 2026, mencapai Rp 68,70 triliun. Angka tersebut telah mencapai 73,17 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp 93,89 triliun.

Dari realisasi tersebut, sektor yang berkontribusi besar yaitu industri logam dasar, barang logam mencapai Rp 51,45 triliun, disusul industri Kimia dan farmasi Rp 4,49 triliun, serta listrik, gas dan air sebesar Rp 4,43 triliun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....